
"wah masakan paman enak" seru Naruto yang sedang makan dengan lahap di ruang makan keluarga Mikoto. Dirinya mengambil kesempatan emas ini untuk mengisi perutnya dengan makanan rumah bukan makanan ramen seperti biasanya
Miyuki yang berada di samping Naruto mengangguk, mengakui jika masakan papanya memiliki kemajuan
"papa ini enak sekali loh" ucap Miyuki sambil mengambil side dish yang di buat oleh Kakashi ke dalam mangkuk nya
Kakashi tersenyum
"ngomong ngomong Naruto apa kah kau sudah membeli perlengkapan untuk ke akademi?" tanya Kakashi
Naruto menggeleng seraya memasukan makanan kedalam mulut nya
"memangnya harus di persiapkan ya?" tanya Naruto
Kakashi menghela nafas
"ini lah alasan kenapa kau tidak boleh datang terlambat ke akademi waktu itu" ucap Kakashi
Sebenarnya pendaftaran akademi sudah di buka Minggu lalu. Seluruh murid diharapkan untuk datang tepat waktu untuk informasi yang akan diberikan, tetapi Naruto malah datang saat sesi hampir berakhir. Jadilah dia hanya duduk di kelas 8 menit mendengarkan ceramah dari Iruka sensei lalu kembali kerumah masing masing
"ayo beli sama sama kak" ujar Miyuki semangat, ia menatap Kakashi meminta persetujuan
Kakashi mengangguk belanja peralatan akademi juga tidak sulit pikirnya
Naruto mengangguk senang, sesaat membayangkan betapa menyenangkannya pergi bersama sama sampai ingatannya memudar ketika ingat kenangan dirinya yang pergi kesana sendiri
"*hei katanya dia anak siluman itu?"
"Duh.. kok dia di biarkan berkeliaran begitu sih?"
"bagai mana bisa tuan Hokage membolehkan anak itu tinggal di sini*?"
".........Kak?" suara Miyuki menyadarkan Naruto dari lamunannya
"kenapa Miyuki? aku terlalu senang sampai sampai tidak fokus hehe" ucap Naruto menutupi apa yang ia ingat kemudian melanjutkan memakan makanannya
Kakashi menghela nafas gusar
"omongan omongan itu masih berlanjut ya" batin Kakashi
Ia selalu berfikir kenapa warga desa terus mencemooh Naruto. Memang didalam tubuh Naruto terdapat Kiyuubi tapi perlu diingat bahwa Hokage ke empat yang merupakan ayah dari Naruto telah menyelamatkan warga warga desa beberapa tahun lalu
Makan siang telah usai, Miyuki yang bersemangat meminta papanya dan Naruto untuk menunggu dirinya mengganti baju untuk pergi kepusat perbelanjaan
Ditinggal Miyuki, Kakashi dan Naruto terdiam. Melihat lihat sekitar tanpa membuka percakapan. Walaupun Naruto bodoh dan tidak pernah takut kepada Jounin sensei, ia tahu betul jika Kakashi itu berbeda dari Jounin yang lain. Walupun Miyuki menceritakan betapa konyolnya papanya saat dirumah tidak membuat Naruto yakin bahwa Kakashi adalah pria yang hangat. Disamojng itu ia juga takut akan reaksi warga warga desa jika melihat dirinya
"Kakashi sense..." panggil Naruto pelan
Kakashi membalikan badan menghapa Naruto
Naruto menunduk tersenyum pahit dan mengangguk
Ia terdiam cukup lama dan mengangkat kepala nya melihat Kakashi yang belum meresponnya
Namun saat ia mengangkat kepalanya, tangan besar mengusap lembut kepalanya. Itu adalah tangan Kakashi
"tidak akan ada yang berani membicarakan mu, tidak akan ada yang memarahi mu. Karena kau tidak salah, jadi angkat kepala mu" ucap Kakashi
Mata Naruto membulat terkejut akan ucapan Kakashi
"ingat! kau tidak sendiri" lanjutnya sembari menepuk pundak Naruto walau dlaam hati merasa malu setengah mati
Melihat Naruto yang berkecil hati sungguh membuat nya kesal
"apa menjadi orang tua itu membuat kita puitis ya?" Kakashi menghela nafas merutuki kebodohannya
Sementara Kakashi menyesali keputusannya, Naruto diam diam tersenyum lebar. pandangan nya tentang Kakashi berubah
"Kak.. Pa... ayo berangkat" teriak Miyuki
*
*
*
*
*
Nande? Nande? Nande? apakah cerita Author menghibur para reders? semoga saja menghibur
Author minta maaf klo ada typo dan alur cerita yang berbeda dari sang pencipta karena Author hanya meminjam karakter nya saja
Author berterimakasih karena sudah menyempatkan membaca cerita Buatan Author, selalu dukung Author dengan like, comen, vote, and fav😉
Tunggu terus kelanjutan cerita Author
Jangan lupa rajin cuci tangan, hindari kerumunan, dan ingat apa yang dikatakan oleh orang tua
Maaf karena disini slogan Author menggunakan kata 'orang tua' bukan kata 'ibu' karena Author berfikir takutnya ada reders yang tidak memiliki ibu dan Author takut membuatnya sedih teringat akan ibunya
(eh kok malah cerita//tepuk jidat)
Ya sekian dari Author
PAPPAY 👋