
WARNING! TOLONG GUNAKAN SEDIKIT PERASAAN
Miyuki berlari, ia terus berlari hingga berhenti disebuah hutan yang sering ia gunakan untuk latihan
Ia terduduk lemas, ia menangis dalam diam
"Mengapa Kami-sama? mengapa aku sangat susah mendapatkan kasih sayang yang tulus? mengapa? hiks" Air matanya jatuh dengan sendirinya
"yang ku butuhkan hanya sedikit cinta yang tulus dalam kehidupan ku"
"Kasih sayang yang menerangi kegelapan dalam hati ku, dan memperbaiki hati ku yang terluka"
"Yang menggenggam tangan ku agar aku bangkit dari kehancuran ku"
"Mengapa sangat sulit Kami-Sama? mengapa ketika aku sudah percaya namun mereka menghancurkannya? mengapa"
"aku tak ingin merasakan hal seperti ini lagi Kami-Sama"
"Dulu aku sangat tidak bisa berteman dekat dengan siapa pun, Namun sekali aku merasa sudah dekat... Mereka membuang ku...
Mereka membuang ku seperti sampah, membuang ku begitu saja. Padahal... aku sudah sangat baik kepada mereka Tapi...
Akh... memikirkan kembali membuat ku tambah kesal" Keluh Miyuki
Ia tak menyadari ada yang memandangnya dari kejauhan
"Miyuki~" panggilnya kepada Miyuki
Miyuki segera menghapus air matanya ketika mendengar suara yang terdengar familiar, Ia segera berdiri dan berbalik. Menampilkan senyum manisnya seolah olah tak terjadi sesuatu
"Oh.. Kakak datang untuk latihan ya" ucap Miyuki dengan senyum manisnya
"hmm" gumam Itachi, ia sedih ketika melihat Miyuki yang tersenyum manis menyembunyikan kesedihannya
Yap.. ketika mendengar suara lonceng bunyi pertanda Miyuki ada di tempat latihan ia dengan senang segera pergi menemui Miyuki, berharap mendapatkan senyum manis yang cerah. Namun ketika sampai ia mendapati Miyuki yang menangis, keadaan Miyuki membuatnya ikut merasakan hal yang sama
Memang benar Miyuki tersenyum manis padanya saat ini, tapi senyum itu membuatnya tambah tergores. Ia tak tega melihat sang berlian baginya menangis, ia tak sanggup
Dengan segera Itachi menarik Miyuki kedalam pelukannya namun sebelumnya ia menyamakan tingginya dengan Miyuki
"Menangis lah jika ingin menangis, jangan di tutupi itu membuatku sakit" ucap Itachi dengan lirih, ia memeluk Miyuki dengan erat menyalurkan perasaan hangat nya
"Mereka.. mereka..."
"Shut... aku tahu, aku tahu" ucap Itachi dengan mengusap lembut punggung Miyuki
"aku pun tak tahu" lirih Itachi
"ini sangat menyebalkan hiks... mereka sudah membuat ku terluka hiks.. tapi.. tapi aku tak bisa membenci mereka.. ini sangat menyebalkan.. Aku tak ingin menemui mereka kak hiks..." ucap Miyuki dengan sesenggukan
"ini lah yang tak aku suka Miyu~ kau selalu tak bisa membenci seseorang walau sudah menyakiti mu" batin Itachi dengan sedih
"Bagai mana jika kau pergi bersama ku? kita pergi dari sini, kau mau?" tanya Itachi
"Jika aku pergi apa kah ia (Kakashi) akan mencari ku? apakah ia akan merasakan kehilangan atas perginya diri ku? akan kah ada sedikit penyesalan dihatinya karena telah melukai ku?" batin Miyuki bertanya tanya
"Namun sepertinya tidak:)" batin Miyuki
"Baiklah aku mau" ucap Miyuki
"Nah.. sekarang jangan sedih lagi oke, aku akan menjemputmu ketika malam hari agar Tak ada yang tahu" ucap Itachi dengan mengusap air mata Miyuki
"hg.." angguk Miyuki
"kalau begitu aku antar kau pulang dulu oke" ucap Itachi dengan menggenggam tangan Miyuki. Mereka pergi dengan Itachi yang terus menggenggam tangan Miyuki
*
*
*
*
*
Hi reders 👋
Apa kabar? Author minta maaf karena jarang up
Author Minta maaf klo ada typo dan alur cerita yang berbeda dari sang pencipta karena Author hanya meminjam karakter nya saja
Rajin cuci tangan, hindari kerumunan, dan ingat apa yang dikatakan oleh orang tua
Sekian dari Author
PAPPAY 👋