Sorry, Thank You & I Love You

Sorry, Thank You & I Love You
Part 59



Tidak terasa hampir 2 tahun berlalu. Xena dan Bryan langsung memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Sebenarnya, Bryan sudah menyelesaikan kuliahnya jauh lebih awal. Tapi, dia tetap harus berada disana untuk menemani Xena.


''Akhirnya Bry.'' Xena tersenyum lebar, memandang ke arah langit yang nampak sangat cerah, seperti perasaannya saat ini.


Dari bandara, Xena langsung meminta Bryan mengantarkannya ke perusahaan Rayan. Dia ingin memberi surprise pada pria itu.


''Makasih ya Bry.'' Xena melambai begitu dia turun dari taxi. Ya, mereka hanya menggunakan taxi, tapi Xena tetap bersikeras meminta Bryan untuk mengantarnya ke perusahaan Rayan. Barang-barang Xena? Bryan lah yang bertugas mengantarkan barang-barang Xena ke rumah.


''Dia yang bucin aku yang menderita,'' gerutu Bryan. Bukannya marah, itu lebih kepada ngeledek. Lagian, Bryan mana bisa marah pada Xena?


Xena tersenyum, melangkah menuju meja resepsionis. Dua wanita yang sekarang bertugas adalah resepsionis baru, makanya Xena tidak mengenal mereka.


''Hai selamat siang, saya mau bertemu dengan pak Rayan, minta tolong disampaikan.''


Kedua resepsionist itu hanya saling memandang. ''Maaf mbak, tapi pak Rayan nya sedang meeting sekarang. Mungkin mbaknya bisa menunggu sebentar.''


Xena pun menganggu, dia memilih duduk di sofa tamu yang ada di lobby.


''Xena?'' Xena menoleh, melihat Aldo yang sedang mendekat.


''Aldo?''


''Kapan balik?''


''Barusan dari bandara.''


''Langsung kesini ya?'' Aldo sedikit meledek.


''Kangen soalnya.''


''To the poin banget.''


''Yaiya dong, nggak ada yang ngelarang ini.''


Lalu keduanya tertawa. ''Yaudah yuk, tunggu Rayan di atas aja, di ruangannya.''


Xena pun langsung mengikuti Aldo.


Hampir masuk jam makan siang, jadi Aldo datang untuk mengajak Cassie makan siang bersama.


''Do, aku gabung sama kamu dan Cassie bisa nggak? Kayaknya Rayan bakalan lama deh.''


''Yaudah yuk, tapi Cassie katanya mau makan di kantin perusahaan doang.''


''Yaudah nggak pa-pa.'' Xena pun ikut bersama Aldo untuk menemui Cassie. Sekalian ingin melepas kangen dengan temannya itu.


''Astaga Xen, kangen banget aku.'' Cassie heboh melihat Xena yang datang bersama Aldo. Keduanya langsung berpelukan, untuk melepas kangen.


''Makin cantik aja Xen.''


Xena tersenyum. ''Kamu juga makin cantik Cas.''


Cassie pun menarik Xena untuk duduk, mereka mulai mengobrol. Pokoknya semua hal.


''Xen, makin cantik aja.'' Rekan kerja Xena dulu ikut menegur.


''Mbak Rani juga.'' Xena menghampiri wanita itu untuk bersalaman dan sekedar cipika cipiki lalu kembali lagi ke meja Cassie.


''Udah banyak karyawan baru ya.'' Xena memperhatikan sekeliling. Dia melihat beberapa karyawan yang masih muda dan cantik, ada juga beberapa karyawan pria yang tinggi dan tampan.


''Iya, banyak karyawan baru sekarang. Banyak juga yang baru lulus.''


Xena hanya mengangguk. Tidak berapa lama, mereka mendengar beberapa wanita di samping meja mereka, yang sedang memuji-muji Rayan.


''Betah banget kerja di perusahaan ini, karena Ceo nya.''


''Iya aku juga sama, tiap hari bawaannya semangat aja, tiap kali lihat wajah gantengnya pak Rayan.''


''Kalian cuman liatin dari jauh kan? Tadi aku ketemu langsung loh, pas pak Rayan baru masuk lobby. Ternyata ganteng banget kalau diliat dari dekat.''


''Pacar kamu tuh, lagi digosipin.'' Cassie terkekeh, sedangkan Xena hanya menggeleng. Dia sama sekali tidak cemburu dan malah merasa senang mendengar puji-pujian itu.


''Kan aku udah jadi pemenangnya.'' Xena tertawa kecil, disusul oleh Cassie dan Aldo yang juga ikut tertawa bersamanya.


