
Beberapa hari kemudian
Di konoha
Semua berjalan dengan lancar namun bagi sebagian orang tidak, Kehilangan cahaya kecil membuat kehidupan mereka ikut hilang seolah olah cahaya tersebut sebagian dari hidup mereka
Dan Kini orang orang tersebut tengah melamun berkumpul bersama di bawah pohon yang rindang
"Bagaimana ini? ini sudah sangat lama Miyuki menghilang, aku ingin dirinya" ucap Lee dengan sedih, ia menekuk wajahnya kecewa
"entah lah, aku juga merindukan ia" ucap Sakura dengan memandang daun pohon di atasnya karena saat ini ia tengah berbaring menikmati angin yang menyejukkan namun terasa kesepian
"benar,, kenangan dirinya masih terus berputar di memori ku" balas Ino yang ikut merebahkan diri
"i-iya,, aku juga merindukan ia" ucap Hinata dengan sedih
Dan yang lain pun ikut merasakan sedih
"di mana kau Miyu,, aku merindukan mu" Batin mereka
"aku masih ingat perkataannya pada ku kala itu" ucap Sakura yang mendapati memori tentangnya tiba tiba
"saat itu ia berkata pada ku begitu jelas
_Jangan pernah membandingkan dirimu dengan orang lain, karena mata hari dan bulan akan bersinar saat waktunya tiba_
aku masih sangat ingat dengan ucapannya itu dan dia berhasil..."
"dia berhasil membuat ku percaya diri, namun mengapa ia harus pergi? mengapa?" lirih Sakura
"ini semua karena nya!!"
"ah.. aku juga ingat ia pernah mengatakan ini
_Kita adalah makhluk yang suka menyalahkan dari luar, namun tidak menyadari bahwa masalah biasanya dari dalam_
dan yah... ia benar..."
"ia sangat benar dan sekarang itu terjadi,, aku sempat tak percaya akan hal ini. Namun ini semua sudah terjadi" ucap Chino dengan memandang langit kemudian menutup mata sesaat
"dimana kau Miyu.. Mengapa kau selalu datang didalam imajinasi ku, dan itu sangat begitu jelas. Namun,, ketika aku mengulurkan tangan ku kau menghilang" Batin Shikamaru yang ikut kedalam kesedihan,, mengingat Miyuki yang selalu datang kedalam Mimpinya
Seorang Gadis kecil duduk didekat jendela kamarnya, menikmati angin yang menerpa wajahnya. Sebuah perasaan rindu dan kesedihan berhasil masuk kedalam perasaannya, membuatnya memandang sendu kearah langit yang ia tatap
Seseorang yang sedari tadi memperhatikan dirinya segera menghampiri karena sudah tak kuat menatap sang gadis yang terlarut dalam kesedihan
Menepuk pundak sang gadis membuat gadis tersebut menetralkan ekspresi dan perasaannya, berbalik menatap pemuda yang penepuk pundak nya
"Kenapa kak?" tanya Sang gadis
"Kenapa bersedih Miyu? Teringat mereka?" tanya Itachi kepada Miyuki
"aku tak apa, aku tak sedih kok" ucap Miyuki dengan menampilkan senyum manisnya
Itachi memandang datar senyum Miyuki, ada rasa sakit di hatinya saat menatap senyum manis tersebut
"Berhentilah berbohong Miyuki" Bentak Itachi yang jengah dengan adiknya itu
"m-maksud kakak?" gugup Miyuki
".... Mau sampai kapan kau berbohong? aku tahu kau tak baik baik saja Miyu. Dengan kau berbohong seperti ini kau kira aku tak tahu?
Kamu selalu bilang 'ga papa', tiap ditanya jawabannya selalu 'baik baik saja' padahal aku tahu kamu menyimpan banyak luka" Ucap Itachi datar, Memandang Miyuki yang sudah bergetar
Ia memeluk Miyuki, tak tahan menatap gadis kecil nya menahan tangis yang akan turun
"Hei,, Tenang. Tak apa, Tidak masalah untuk tak terlihat baik baik saja. Kamu tak perlu Menjalani hari dengar topeng kebahagiaan palsu, hingga saat dibuka kamu menyimpan banyak luka sendirian" ucap nya dengan lembut
"Aku sayang kepada mu Miyu,, aku tak suka kau larut dalam kesedihan. Kamu tak sendiri, ada aku disini" lirih Itachi yang masih terus memeluk Miyuki, menyalurkan perasaan hangat padanya
*
*
*
*
*