Sorry, Thank You & I Love You

Sorry, Thank You & I Love You
Part 43



‘’Xen, Bryan pacar kamu ya?’’ Akhirnya, seorang rekan bertanya, karena penasaran akan hubungan Xena dan Bryan, apalagi melihat bagaimana dekatnya mereka berdua. Banyak melakukan physical touch dan sepertinya mereka sudah sangat nyaman terhadap satu sama lain.


Xena menatap Rayan lebih dulu dan lagi lagi Bryan melihat hal itu. Cepat-cepat dia memutar kepala Xena, agar menghadap ke arah lain. ‘’Teman kamu nanya tuh, nggak dijawab,’’ ucapnya tersenyum.


‘’Nggak mbak, Bryan tuh sahabat aku.’’


‘’Sekalian calon suami dong.’’


Rayan kaget, tapi secepat mungkin kembali mengubah ekspresi wajahnya.


‘’Emang kamu sama Xena udah putus ya Ray,’’ bisik Aldo yang tidak dihiraukan. Rayan hanya fokus menatap Xena dan Bryan yang sangatlah akrab, benar-benar bikin Rayan kesal setengah mati.


Selain itu, Rayan juga penasaran dengan maksud ucapan Bryan barusan dan menunggu Xena untuk mengklarifikasi ucapan tersebut. Dalam hatinya, dia sudah dongkol, awas saja kalau ucapan Bryan itu benar, Rayan pastikan, dia akan membawa Xena sekarang juga, mengurungnya dan tidak akan membiarkannya bertemu dengan Bryan lagi.


‘’Ngawur aja Bry.’’ Xena malah cekikikan, tidak tau saja dia kalau ada hati yang panas karena ulahnya itu, apalagi dengan santainya, Xena menyandarkan tubuhnya pada Bryan.


*****


Habis makan malam, Xena melirik pada Rayan yang berdiri diam di depan cafe. Sudah mau pulang tapi sejak tadi pria itu belum mengucapkan apapun padanya, hanya diam.


Di depan cafe tinggal Rayan, Aldo, Bryan, Xena dan Casssie. Anggota tim lain sudah pergi sekitar semenit yang lalu, katanya sih mereka masih mau lanjut karokean. Xena tidak terlalu suka karaoke makanya tidak ikut. kalau Cassie, Xena sudah bisa menebak alasannya apa.


‘’Loh … loh … loh ….’’ Xena memperhatikan Aldo yang tiba-tiba menarik Cassie pergi.


‘’Tenang aja, nggak bakalan aku apa-apain kok,’’ ucap Aldo terus melangkah pergi.


‘’Bisa lepasin nggak? Aku mau pulang, ngantuk!’’ Cassie menyentak tangan Aldo tapi Aldo dengan cepat mengambil tangan itu lagi dan kembali melangkah.


‘’Kamu mau aku membicarakan hal itu disini?’’ Cassie tersentak. Oh no … terpaksa dia ikut dengan Aldo.


‘’Cas, beneran nggak pa-pa?’’ teriak Xena yang mendapat anggukan kepala dari Cassie.


‘’Yaudah pulang yuk, aku yakin teman kamu itu nggak bakalan kenapa-napa.’’ Bryan mengambil tangan Xena. Xena mengurungkan langkahnya, teringat pada Rayan.


‘’Bentar ya Bry.’’ Xena melepas tangan Bryan. Mendekat pada Rayan yang hendak masuk ke mobilnya. Xena sih tidak berharap Rayan menawarkan diri untuk mengantarnya pulang tapi bisa nggak setidaknya pria itu pamit atau ya bilang selamat malam kek.


‘’Pak Ray, aku pamit pulang ya.’’ Rayan menoleh, berdiri tegak dengan tangan kanannya yang dia masukan ke saku celananya.


‘’Kamu pulang sama aku,’’ ucap rayan dengan wajah datarnya.


‘’Hhmm?’’ Xena pikir dia salah dengar, makanya agak kaget.


‘’Masuk.’’


‘’Hhmm?’’


‘’Masuk Xena, aku yang akan mengantarmu pulang.’’ Xena kebingungan saat Rayan tiba-tiba mendorong tubuhnya masuk, beberapa kali dia melirik pada Bryan. Bukannya keberatan, tapi setidaknya Xena ingin memberitahu Bryan dulu tentang hal ini, tentang dia yang akan pulang dengan Rayan.


'’Xen.’’ Bryan menahan. Tubuh Xena sudah hampir masuk.


‘’Bry, maaf ya aku pulang bareng pak Rayan aja.’’


‘’Loh katanya mau nginep dirumahku Xen.’’


Ya, tadi Xena sempat bilang, kalau malam ini mau nginep di rumah Bryan mumpung besok hari minggu.


Refleks Rayan melirik pada Xena, agak kesal saat tahu Xena yang berniat menginap di rumah Bryan. Rayan tau disana pasti ada keluarga Bryan tapi tetap saja dong, nggak bisa seperti itu, Rayan keberatan. Bahkan Xena belum pernah nginep di rumahnya dan sekarang malah sudah mau nginep di rumah pria lain?