''Aku nggak nyangka loh, kalo kalian bakal balik lagi. Dulu aku tuh selalu emosi tiap liat pak Rayan. Bawaannya kayak pengen nyakar dia aja.''


''Tapi sekarang udah nggak kan?''


''Udah nggak, kan dia udah baik sama kamu.'' Mereka bertiga pun kembali tertawa.


''Tukang mimpi udah balik nih ceritanya.'' Cindy, rekan kerja yang dulu tidak menyukai Xena datang dan langsung mengejeknya.


''Ngapain sih? Ganggu aja.'' Xena malas menggubris, tapi Cindy masih saja ngerocos.


''Kamu datang kesini karena berharap jadi pacarnya pak Rayan lagi? Ck jangan ngimpi deh, pak Rayan mana mau punya pacar kayak kamu.'' Cindy tertawa meledek. Xena dan Cassie malah ikut menertawakan hal itu, sedangkan Aldo, pria itu hanya bisa menggeleng kepalanya.


''Perhatian-perhatian semuanya, ini nih bagi kalian yang masih karyawan baru. Jadi dia ini.'' tunjuk Cindy pada Xena. ''Dulu dia begitu tergila-gila sama pak Rayan, padahal pak Rayan mah nggak pernah ngerespon tapi dianya aja yang kega*elan dan mimpi ketinggian untuk jadi pacarnya pak Rayan. Alhasil, dia dipecat dari perusahaan ini. Jadi, bagi kalian yang menyukai pak Rayan, harap sadar diri dan sadar posisi, kalau tidak ingin di pecat seperti wanita ini.''


''Xena nggak dipecat kali, tapi ngundurin diri. Asal aja kalo ngomong.'' Cassie mulai sewot.


''Ya dia ngundurin diri karena malu cintanya di tolak oleh pak Rayan. Makanya jadi orang jangan terlalu percaya diri. Karyawan biasa juga bermimpi jadi pacarnya bos. Berharap jadi cinderella?'' Cindy kembali tertawa.


Xena menopang dagunya dengan kedua tangannya, lalu sedikit menoleh pada Cindy dan tersenyum. ''Ngefans banget ya sama aku? Kayaknya dari tadi situ terus ngomongin aku deh?'' Xena menyeringai.


''Ck, baru kuliah di luar negeri, sombognya bukan main.''


''Lah kamu, dari dulu disitu-situ aja tapi sombongnya nggak ketulangan. Wake up sist.'' Cindy langsung menggeram kesal. sedangkan Xena, wanita itu malah melempar senyum sinisnya.


''Ck, masih aja nggak berubah.''


''Udah nggak usah dipikirin orang kayak Cindy mah.'' Cassie menenangkan.


Tidak berapa lama, seisi kantin menjadi heboh karena kedatangan Rayan yang tiba-tiba.


''Pak Rayan tuh.''


''Aduh pak Rayan, tumben amat ke kantin.''


''Astaga pak Rayan woi, ganteng amat.'' Banyak yang berbisik mengagumi sosok Rayan.


Mata mereka membola, saat tiba-tiba melihat Rayan yang langsung memeluk leher Xena, dari belakang. ''Kok nggak bilang kalo pulang hari ini, kan aku bisa jemput Xen.''


Xena tersenyum puas. Lagi dan lagi, Xena membuang tatapan sinisnya pada Cindy. Para pengunjung pun dibuat bertanya-tanya, tentang hubungan Rayan dan Xena.


''Ya namanya juga surprise. Xena mengambil tangan Rayan untuk dia genggam, lalu setelah itu meminta Rayan untuk duduk di sampingnya.


''Kita nggak ditegur nih Ray?'' ucap Aldo.


Rayan hanya meliriknya sekilas dan langsung mengalihkan tatapannya lagi pada Xena. ''Udah makan siang?''


Xena mengangguk.


''Kamu udah makan siang?''


''Baru kelar meeting. Tadinya mau langsung makan siang eh Hans ngasih tau kalau kamu lagi di kantin makanya aku langsung kesini.''


''Yaudah kamu mau makan apa biar aku pesenin?''


Rayan menggeleng. ''Biar aku aja. Tunggu bentar ya. Kamu, ada yang mau kamu pesen lagi nggak?''


Xena menggeleng. Rayan pun berdiri dan langsung memesan makanan untuknya.


''Dasar bucin,'' celetuk Aldo yang bikin Xena tertawa.


''Aku nggak nyangka si Rayan jadi bucin gitu.'' Aldo memperhatikan Rayan yang sedang memesan makanan.


''Apalagi aku?'' timpal Xena.


Seisi kantin pun mulai menggosipkan hal itu. Banyak yang saling berkirim chat, mengabarkan beberapa taman mereka yang saat itu tidak berada di kantin.


Bersambung .....