Starting My New Life As An Adventurer

Starting My New Life As An Adventurer
Goblin Horde



Di dalam sebuah gedung tua Jauh dari desa. Tersembunyi di dalam pepohonan dan kabut yang tebal...


Terlihat sesosok dengan pakaian yang sangat megah, kemungkinan dia adalah bangsawan besar.


"Naif sekali kalian berbaris di pinggir hutan itu menunggu layaknya kalian akan menang."


Orang itu berdiri diatas balkoni di bangunan itu sambil meminum segelas anggur dan meneguknya.


"Sayang sekali aku harus meratakan tempat itu, Rondo touji adalah orang yang berbakat. sayang sekali desanya harus mengganggu rencanaku."


"Tapi bagaimanapun harus ada yang dikorbankan... HAHAHAHA." Teriakan jahat orang itu menggema dan tersembunyi dibalik kabut yang lebat di tempat antah berantah.


...


(Hari ketiga pasukan bersiaga)


Ada total seribu pasukan gabungan dari desa dan juga bandit yang sudah membentuk formasi tepat di pinggir Utara desa. Dengan tambahan lima puluh orang sebagai pengintai di dalam hutan.


Eugene dan juga Vaustine berdiri di tengah tengah pasukan melihat semua persiapan yang dilakukan prajurit mereka.


"Bagaimana persiapannya." Eugene bertanya kepada salah satu ajudannya.


"Semua sudah siap kapten, pasukan kita dapat bertarung kapan saja." Ajudannya menjawab dengan yakin.


"Vaustine, bagaimana dengan anggota mu?" Eugene bertanya kepadanya


"Tenang saja, mereka tidak butuh formasi seperti kalian. Mereka akan langsung membunuh dengan baik." Vaustine menjawab dengan percaya diri.


Saat ini semua orang nyaris tidak berbicara. Semuanya hanya terdiam fokus menunggu laporan dari pasukan pengintai dari dalam hutan.


"Goblin sudah datang!!!! Gelombang pertama diperkirakan tiga ratus goblin!" Suara salah seorang pengintai memecah keheningan para pasukan dipinggir hutan.


Mendengar suara itu beberapa prajurit pemula mulai panik dan gemetar di antara barisan. Eugene langsung mengangkat pednagnya dan memberi motivasi kepada semua prajuritnya.


"Semuanya, kuatkan tekad kalian! Hari ini kalian akan dikenal sebagai pahlawan pelindung desa. Para prajurit prajuritku, angkat senjata kalian!"


*Ggrraakkk!!! Seketika ratusan goblin muncul dari dalam hutan mengisyaratkan permulaan perang.


"Seraaangggg!!!!!!"


Dengan cepat barisan terdepan, regu tombak panjang berhasil menghabisi ratusan goblin itu. Puluhan orang luka luka tapi belum ada korban jiwa di pihak pasukan gabungan.


" Segera rawat prajurit yang terluka, bersiap untuk gelombang kedua!" Eugene segera mengarahkan prajuritnya dan bersiap kembali.


"Gelombang kedua segera datang! Diperkirakan ada lima ratus goblin kali ini!" Teriakan seorang prajurit dari dalam hutan.


"Semuanya bersiap!"


Gelombang kedua berhasil diatasi. Lima ratusan orang luka luka dan puluhan orang harus gugur dalam gelombang ini. Barisan tombak panjang terdepan sudah hampir hancur.


" Cih, semua prajurit yang terluka mundur, dan untuk prajurit yang sudah gugur biarkan saja dahulu, kita tidak punya waktu!" Wajah kesal bercampur sedih Eugene terlihat dengan jelas.


"Gelombang ketiga datang! Perkiraan tujuh ratus goblin!" Salah seorang pengintai berteriak.


Tujuh ratus goblin melawan pasukan pertahanan gabungan, barisan tombak terdepan telah hancur dan saat ini para goblin bertarung dengan prajurit berpedang.


Ditengah pertarungan sengit mereka seorang prajurit datang dari dalam desa berteriak menuju Medan perang yang dipimpin Eugene.


"Kapten! Kapten! Gawat!!!" Seorang prajurit itu berlari dengan kudanya menuju Eugene."


Eugene menjawab prajurit itu sambil membunuh beberapa goblin.


"Ada apa, aku harap laporanmu penting. Saat ini kami sedang kewalahan."


Prajurit itu menjawab dengan cepat.


"Kapten, ini benar benar gawat. Gerombolan goblin itu berpencar dan menyerang lumbung makanan kita."


"Apa!? Berapa banyak?" Eugene mengerutkan dahinya.


"Sangat banyak kapten, lebih dari seribu goblin. Semua prajurit yang berjaga sudah mundur. Jika kita tidak merebut kembali lumbung kita, kita akan kehabisan makanan."


" Aku mengerti, aku akan berangkat sekarang juga. Kau kabarkanlah ini ke balai desa." Eugene menjawab prajurit itu.


"Baik kapten."


Setelah prajurit itu pergi Eugene langsung memanggil Vaustine ditengah pertarungan.


"Vaustine! Kemarilah!" Eugene memanggilnya.


Vaustine membalasnya sambil membunuh segerombolan goblin.


"Kau pimpin perang disini. Lumbung desa sedang diserang goblin. Kita kira jumlahnya seribu."


