
Kakashi POV
"coba tetua keluarga Mikoto tidak menulis surat wasiat mungkin aku tak akan melakukan ini" batin ku, yah menjadi ayah pasti melelahkan terlebih aku sudah terbiasa sendiri. Tapi ketika kakiku melangkah ke kediaman keluarga Mikoto bisa ku lihat seorang anak kecil berumur 5 thn mungkin... dia tengah melamun dan sesekali tersenyum getir dan sedih kembali
Ntah kenapa aku merasa tak suka melihat dia seperti itu tapi kutepis perasaan itu. Ku langkahkan kaki ku kearah nya dan memberikan surat dari Hokage-sama yang berisi bahwa bocah didepan ku akan menjadi anak ku
Kulihat dia melihat surat itu dengan bingung uh lucu sekali, hey apa yang ku pikirkan aku menggelengkan kepalaku dan kutatap lagi dia yang kini menatap ku dengan bingung kurasa dia bingung akan surat ini
"itu dari Hokage-sama" ucap ku datar kulihat dia mengambil surat itu dan membacanya, dan kemudian menatap ku
"kau ditugaskan penjadi papa ku?" tanyanya
"ya bisa kau anggap begitu" ucap ku asal, ku lihat dia kembali melihat tulisan itu dan kembali menatapku
"Anda tak perlu menjadi papa ku, ku rasa aku tidak apa apa seperti ini" ucapnya membuat ku terkejut
"jika kau keberatan lebih baik tak usah, dan pergilah" lanjutnya kepada ku
"eh.." belum sempat diriku menjawab dia sudah memotong ucapan ku
Kakashi POV end
"eh..."
"kulihat anda keberatan, jadi anggap itu tak terjadi biar aku berbicara kepada Hokage-sama agar membatalkan ini. Anda boleh pergi" ucap Miyuki kemudian berlalu pergi ke kamar yang tak rusak karena Miyuki menolak untuk pindah ketempat lain bahkan di rumah sepupunya 'keluarga Uchiha'. Alasannya adalah
"aku hanya ingin mengingat kenangan indah bersama keluarga ku walau bukan keluarga asli ku" ucap Miyuki dan melanjutkan kata kata terkakhir di hati nya
"kenapa aku merasa sedih, mungkin aku hanya kasihan padanya" batin Kakashi yang melihat Miyuki pergi menjauh
"karena sudah terjadi, lebih baik aku pergi" pikir Kakashi
~
~
Sudah beberapa hari ketika adegan surat tersebut Kakashi sempat datang kembali akibat paksaan dari teman temannya, tetapi Miyuki menegaskan bahwa ia bisa hidup sendiri dengan mandiri. Kakashi hanya mengangkat bahu kemudian pergi
Tetapi kali ini ia terdiam ketika melihat Kakashi yang duduk tertidur di bangku samping pintu keluarnya terlintas dibenaknya tentang percakapannya dengan Hiruzen sang Hokage desa Konoha
Mengingat apa yang dikatakan Hiruzen membuat Miyuki menghela napas kasar, apakah aku bisa mempercayai nya pikir miyuki kemudian ia melewati Kakashi dengan berjalan pelan sangat pelan tetapi kemudian mata Kakashi terbuka
"aku lelah sekali menunggu mu" ucap Kakashi mengusap matanya, meskipun menunggu 15 menit membuat ia kelelahan
"kenapa kau menunggu ku?" tanya Miyuki
"karena... kau anak ku" ucap Kakashi bingung. ucapan Kakashi membuat semburat rona merah dipipi Miyuki karena malu
Kakashi yang melihat hanya tersenyum kecil dibalik maskernya dan mendekat kearah Miyuki kemudian menggenggam tangan Miyuki, membuat sang empu yang digenggam terkejut
Kakashi tersenyum jahil melihat reaksi Miyuki anak angkatnya
"kau mau ku gendong?" ucap Kakashi
"eh tidak perlu tuan..."
"papa"
"eh ya?..."
Kakashi mendekatkan wajahnya "panggil aku papa" ucap Kakashi
Pipi Miyuki kembali memerah malu dan melepaskan tangan Kakashi kemudian berlari dan berkata "baiklah papa, ayo pulang"
Kakashi mengangguk dan tersenyum senang karena Miyuki kembali tersenyum ceria, kemudian ia menyusul Miyuki yang sedang berlari
*
*
*
*
*