Starting My New Life As An Adventurer

Starting My New Life As An Adventurer
Laporan eugene



"Apa!? Goblin horde. Bagaimana kau bisa seyakin itu?"


"Pos penjaga anggota saya yang perada di pinggir desa di serang oleh beberapa goblin kelas semi-hobgoblin. ini adalah kejadian yang sangat langka."


"Kalian  juga ya..." Kakek menjawab dengan wajah tak heran.


"Apa maksud anda kami juga tuan Rondo?"


"Yaa, aku baru saja melawan tiga dari mereka tadi sore, mereka benar benar tangguh."


"Apa!? Apakah tuan Rondo terluka?"


"Tidak masalah, aku hanya terkena luka akibat panah ini." Kakek membuka bajunya sambil memperlihatkan lukanya.


"Maafkan atas keteledoran pasukan penjaga saya, saya akan memperketat penjagaan sampai masalah ini selesai." Eugene membungkuk meminta maaf.


"Jadi, apakah yang harus kita lakukan sekarang?" Kakek melanjutkan pertanyaannya.


"Saya masih harus memastikan kekuatan tempur para goblin untuk memastikan tindakan selanjutnya. saya juga mendengar dari seorang pedagang kalau desa tetangga juga menemukan adanya goblin disekitar desa mereka."


"Hmmm, melihat dari laporanmu sepertinya ini bukanlah hanya sekedar kebetulan. goblin sedang bergerak dalam jangkauan yang luas."


"Benar, desa kita harus menyiagakan pasukan untuk sementara."


"Baiklah, tingkatkan keamanan pasukan penjaga sampai masalah ini selesai. aku ingin ada pasukan yg berjaga disetiap peternakan, perkebunan dan perumahan warga. saya ingin itu dimulai malam ini."


"Baik, laksanakan!" Eugene menjawab dengan lantang


"Pergilah, aku akan segera menyiapkan permintaan bantuan untuk kerajaan."


Sebelum Eugene sempat pergi teriakan keras terdengar diluar, suara gemuruh Derapan kuda memenuhi ruangan sejenak


*Wroughhhh


Suara itupun berhenti dan tiba tiba bebrapa prajurit desa masuk ke dalam rumah dengan armor diseluruh tubuh mereka.


"Gawaat!" Salah seorang prajurit membuka pintu rumah tanpa mengetuk.


"Tuan Eugene, sekumpulan besar goblin muncul dan menyerang pesisir desa sebelah utara. kami membutuhkanmu kapten Eugene sekarang!"


"Apa!! Kenapa cepat sekali!, sialan, tuan Rondo saya akan pergi sekarang, pasukan saya membutuhkan saya."


"Tenanglah dulu, bagaimana kondisi penduduk?"


"Kami sudah memberitahu tentang evakuasi, dan sekarang masih sedang dilaksanakan. Kami benar benar butuh komandan Eugene di pos sekarang." Salah seorang prajurit menjawabnya.


"Maaf tuan Rondo saya harus pergi." Eugene berdiri dan bersiap pergi.


"Baiklah pergilah, aku juga akan pergi membantu evakuasi warga, hei kau!" Kakek memanggil seorang prajurit yg masuk.


"Ya?"


"Panggil ooki dan Kenzo untuk membantu evakuasi. ini darurat!"


"Siap laksanakan!" Prajurit itu langsung berangkat


Eugene bergegas pergi dan melaksanakan perintah kepala desa.


"Ini tidak bagus, dengan kuda terbaik yang ada di desa ini waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke ibu kota itu sekitar tiga  hari, persiapan pasukan dan konfirmasi satu hari dan kedatangan pasukan dari ibukota ke desa butuh waktu tiga hari itu berarti kami harus menjaga desa ini setidaknya satu Minggu."


"Kiara!" Kakek berteriak memanggil Kiara.


"Ya tuan Rondo." Kiara datang seketika.


"Bangunkan Hikaru, kita harus meninggalkan rumah ini sementara, pasukan goblin tiba tiba menyerang."


"Apaa..." Kiara memasang ekspresi ketakutan diwajahnya.


"Tak ada waktu untuk panik, bawalah pakaian dan makanan setelah itu pergi ke sisi balai desa, aku akan pergi membantu yg lain."


"Baik tuan Rondo, hati hati dijalan."


"Baiklah, aku berangkat sekarang."


Diatas kudanya kakek menuju ke Medan perang, semakin kuat teriakan yang dia dengan, gemuruh pertarungan sudah bergema di seluruh desa.


Ditengah perjalanannya ada seorang anak kecil yang sedang diserang oleh goblin


"Aahhh, tolong aku" ucap anak kecil itu.