"Terus membunuh goblin itu pake apa?"


"Aku akan bawa dua ratus orang prajuritku. Kau dan sisanya tetap disini."


"Sial, padahal ini baru gelombang ketiga." Vaustine menggerutu dan terus membunuh goblin itu.


"Persiapanku sudah siap, semoga beruntung disini Vaustine." Dengan cepat eugene pergi meninggalkan perbatasan Utara bersama dengan dua ratus orang pasukan kudanya.


....


Saat ini, di balai desa. Beberapa jam yang lalu sudah tersebar kabar bahwa goblin sudah muncul di perbatasan Utara. Semua orang disini berkumpul bersama dan berdoa untuk kemenangan pasukan kami.


Saat kegelisahan menghantui seluruh balai desa. Seorang prajurit dengan kudanya datang ke balai desa dengan tergesa-gesa.


Saat melihat dari kejauhan, beberapa warga berpikir prajurit itu membawa berita kemenangan. Prajurit itu tidak menghiraukan semua pertanyaan warga dan langsung berlari ke kantor kepala desa.


Prajurit itu langsung masuk ke ruangan kakek dan membanting pintunya saat membukanya.


" Tuan Rondo!!! Gawat!" Prajurit itu berteriak ke kakek.


kakek yang sedang duduk di mejanya bersama dengan Erika seketika berdiri dan langsung bertanya kepada prajurit itu.


"Ada apa!?"


"Lumbung kita tiba tiba diserang oleh goblin. Para pasukan penjaga lumbung kewalahan dan mundur karena jumlahnya terlalu banyak."


"Hah!? Bagaimana kondisi lumbungnya sekarang?" Kakek terkejut dengan wajah panik.


"Saat ini lumbung sudah dikuasai goblin, saya sudah melaporkan ini kepada kapten Eugene dan dia sedang dalam perjalanan merebut kembali lumbung kita."


"Berapa banyak prajurit yang dia bawa?"


"Saya tidak tahu, namun perkiraan saya untuk melawan lebih dari seribu goblin minimal perlu dua ratus orang."


"Pasukan Utara berkurang dua ratus prajurit. Mereka tidak akan sanggup!"


"Kita tidak ada pilihan tuan Rondo."


Prajurit itu menjawab.


"Kalau begitu bawa lima puluh orang yang di balai desa ini untuk membantu pasukan Utara. Kumpulkan juga prajurit yang berpencar di seluruh desa untuk segera ke Utara membantu mereka."


"Tapi tuan, jika terjadi sesuatu di balai desa tidak ada prajurit disini."


"Aku yakin pasti tidak apa, beberapa warga yang disini juga pensiunan prajurit. Ooki dan Kenzo juga ada disini."


"Cepatlah berangkat! Pasukan utara sedang kesulitan!" Kakek mengangkat tangannya dan memerintahkan prajurit itu.


"Laksanakan! Saya berangkat tuan Rondo!"


Dengan perintah dari kepala desa, prajurit itu mengumpulkan pasukan penjaga di balai desa dan semua pasukan yang berpencar di sekeliling desa untuk membantu pasukan Utara.


....


Beralih ke lumbung makanan, Eugene dan dua ratus anggotanya telah sampai di daerah tempat lumbung tersebut.


Tentu saja, sebagai kepala desa yang bijak kakek tidak menyimpan semua cadangan makanan desanya di satu tempat. Hal hal seperti kebakaran ataupun pencurian seperti ini sudah diantisipasinya sejak awal dan oleh sebab itu kakek membagi tempat penyimpanannya di tiga tempat yang berbeda.


Dan beruntungnya, lumbung yang saat ini dikuasai oleh goblin ada di Rowan's farmland. Sebuah ladang jagung yang besar dan sangat lebat. Tingginya setinggi kepala dan lumbungnya ada di tengah tengah ladang.


Lebatnya ladang jagung dan tingginya pohonnya membuat tempat ini menjadi tempat yang pas untuk misi penyergapan dan juga pengepungan. Selama kau tidak terlihat kau bisa membunuh puluhan goblin.


Eugene dan seluruh pasukannya turun dari kudanya, menunduk  dan berkumpul untuk rapat strategi singkat. Eugene memimpin rapat dan langsung berbicara.


"Baiklah, ladang jagung ini dapat menjadi keuntungan untuk kita atau malah membunuh kita."


"Kita dapat mengendap-endap dan membunuh semua goblin sampai kita sampai ke lumbung. Tapi ladang jagung ini juga dapat membunuh kita. Kita tidak tahu didepan kita ada dua puluh goblin atau dua ratus goblin yang siap membunuh kita."


" Jangan gunakan panah ataupun longsword. Mereka tidak efektif di perang seperti ini, Gunakan pisau. Para prajuritku yang pemberani, kali ini kita akan menyerang layaknya seorang assasin."


Ekspresi semangat dan tak sabar dari Eugene terlihat jelas. Para prajuritnya melihat satu sama lain dengan wajah yang sama dan mengeluarkan pisau dari saku pinggang mereka.


"Kita tunjukkan betapa mengerikannya pasukan kita"


Rasa takut berubah menjadi semangat membara. apakah mereka akan berhasil mengalahkan ribuan goblin itu hanya dengan dua ratus orang?