Shinobi: Hope

Shinobi: Hope
Episode 9



"wah masakan paman enak" seru Naruto yang sedang makan dengan lahap di ruang makan keluarga Mikoto. Dirinya mengambil kesempatan emas ini untuk mengisi perutnya dengan makanan rumah bukan makanan ramen seperti biasanya


Miyuki yang berada di samping Naruto mengangguk, mengakui jika masakan papanya memiliki kemajuan


"papa ini enak sekali loh" ucap Miyuki sambil mengambil side dish yang di buat oleh Kakashi ke dalam mangkuk nya


Kakashi tersenyum


"ngomong ngomong Naruto apa kah kau sudah membeli perlengkapan untuk ke akademi?" tanya Kakashi


Naruto menggeleng seraya memasukan makanan kedalam mulut nya


"memangnya harus di persiapkan ya?" tanya Naruto


Kakashi menghela nafas


"ini lah alasan kenapa kau tidak boleh datang terlambat ke akademi waktu itu" ucap Kakashi


Sebenarnya pendaftaran akademi sudah di buka Minggu lalu. Seluruh murid diharapkan untuk datang tepat waktu untuk informasi yang akan diberikan, tetapi Naruto malah datang saat sesi hampir berakhir. Jadilah dia hanya duduk di kelas 8 menit mendengarkan ceramah dari Iruka sensei lalu kembali kerumah masing masing


"ayo beli sama sama kak" ujar Miyuki semangat, ia menatap Kakashi meminta persetujuan


Kakashi mengangguk belanja peralatan akademi juga tidak sulit pikirnya


Naruto mengangguk senang, sesaat membayangkan betapa menyenangkannya pergi bersama sama sampai ingatannya memudar ketika ingat kenangan dirinya yang pergi kesana sendiri


"*hei katanya dia anak siluman itu?"


"Duh.. kok dia di biarkan berkeliaran begitu sih?"


"bagai mana bisa tuan Hokage membolehkan anak itu tinggal di sini*?"


".........Kak?" suara Miyuki menyadarkan Naruto dari lamunannya


"kenapa Miyuki? aku terlalu senang sampai sampai tidak fokus hehe" ucap Naruto menutupi apa yang ia ingat kemudian melanjutkan memakan makanannya


Kakashi menghela nafas gusar


"omongan omongan itu masih berlanjut ya" batin Kakashi


Ia selalu berfikir kenapa warga desa terus mencemooh Naruto. Memang didalam tubuh Naruto terdapat Kiyuubi tapi perlu diingat bahwa Hokage ke empat yang merupakan ayah dari Naruto telah menyelamatkan warga warga desa beberapa tahun lalu


Makan siang telah usai, Miyuki yang bersemangat meminta papanya dan Naruto untuk menunggu dirinya mengganti baju untuk pergi kepusat perbelanjaan


Ditinggal Miyuki, Kakashi dan Naruto terdiam. Melihat lihat sekitar tanpa membuka percakapan. Walaupun Naruto bodoh dan tidak pernah takut kepada Jounin sensei, ia tahu betul jika Kakashi itu berbeda dari Jounin yang lain. Walupun Miyuki menceritakan betapa konyolnya papanya saat dirumah tidak membuat Naruto yakin bahwa Kakashi adalah pria yang hangat. Disamojng itu ia juga takut akan reaksi warga warga desa jika melihat dirinya


"Kakashi sense..." panggil Naruto pelan


Kakashi membalikan badan menghapa Naruto


Naruto menunduk tersenyum pahit dan mengangguk


Ia terdiam cukup lama dan mengangkat kepala nya melihat Kakashi yang belum meresponnya


Namun saat ia mengangkat kepalanya, tangan besar mengusap lembut kepalanya. Itu adalah tangan Kakashi


"tidak akan ada yang berani membicarakan mu, tidak akan ada yang memarahi mu. Karena kau tidak salah, jadi angkat kepala mu" ucap Kakashi


Mata Naruto membulat terkejut akan ucapan Kakashi


"ingat! kau tidak sendiri" lanjutnya sembari menepuk pundak Naruto walau dlaam hati merasa malu setengah mati


Melihat Naruto yang berkecil hati sungguh membuat nya kesal


"apa menjadi orang tua itu membuat kita puitis ya?" Kakashi menghela nafas merutuki kebodohannya


Sementara Kakashi menyesali keputusannya, Naruto diam diam tersenyum lebar. pandangan nya tentang Kakashi berubah


"Kak.. Pa... ayo berangkat" teriak Miyuki


*


*


*


*


*


Nande? Nande? Nande? apakah cerita Author menghibur para reders? semoga saja menghibur


Author minta maaf klo ada typo dan alur cerita yang berbeda dari sang pencipta karena Author hanya meminjam karakter nya saja


Author berterimakasih karena sudah menyempatkan membaca cerita Buatan Author, selalu dukung Author dengan like, comen, vote, and fav😉


Tunggu terus kelanjutan cerita Author


Jangan lupa rajin cuci tangan, hindari kerumunan, dan ingat apa yang dikatakan oleh orang tua


Maaf karena disini slogan Author menggunakan kata 'orang tua' bukan kata 'ibu' karena Author berfikir takutnya ada reders yang tidak memiliki ibu dan Author takut membuatnya sedih teringat akan ibunya


(eh kok malah cerita//tepuk jidat)


Ya sekian dari Author


PAPPAY 👋