"hahahahrghh."goblin itu tertawa sambil mengangkat pedangnya.


*Slashh! kakek seketika melompat dan menebas goblin itu.


"Kau tak apa?"


"aku takut", ucap anak itu sambil menangis


"Tak perlu takut, aku akan menjagamu."


"Lisa...kami mencari mu." Seseorang berteriak pada anak ini dari kejauhan.


"Terimakasih tuan rondo karena telah menyelamatkan anakku."


"Segerahlah pergi ke balai desa disini bahaya."


"Baik tuan Rondo..."


Kakek kemudian melanjutkan pencariannya dan terus mencari warga yang sedang dalam bahaya di pinggir desa, sementara itu...


....


Sementara itu Eugene bersama dengan prajurit pembawa informasi yang datang ke rumah kepala desa.


"Kondisi sangat buruk kapten, pasukan penjaga Utara dibantai habis, saat ini pasukan utama sedang bertarung melawan goblin."


*slash*slash*slash, kapten Eugene menebas menebas beberapa goblin sambil menjawab prajuritnya.


"Kita akan pergi ke tengah pertempuran. Persiapkan diri kalian."


"Siap!"


Mereka bergerak menuju ke tengah pertempuran secepat yang mereka bisa. Dan ternyata perang sudah berlangsung cukup lama.


Ditengah pertempuran pertempurang yang parah akhirnya pasukan Eugene sampai di Medan perang.


"Hey lihat Itu kapten Eugene! dia datang membawa bala bantuan!" Seorang prajurit di Medan tempur menunjuk ke arah pasukan kuda yang datang dari kejauhan.


"Bagaimana kondisinya?" Eugene sampai dan langsung menanyakan kondisi pertarungan.


"Ooki, Kenzo dan pasukan bantuan tambahan telah sampai! Dan juga kepada desa Rondo datang kesini!" Seorang prajurit lain berteriak memberi informasi.


"Ini gelombang terakhir ya?" Kakek datang dan menghampiri Eugene.


"Ya setelah ini akan menjadi perang besar besaran kita."


"Semua tentara desa sudah berkumpul di pinggiran desa menunggu gelombang terakhir goblin horde."


"Baiklah ini dia! Maju kalian para goblin!!!!" Eugene berteriak dan mengangkat pedangnya.


.....


Para pasukan penjaga desa telah membuat formasi bertahan yang berbaris sepanjang hutan menunggu serangan dari goblin. Tapi, bahkan setelah beberapa saat mereka belum muncul.


"Ha... Ada apa ini, kenapa gelombang terakhir goblin tidak datang?"


"Ini aneh, goblin selalu menyerang dalam tujuh gelombang yang semakin banyak goblin ditiap gelombangnya. Ditambah lagi kita belum memenggal pemimpinnya."


"Tuan Rondo dan tuan Eugene, dimana gelombang terakhirnya? Apa sudah selesai?" Ooki dan Kenzo datang dan bertanya pada mereka.


"Aku tidak tau... para goblin tiba tiba mundur." Eugene kebingungan dan mengerutkan dahinya.


"Kirim 20 orang untuk memeriksa kegiatan goblin didalam hutan!" Kakek memberi perintah.


"Baik!"


Dua puluh orang pasukan pengintai dikirim masuk ke dalam hutan yang berseberangan dengan perbatasan Utara desa. Dan setelah dua jam regu pengintai dikirim ke hutan akhirnya mereka kembali.


"Kenapa lama sekali? Apa kalian kesulitan kabur dari serangan goblin didalam hutan?" Eugene kelihatan tidak senang dan memarahi prajuritnya.


"Tidak, bukan begitu." Salah seorang prajurit pengintai menjawab.


"Jadi kenapa?"


"Kami tidak menemukan apa-apa didalam hutan. Tidak ada goblin yang tersisa didalam hutan. Kami mencari lebih dalam ke hutan dan tidak menemukan apa apa."


Mendengar laporan dari pasukan pengintai, prajurit lain kebingungan dan bertanya satu sama lain. Mereka mulai berbisik satu sama lain dan menyebabkan kegelisahan.


"Jadi apa yang harus kita lakukan? Haruskah kita mengejar goblin itu kedalam hutan tuan rondo?" Eugene bertanya.


"Jangan, goblin bertarung lebih baik dihutan dan kita belum tau berapa banyak jumlah mereka."


"Jadi apa yang harus kita lakukan? Aku tidak bisa tenang di kondisi seperti ini"


"Untuk saat ini kita semua kembali beristirahat terlebih dahulu. Selama satu Minggu ini semua prajurit diseluruh desa akan ditempatkan di pinggir desa didekat hutan sampai bantuan dari kerajaan tiba."


