Starting My New Life As An Adventurer

Starting My New Life As An Adventurer
Samurai training begin! #2



Hari latihan ketiga, sekarang sekitar jam sembilan dan kami sudah berlatih di Padang rumput ini sejak matahari terbit


...


"Baiklah Hikaru, lakukan lagi. Kali ini dengan serius." Dengan cermat Yuki melihat gerakanku.


"1..2..,.." aku melakukan gerakan tebasan yang beragam dan melakukan beberapa set.


Hari ke-3 ini aku masih dalam masa pengenalan pada setiap gerakan dalam teknik berpedang. Bukan hanya cara menebas, aku juga mempelajari teknik menangkis dan menghindar di hari ini.


(Hari ke 4-7)


Yuki memberiku buku yang berisi teknik-teknik samurai, tata Krama dalam memegang katana, merawat katana dan lain lain. Aku mempelajari buku ini dirumah dan tetap melakukan latihan seperti biasa saat pagi sampai sore.


"48..49..50.... Yeahh. Bagaimana Yuki-san?"


"Kerja bagus Hikaru, gerakanmu semakin halus dan tebasanmu semakin kuat. Latihan satu Minggu ini memang menunjukkan perbedaan yang jelas."


"Ya Yuki-san, aku juga merasa tubuhku semakin paham gerakan gerakannya setelah satu Minggu latihan."


"Kau juga sudah mempelajari tata cara seorang samurai di luar pertarungan. Ini lebih cepat dari yang kuperkirakaan."


"Ya, aku membaca buku itu setiap malam. Aku tidak ingin membuang buang waktu." Aku menjawabnya dengan bangga.


Selama seminggu ini aku aktivitasku sudah sangat berubah. Biasanya dari pagi sampai sore aku tidak melakukan apapun. Sekarang ini aku bisa melakukan latihan yang aku sukai dan belajar di malam hari. Rasanya aku sudah memakai semua waktuku dengan baik. Perasaan puas ini jujur saja, tidak terlalu buruk. Di kehidupan kedua ini aku akan setidaknya aku akan berusaha untuk membuat kehidupan yang aku inginkan.


"Ini belum terlalu gelap sih, tapi karena perkembangan mu sangat cepat kurasa kita bisa pulang sekarang. Kamu mau?" Yuki-san melihat perkiraan jam saat ini


Sekitar jam 5 sore, Langit masih terang dan rasanya aku belum kelelahan.


" Hmm, satu set lagi! Yuki-san, tolong perhatikan aku melakukan satu set ini. Setelah itu mari kita pulang."


"Wah bagus, kau punya semangat yang besar ya. Baiklah, aku juga akan melakukannya bersamamu."


Tebasan angin. Seperti biasa setiap ayunan pedangnya menciptakan gelombang angin yang membelah sesuai arah yang dia arahkan, sedangkan aku walaupun tebasanku semakin kuat dan pergerakanku membaik aku masih belum menguasai skill ini.


1..2..3..4... kami melakukan satu set lima puluh tebasan ini bersama-sama.


"Yuki-san, bagaimana rasanya saat pertama kali menguasai skill ini?" Aku bertanya padanya sambil tetap melakukan gerakan.


"Oh aku masih ingat itu, gak akan lupa. Pertama kali menguasai skill ini aku merasakan angin berputar di sekeliling bilah pedangku. Jujur saja, tidak seperti teori mu tentang 'menciptakan' angin ini lebih terasa seperti tekanan angin itu datang dengan sendirinya. Oh ya, mungkin terdengar aneh tapi saat pertama kali menguasai skill ini aku mendengar bisikan yang samar walau aku tidak dengar apa bisikan itu. Semua orang yang menguasai skill ini juga pernah merasakannya saat pertama kali. Mereka juga tidak tau. Kami para prajurit dan petualang menyebutnya sebagai 'bisikan peri latihan'. Peri ini juga berbisik kalau kau menguasai beberapa skill yang lain, bukan hanya skill ini." Yuki menjawab ku sambil melakukan gerakan tebasan.


26..27..28... kami terus melakukan gerakan kami.


....


Setiap gerakan yang aku lakukan aku melihat perbedaannya dengan yang dilakukannya. Tentu saja, perbedaaannya sangat jauh. Dia adalah seorang samurai profesional. tiap tebasannya memiliki kekuatan yang besar dan kecepatan yang tinggi. Tapi aku lebih penasaran dengan angin yang memutari bilahnya di setiap gerakannya. Apa memang harus sekuat itu dulu supaya bisa menguasai skill ini? Kalau begitu aku yakin ini akan memakan waktu bertahun tahun supaya aku bisa sekuat dirinya.


Sebelumnya aku sudah bertanya pada iris bagaimana cara yang benar untuk mempelajari skill kamaitachi ini, sialnya dia tidak bisa menjawabnya. Tapi bagaimana kalau aku ganti pertanyaannya jadi lebih mudah?


"Hei Iris, bagaimana caranya menciptakan angin?" Aku memanggilnya sambil melakukan gerakanku.


"Jawab, pertama-tama anda harus memiliki skill penciptaan untuk dapat menciptakan sebuah objek. Namun tidak ada seksi khusus skill seperti penciptaan angin. Saat pertama kali menguasai skill penciptaan anda bisa menciptakan 5 elemen dasar (api,air,angin,tanah,petir) dan setiap kali skill ini meningkat besaran yang dapat diciptakan semakin besar dan jenis yang dapat diciptakan semakin rumit seperti menciptakan besi atau bahkan menciptakan racun untuk tingkatan yang lebih tinggi lagi. Tentu saja dengan konsumsi mana yang jauh lebih besar dan proses penciptaan yang lebih lama."


