
Walaupun keadaan rumahnya ramai, Kakashi harus mengakui bahwa ia menyukai suasana saat ini. Tidak ada yang bisa menghancurkan mood baiknya di pagi ini, termasuk teriakan sebal putrinya yang berada didepannya
~
"PAPA!" teriak Miyuki kemudian mengambil nafas
"papa bangun!! hari ini ada panggilan dari Hokage-sama. Papa harus pergi kesana dari 10 menit yang lalu" Teriak Miyuki
Kakashi mencoba membuka mata, menyingkirkan penutup kuping (hal yang sudah dipersiapkan kalau putrinya akan meneriaki nya seperti hari ini) yang ia gunakan tadi malam dan melirik jam dilebari kecilnya. Memang ada banyak hal berubah semenjak Kakashi bersama Miyuki, namun bukan berarti kebiasaan terlambat itu hilang dari nya
Tersenyum puas melihat Kakashi yang sudah bangun kemudian menyeretnya kekamar mandi. Miyuki berjalan keluar dan berkata "aku pergi kerumah Sasuke nii-chan ya"
Kakashi mengangguk didepan cermin wastafel, kelupaan jika sedang di kamar mandi
"kau sudah makan?" tanya Kakashi
"sudah kok" suara Miyuki perlahan mengabur pertanda ia sudah pergi
Miyuki sendiri sangat bersemangat pergi ke tempat Sasuke uchiha, kakak laki laki yang berumur tidak jauh darinya itu sangat sayng kepadanya. Ia ingat seberapa kesalnya Naruto karena Sasuke tidak memperbolehkannya bermain bersama Miyuki
Saat Miyuki berjalan melewati taman di dekat Danau, ia melihat melihat Naruto yang duduk di tangga dan menyendiri dari teman teman yang lain. Kebingungan Miyuki memutuskan mendekati Naruto dan betapa terkejutnya ia
Naruto Uzumaki. Anak kecil yang keras kepala dan teman bermain yang menyenangkan itu menundukkan kepalanya menahan tangis, Matanya berkaca kaca
"Naru...?" Naruto menoleh dan benar saja ia menangis
"Na..Naru?"
"oh kau ternyata hehe" tersadar Miyuki berdiri didepannya, Naruto segera menghapus air matanya sembari berdoa agar adik kecil didepannya tidak melihat air matanya dan berusaha tersenyum selebar mungkin
Miyuki memeriksa wajah Naruto jelas sekali ia melihat air mata dari teman kakaknya ini
"dia seperti ku kala itu" batin Miyuki
"kakak tidak apa?" tanya Miyuki
Naruto terdiam. Terlahir tanpa keluarga membuatnya terbiasa akan kesepian, warga desa pun membencinya dan menjauhinya seperti sumber kesialan. Namun anak kecil didepannya memanggilnya kakak dan menatapnya khawatir. Bukan tatapan kebencian yang selama ini ia dapatkan. Air matanya kembali menggenang
"kendali kan diri mu bodoh, laki laki tidak boleh menangis" batin Naruto mencoba sekuat mungkin untuk terlihat tegar
Tapi percuma saja, air matanya tetap menggenang. Membuat Miyuki panik, tidak tahu harus berbuat apa. Kemudian ia mengambil sapu tangan yang berada di saku celana nya dan menghaous air mata Naruto pelan
"*hei lihat!! anak aneh itu menangis didepan perempuan"
"padahal kata papa ku anak laki laki itu tidak boleh menangis loh..."
"kan dia tidak punya papa"
"pantas saja dia tidak tahu*"
"sudah tidak punya papa, mama. dia juga tidak punya teman..."
"Siapa yang bilang tidak ada teman! ada aku temannya!!" teriak Miyuki yang sudah geram akan perkataan anak anak tersebut
"Dan aku pun temannya! kalian bilang apa tentang teman ku?"
Suara langkah kaki terdengar, Naruto dan Miyuki menoleh, melihat Sasuke uchiiberjalan kearah mereka
Anak anak yang mengejek Naruto kaget karena Miyuki dan Sasuke membela anak aneh didepan mereka
Miyuki tersenyum lebar saat melihat kakaknya datang kearah Naruto dan memegang pundaknya
"Dobe, kau tidak menganggap ku teman ya?" tanya Sasuke memutar bola mata malas
Naruto terdiam, tak mampu membalas. Ia hanya bisa menatap Sasuke tanpa ekspresi
"sudah jangan melihat ku seperti itu" ucap Sasuke menghela nafas kemudian memukul kepala Naruto
"seharusnya kau tidak datang kesini, disini banyak anak pecundang" ucap Sasuke
mendengar itu anak anak yang mengejek Naruto pergi dengan kesal. Tidak pernah menbayangkan Uchiha Sasuke datang membela anak aneh itu
*
*
*
*
*
Hi 👋
Nande? Nande? Nande? apakah cerita Author menghibur para reders? semoga saja menghibur
Author Minta maaf klo ada typo dan alur cerita yang berbeda dari sang pencipta karena Author hanya meminjam karakter nya saja
Author berterimakasih untuk yang sudah menyempatkan membaca cerita buatan Author
Tunggu terus kelanjutan Cerita Author
Dan Jangan lupa rajin cuci tangan, hindari kerumunan, dan ingat apa yang dikatakan oleh orang tua
Sekian dari Author
PAPPAY 👋