Shinobi: Hope

Shinobi: Hope
Episode 66



Keesokan harinya, Masalah kemarin telah usai. Kini mereka duduk di meja makan bersama dengan Miyuki juga tentunya


Setelah masalah kemarin hukuman Miyuki di lepas, mereka juga tak tega membiarkan Miyuki merengek meminta lepas dari hukuman tersebut


Setelah acara makan bersama kini mereka duduk diruang keluarga


"Em... kak~" panggil Miyuki pada Itachi yang tengah mengusap rambut nya, karena Miyuki tengah membaringkan kepalanya di paha Itachi dan dengan senang hati Itachi mengusap lembut rambut kepala Miyuki


"Sampai kapan kau menyembunyikan nya?" tanya Miyuki dengan menatap mata Itachi


"maksudnya?" Itachi mengerutkan dahi nya bingung


"klan"


DEG...


Satu kata namun bermakna terucap dari mulut Miyuki


"em.. boneka kakak mana?" tanya Itachi sengaja mengalihkan pembicaraan


"jangan alihkan pembicaraan nya kak,, untuk boneka nanti aku berikan" ucap Miyuki yang kini sudah duduk menghadap ke arah Itachi


Puk Tepukan pelan di bahu Itachi


Itachi menatap Yahiko yang menepuk pundaknya. Yahiko mengangguk seolah memberi isyarat


"baiklah,, tapi bisakah kakak tahu kamu tahu dari mana?" ucap Itachi pada Miyuki yang di balas anggukan kepala oleh sang empu


"Kakak tahu kekuatan ku bukan? aku tahu dari itu..." jeda Miyuki melihat Itachi yang mengangguk


"Aku mulai menyadari dari mimpi yang tak berulang ulang lagi, lalu aku baru ingat perkataan paman jika itu kekuatan ku. Jika aku sudah tak memimpikannya lagi itu tandanya sudah terjadi, jadi kakak.... tolong beri alasan yang memuaskan" ucap Miyuki dengan terus menatap Itachi membiarkan orang orang menatap mereka dengan bingung


"em... Kakak terpaksa" lirih Itachi


"hm?"


"Dia memberi kakak pilihan antara desa dan Klan..."


"jadi??... kakak lebih memilih desa-?"


"ya, karena desa tersebut tempat kakak lahir dan tumbuh besar. Lalu sebelumnya juga ada kamu, dan kakak tak mungkin membiarkan kamu terluka" tunduk Itachi


"Jadi karena itu?" ucap Miyuki tanpa perasaan seperti hampa dalam ucapannya. Kosong tak ada suara yang terasa ceria atau sedih, hanya kosong. Yang membuat mereka tak tahu Miyuki mendeskripsikan seperti apa


"hg.." angguk Itachi tertunduk lesu kala mendengar nada bicara Miyuki


"kenapa..." suara kecil Miyuki nyaris tak terdengar


"hah?" Itachi mendongak menatap Miyuki yang kini tengah memandang dirinya kosong


"Kenapa kau melakukan itu!" teriak Miyuki membuat mereka terkejut


"kenapa Miyu?" khawatir Konan


"kenapa!? kenapa!?" teriak Miyuki


"Miyu~"


"kenapa kau memilih ku? aku tahu diri mu kak. pasti tak hanya itu alasan mu memilih desa-"


"ya! kerena ada kamu! kamu alasan kakak!! kamu alasan terbesar kakak. Tapi kenapa kamu seperti ini Miyu..." Potong Itachi


"Karena kakak salah!...."


Semua memandang Miyuki, apa yang ia ucap kan? salah dari mana? itu wajar karena ia berarti! tapi mengapa ia seperti ini?! Batin mereka bertanya tanya


Mereka terus memandang Miyuki


"Seharusnya kakak memilih klan kakak, karena di dalam situ ada keluarga kakak bahkan saudara kakak... Sedang aku,, aku bukan siapa siapa-"


"kau juga saudara ku Miyu,, kau adik ku.. Jangan lupakan itu" datar Itachi yang sudah tahu arah jalan pikir Miyuki


"Tapi tidak ada apa apa di dalam diri ku kak! bahkan terkadang aku benci diri ku sendiri~" lirih Miyu


"Aku benci diri ku! aku benci kekuatan ku! aku benci disaat aku sudah tahu apa yang akan terjadi namun aku tak melakukan apa apa" Miyuki menunjuk dirinya sendiri


"Aku hanya bisa bicara dan bertingkah seperti bisa melakukan apa saja!