"Eugene, siapkan tenda untuk para prajurit tidur di sekitaran pinggiran desa."


"Baik pak kepala desa." Eugene menjawab.


"Perintahkan beberapa orang untuk mengawasi daerah hutan secara teratur. Jangan sampai kita diserang saat kita tertidur."


"siap!"


"Baiklah, semua pasukan Kecuali Eugene,ooki dan Kenzo. bubar!"


Para prajurit segera mempersiapkan tenda di pinggir desa untuk tempat mereka tidur. Sementara itu kakek, Eugene ooki dan Kenzo duduk di pinggir kemah.


"Tuan Eugene, apa yang sebenarnya terjadi?" Kenzo bertanya pada kakek.


"Aku tidak tau ini sangat aneh."


"Goblin mundur di gelombang ketujuh. Seumur hidupku baru kali ini aku melihatnya." Goblin meneruskan dengan wajah herannya.


"Seolah-olah ada makhluk cerdas yang memerintahkan mereka." Kakek termenung menjawab.


"Apa maksud anda tuan Rondo?"


"Entahlah aku juga tidak tahu. Hanya saja ini aneh melihat pergerakan goblin yang sangat teratur."


"Tidak ada gunanya memikirkan itu sekarang. Kita juga tidak punya petunjuk tentang pemimpin pasukan goblin itu. Yang kita tau pemimpinnya bukan goblin biasa." Ooki menjawab.


"Baiklah, kalau begitu aku akan pulang dulu. aku harus menulis surat permintaan bantuan ke kerajaan dan menjemput Kiara dan Hikaru di balai desa."


"Hati-hati dijalan tuan rondo."


"Besok kita akan mengadakan rapat di balai desa, beritahu para petinggi lainnya untuk datang besok. Kalau begitu aku pergi dulu."


Kakek pergi kerumah terlebih dahulu untuk menulis surat permohonan ke kerajaan lalu pergi ke balai desa.


"Oh, tuan Rondo apa anda mencari Kiara? Dia ada didalam bersama Hikaru." Kakek sampai di balai desa dan Erika, sang sekretaria desa menyapa kakek.


"Ya, tapi ada hal yang lebih penting yang harus kau lakukan sekarang. Bagaimana kondisi penduduk yang lain?"


"Mereka semua aman disini tuan."


"Baguslah, katakan pada mereka untuk tetap mengungsi disini selama satu Minggu. Mereka boleh pulang untuk mengambil barang barang lalu kesini lagi. Kita akan pakai stok makanan untuk festival panen. dan juga Erika aku punya surat untuk dikirim ke ibukota, panggil beberapa orang dengan kuda tercepat di desa untuk menyampaikan surat ini. ini sangat penting lakukan secepat mungkin!"


"Baiklah akan segera saya kerjakan."


"Oh iya, bagaimana dengan Eugene, apa dia sudah memberi laporan?"


"Laporan, Laporan apa yang tuan maksud?"


"Dia pasti sangat sibuk, akan aku jelaskan secara singkat. Intinya serangan tadi malam bukan serangan utama jadi sepetinya akan ada serangan yang lebih besar dalam waktu mendatang."


"Begitu, jadi apa yang harus saya lakukan tuan Rondo?"


"Besok pagi kita akan melakukan rapat dadakan. Siapkan ruangan rapat dan beritahukan ini pada staff yang lain."


"Baik tuan Rondo."


"Kalau begitu aku akan memeriksa pasukan di pos penjagaan lagi, tolong sampaikan pada Kiara dan warga lain agar tetap tenang. Aku pergi dulu."


Erika langsung mengerjakan perintah kepala desa. Tiga penunggang kuda ditugaskan mengirim pesan bantuan ke ibukota secepat mungkin. Mereka semua berharap akan surat yang sampai dengan selamat ke ibukota. Namun sayang, mereka tak tahu kalau mereka sudah diawasi sejak mereka berangkat dari desa.


" Itu mereka, jangan biarkan mereka ke ibukota." Beberapa orang dengan jubah hitam mengintai dari balik pohon pohon.


Penunggang kuda bergerak dengan kecepatan penuh ketika *wuuushhh, Mereka dihujani oleh hujan panah yang menewaskan mereka beserta kuda mereka.


Sekelompok orang dengan jubah hitam keluar dari hutan dan membakar mereka semua.


"Pesan ini tak akan sampai ke ibukota, semua demi... Semua demi rencana penghancuran kami." dengan suara misteriusnya, mereka hanya menatap mayat mayat yang terbakar itu.


Sekelompok orang misterius itu masuk kedalam hutan dan menghilang diantara luasanya pepohonan.