37..38..39... Kami terus melakukan gerakan kami dengan gerakan yang teratur.


"Skill penciptaan ya, mungkin aku harus memiliki skill itu dulu untuk menguasai skill tebasan angin ini." Aku bergumam didalam pikiranku.


"Jawab, skill penciptaan dan skill kamaitachi tidak memiliki hubungan sama sekali. Anda tidak harus menguasai skill penciptaan untuk menguasai kamaitachi" Iris menjawab gumamanku dengan tegas.


"Lah terus kalau tidak harus bagaimana caranya aku dapat menguasai kamaitachi sih." Aku semakin bingung.


"Saya tidak bisa menjawabnya di level saya yang sekarang."


48..49..50... Kami menyelesaikan satu set gerakan kami. Hari ke-7 latihan berakhir dengan set tebasan kami dan kebingungan yang ada padaku.


"Kerja bagus Hikaru, ayo kita bereskan perlengkapan kita. Mari kita pulang." Yuki memasukkan katana nya.


"Baik Yuki-san" aku juga menyimpan katananya Yuki-san yang kupakai.


Kami menyusun barang barang dan mengangkatnya setelah semua sudah disusun kami mengangkatnya pulang.


(Di perjalanan pulang)


"Sistem, anda mendapatkan bonus latihan sebagai berikut."


MP: +5


Stamina: +7


Instinct: +5


" Yess! Dapat lagi. Aku hanya  dapat bonus +1 skill poin dari latihan hari ke 3 dan tidak dapat apa apa dari latihan hari ke 4, 5 dan 6. Kali ini peningkatannya juga lumayan."


"Anda juga berhasil menguasai skill pasif baru."


Samurai I: setiap pedang yang anda sedang gunakan ketajamannya meningkat 10%.


Lung I: paru paru anda dapat bekerja 10% melebihi batas maksimal.


"Sebagai penutup, anda juga mendapatkan bonus +1 skill poin."


"Yeah skill baru, kurasa ini hasil latihan aku juga. Lumayan, lumayan."


Aku tersenyum sambil bergumam saat berjalan menuju rumah.


"Oh ya iris, apa ada skill yang menarik yang dapat kutukar dengan poin yang sekarang kumiliki?"


"berdasarkan sifat dan kesukaan anda yang saya pelajari untuk saat ini tidak ada." Iris menjawab.


"Begitu ya, okelah kuserahkan padamu. Beritahu aku jika ada yang menarik. Itu saja kan yang ingin kau sampaikan?"


"Ya, kalau begitu laporan selesai." Iris mengakhiri laporannya.


....


(Sesampainya kami di rumah).


"Kiara, kakek kami pulang!" Aku menyapa masuk dari luar.


"Wah hikaru, Yuki san selamat datang. Bagaimana latihan kalian?"


Kiara yang tadinya sedang menuangkan teh kepada kakek menyapa kami dari ruang tamu.


"Hihi, menyenangkan lho kak! Yuki-sna bilang kalau perkembangan ku sangat cepat jadi kami bisa pulang cepat hari ini." Aku menjawab dengan ekspresi wajah bahagia.


"Kerja bagus Hikaru, terus rajin berlatih ya." Kiara dengan senang mengelus kepalaku.


"Baik Kiara nee-san!" Aku menjawabnya dengan semangat.


"Saya akan siapkan makan malam untuk kita semua, mohon tunggu sebentar." Kiara meninggalkan ruang tamu menuju dapur.


"Aku juga akan bantu!" Aku segera mengikuti Kiara.


"Hei Hikaru, mandi dulu sana. Badanmu bau, nanti makanan ku jadi gak enak." Kakek mengejekku diatas kursi Sofanya.


"Itu benar Hikaru, sebaiknya kamu mandi dulu. Kamu pasti lelah kan" Kiara juga berkata hal yang sama.


"Baiklah kalau Kiara nee-san bilang begitu." Aku pergi menuju kamar mandi.


....


Sekarang hanya ada kakek dan Yuki yang ada di ruang tamu.


"Duduklah Yuki, kau tidak perlu terlalu sopan begitu kan." Kakek berbicara sambil meminum teh nya


"Baiklah Rondo-ji" Yuki segera duduk di sofa diseberang kakek.


"Bagaimana latihannya Hikaru?"


"Seperti yang sudah Hikaru katakan, perkembangannya sangat cepat dalam latihan ini. Dia sudah memenuhi target belajar dua Mingguku dalam seminggu saja. Menurutku itu sangat menakj...


(Kakek menyela perkataan Yuki)


"Bukan itu yang ingin kutanyakan. Bagaimana dia menurutmu?" Kakek bertanya dengan wajah serius.


"Dia sangat berbakat dan antusias, mungkin keterampilan berpedangnya sudah setara dengan anak umur 13 tahun. Dia akan menjadi orang yang kuat." Dia menjawab dengan yakin.


"Aku merasa lega, aku pikir dia akan kesusahan berlatih pedang karena mungkin trauma saat kami bertarung kemarin."


"Rondo-ji tidak perlu khawatir saya yang akan melatihnya."


"Hahahaha, tolong ajari dia lebih banyak lagi ya Yuki." Kakek tertawa dan meminum teh nya.


"Tanpa diminta pun saja akan melakukannya Rondo-ji."


Mereka berdua terlihat tersenyum lega satu sama lain dan hanya mengobrol kecil sampai teh mereka berdua habis.