Meski aku tak pernah melakukan apa pun tapi aku terus berbicara seperti seorang ahli...


Memang siapa aku ini? tanpa rasa malu aku bicara seperti itu!


Benar kan?!...


Aku hampa.. tak punya apa apa...


Tidak ada apa apa di dalam diri ku!


aku tau itu..." Miyuki terus meracau dengan menarik rambutnya bermaksud menghilangkan kata kata di kepalanya


"Seharusnya aku tak ada


Seharusnya aku pergi bersama ayah dan ibu


seharunya~" racau Miyuki


Grep


"Tenang lah Miyu.. kau sangat berarti,, kau sangat sangat berarti. jadi jangan bicara seperti itu lagi" dengan lembut Itachi berucap sembari memeluk Miyuki, bermaksud menenangkan dirinya yang terus merecok menyalahkan diri sendiri


"kata siapa kau tak melakukan apa pun? kau tahu Miyu?


Dari ucapan mu itu kami semua bisa tahu arti kehidupan, bisa tahu arti kebahagiaan. Secara tak langsung kamu menjadi secercah harapan kami" ucap Hidan yang sedari tadi diam


"kau itu malaikat ku Miyu, kau separuh jiwa kami. Yang menerangi kehidupan gelap kami, jadi tolong... jangan seperti ini,, terlebih kau membenci diri mu sendiri dan terus menyalahkan dirimu sendiri" ucap Yahiko dengan tersenyum lembut sembari mengelus Surai ungu milik Miyuki


"jangan terus seperti ini Miyu,, kau itu cahaya kami.. Jika kau tak ada, lalu siapa yang akan menerangi kehidupan kami?" ucap lembut Sasori (author lupa ngasih dialog buat Sasori hehe❎)


"Senyuman mu sangat manis,, sampai sampai kehidupan ku pun tak terasa pahit lagi.. Jadi Miyu,, mari bangkit bersama dan jangan lagi membenci diri mu" ucap Nagato dengan mengulurkan tangan


"Semua hal tentang mu itu berarti Miyu,, jadi jangan seperti ini lagi ya" senyum Manis Deidara dengan mengusap punggung Miyuki


"hg.." angguk Miyu dengan menggenggam tangan Nagato


"ternyata ada banyak orang yang bergantung pada ku lebih dari yang aku pikirkan.


Baiklah, aku akan melangkah lagi. Namun sebenarnya aku tak sekuat itu, namun tak apa. aku akan mencoba sebisaku sampai mereka menyuruh ku 'pergi'. Dan saat itu juga aku akan pergi


Pergi sejauh jauhnya... bahkan ketempat yang tak terpikirkan oleh mereka" Batin Miyuki tersenyum kecil


Percayalah,, ia belum sepenuhnya yakin dengan dirinya sendiri, namun ia akan terus berusaha


*


*


*


*


*


Hi reders πŸ‘‹


Apa kabar?


Aduh Mon maap ye, Author ngeblank. jadi segini dulu oke


Lain kali Author up lagi, doain aja Author up banyak hehe


Hm.. Author mo tanya anggota Akatsuki sebaiknya jadiin Abang/kakak atau orang yang suka Miyu?



Disini ada yang mau berpesan dengan siapa



1. Itachi\=



2. Kakashi\=



3. Yahiko\=



4. Deidara\=



5. Kisame\=



~~~β€’β€’~~~β€’β€’β€’~~~β€’β€’β€’β€’~~~β€’β€’β€’β€’β€’



Sekian dari Author



PAPPAY πŸ‘‹