‘’Maaf, tapi saya tidak mengizinkan hal itu.’’ Ucapan itu mengalihkan perhatian Xena dan Bryan. Rayan juga sempat melirik tangan Bryan yang dengan sembarangan memegang tangan Xena. cepat-cepat Rayan memisahkan keduanya, membawa Xena berdiri di sampingnya.


‘’Loh kenapa jadi kamu yang ngelarang?’’ ucap Bryan tidak suka. Rayan langsung memberikan senyum sinisnya.


‘’Aku kekasihnya. Alasan yang lumayan logis bukan?’’


Disamping Rayan, Xena sedang menatap pria itu dalam, agak tidak percaya dengan apa yang Rayan bilang barusan tapi beneran deh, dia nggak salah dengar kan? Rayan mengakuinya sebagai pacar? Itu kan artinya?


Mata Xena beralih, menatap tangannya yang baru Rayan genggam sedetik kemudian kembali menatap wajah Rayan.


Tapi beneran deh, Xena bingung tapi juga rada senang. Saat ini, perlakuan ini seolah menunjukan kalau dirinya cukup berarti untuk Rayan ya walaupun dia nggak tau kenyataannya seperti apa, atau apakah pria ini hanya sedang iseng atau bagaimana Xena tidak tau menau soal itu, yang jelas hatinya nggak bisa bohong, dia senang akan hal itu.


‘’Xen.’’


Xena beralih menatap Bryan, agak tidak enak hati sih tapi Xena berharap sahabatnya itu mau mengerti dengan keputusannya.


‘’Besok, besok pagi aku janji akan ke rumah kamu Bry.’’


Bryan hanya bisa diam saat Rayan yang kembali mendorong tubuh Xena masuk ke mobil. Xena menoleh sesaat, sebelum tubuhnya benar-benar masuk. ‘’Maaf ya Bry.’’


Hampir 20 menit perjalanan, tidak ada satupun kata yang keluar dari mulut Rayan ataupun Xena. Sesekali Xena melirik Rayan, agak ragu untuk memulai topik obrolan.


Tidak terasa, mereka sudah tiba di depan rumah Xena.


Xena kembali melirik Rayan. Bibirnya digigit kecil. ‘’Makasih udah nganterin, aku turun ya.’’


Pintu mobil baru terbuka kecil dan Xena kembali menutupnya. Berbalik karena pertanyaan Rayan barusan.


‘’Pria tadi, dia siapa?’’


Xena diam sesaat. ‘’Dia Bryan, sahabatku.’’


Bryan memiringkan tubunya, menghadap pada Xena. ‘’Bulshit!’’


Loh kok, apa maksud ucapan Rayan ini? Apa pria itu sedang mengejek persahabatannya dan Bryan?


‘’Kamu suka sama dia?’’


Oh ya Tuhan pertanyaan apa lagi ini? Xena malas menanggapi. Ini si Rayan nggak punya pikiran apa gimana sih?


‘’Kalau aku menyukai Bryan, aku tidak akan segila sekarang, karena nyatanya aku malah menyukai pria menyebalkan dan nggak punya hati seperti kamu Ray.’’


‘’Xen.’’


Xena menghembuskan nafasnya kasar, mulai frustasi pada Rayan.


‘’Udah malam Ray, mending kamu pulang aja deh, aku juga pengen istirahat.’’ Xena memilih tidak menjawab. Ingin keluar dari mobil, tapi Rayan tidak memberinya izin.


‘’Jawab pertanyaanku dulu.’’


‘’Pertanyaan apa sih Ray?’’


‘’Aku tanya kamu suka nggak sama pria yang tadi?’’


‘’Bryan. Namanya Bryan Ray.’’


‘’Aku nggak peduli, bukan itu yang aku tanyakan.’’


Xena menggeleng. Ada apa sih dengan Rayan, kenapa tiba-tiba sikapnya jadi aneh begini? Ini seperti bukan Rayan yang dia kenal. Tidak berapa lama, punggung tangan Xena sudah menempel di kening Rayan. Pria itu langsung menyingkirkannya, menatap galak pada Xena.


‘’Ngapain sih?’’


‘’Aku bingung aja sama kamu yang hari ini, terlalu berbeda dari biasanya.’’


Rayan mendengus, sejenak mengalihkan perhatiannya keluar mobil dan kembali menatap Xena lagi. Rayan pikir, Xena sengaja menghindar dari pertanyaannya. Pria itu tersenyum smirk, menduga kalau Xena punya perasaan khusus pada Bryan.


‘’Besok pagi jam 8 aku jemput,’’ ucapnya tiba-tiba dan langsung menyuruh Xena keluar dari mobilnya.


‘’Tapi Ray.’’


‘’Nggak ada tapi-tapian Xena. udah turun deh.’’


Bersambung .....