
Miyuki berlari menjauh dengan sesekali mengusap air matanya yang menetes
Sungguh saat ini hatinya terasa hancur kembali
Sakit...
Sakit rasanya,, Ia memegang dada nya yang terasa sakit
Sungguh ia benci ini! ia sangat sangat benci.
Perasaan itu kembali hadir,, perasaan yang amat tak ia sukai
Hancur...
Perasaan yang terasa hancur
Orang yang sangat ia percaya ternyata ikut menghancurkan Perasaannya,, sungguh ingin rasanya ia hilang dari dunia ini
Dia ingin ketempat yang jauh,, tempat yang bisa membuatnya tenang.. dan tak tergapai kan
"Hiks..." tangis nya yang kesekian kali keluar
Ia duduk dan bersandar di pohon,, menutup wajahnya merendam suara Isak tangis
"dia tak mempercayai ku..." batinnya tersenyum lirih
"Mana?! mana bukti ucapannya yang kemarin!! Mana!!"
kecewa...
Ia kecewa... sangat,, sangat kecewa
Tap..Tap... suara langkah kaki mendekat,, membuatnya mendongak menatap siapa yang mendekat
Namun sayang,, pandangannya memudar. Ia tak tahu bentuk wajah orang didepannya karena hari yang menjelang malam
Pandangan nya menggelap... Dan kemudian gelap.. terakhir yang ia rasakan terbang seolah olah ada orang yang mengangkat nya
••••••••••-----••••••••••-----••••••••••
Disebuah ruangan,, Seseorang tengah tertawa kemenangan
"Haha... aku berhasil! aku berhasil menghilangkannya!!"
"Haha... tak ada yang berpihak padanya!! rencana ku berhasil"
"Sierra kau memang pintar... xixi" Yap Dia Sierra yang tengah tertawa senang membanggakan dirinya sendiri
"Miyu..Miyu.. sungguh dia manis tapi sayang,, dia harus ku hancurkan" ucap nya tertawa Jahat
"tak sia sia aku menolong Itachi saat itu hahaha" Tertawa kemenangan dengan sendirinya,, tak menyadari seseorang yang mendengar serta mengepal tangan dengan Kuat
Brak...
••••••••••-----•••••••••-----••••••••••-----
Tiga hari berlalu, Sepasang mata terbuka. Me-ngerjap ngerjap menyesuaikan cahaya, Menatap sekitar dengan bingung
"ini di mana?" Batin Miyuki penuh tanda tanya
"Sudah bangun"
Deg...
Suara ini... suara yang sangat ia kenal,, ia tertunduk menahan perasaan yang bercampur
"pa-pa" Lirih nya dengan segala perasaan yang ada
Nyut...
"Shit... perasaan ini" batin Kakashi dengan lirih
Suara ini... suara yang ia rindukan, namun ego nya terasa besar
"ya,, ini papa" ucap Kakashi dengan mendudukkan dirinya di samping Miyuki
"Kenapa..." cicit Miyuki nyaris tak terdengar
"Maaf.." ucap Kakashi penuh penyesalan
"Maaf kan papa,, papa salah.. Kau mau kan kembali bersama papa" lanjut Kakashi dengan mengusap lembut tangan Miyuki yang terlihat lemas, entah mengapa melihat Miyuki yang terbaring lemah membuat dadanya sakit
"Beri papa kesempatan kedua" ucap Kakashi penuh harap
Miyuki memandang wajah papanya yang terlihat sedih, walau hanya melihat matanya namun suara papanya itu terdengar penuh sesal
Haruskah ia memaafkan papanya? bisakah?
Ia takut...
"Papa mohon...~" mohon Kakashi
"em..." angguk Miyuki dengan lemah,, entah mengapa ia sangat lemas terlebih sulit rasanya mengeluarkan suara
Grep.. Kakashi memeluk Miyuki
"Terimakasih..." bisik Kakashi di telinga Miyuki
"sekarang kau makan dulu setelahnya istirahat lah" ucap Kakashi dengan mengusap lembut kepala Miyuki
Disisi lain
"tenang lah Itachi,, jika kau seperti ini bagaimana Miyuki bisa ketemu"
"hah.. Itu juga salah nya!" ketus seorang gadis a.k.a Konan
"Sudah lah Konan,, jangan di perpanjang" lerai orang yang bicara dengan Itachi tadi. Nagato.
"Konan benar,, aku salah" tunduk Itachi penuh penyesalan dan menerawang kejadian dimana ia tahu kebenaran
Flash back
Brak.. Suara pintu di dobrak
Plak..
"Kau!!" Marah Nagato setelah menampar Sierra
Buk... Di lemparnya Sierra sehingga terbentur meja ruang tengah
Semua orang langsung berdiri
"apa yang kau lakukan!" pekik Itachi
"APA!" Marah Nagato
"Kau mau membelanya lagi!" lanjut Nagato penuh amarah
Semua diam,, baru kali ini mereka melihat Nagato yang sangat marah
"Karena dia! Miyuki ku pergi! karena dia Miyuki ku entah kemana!"
"apa maksud mu!" ucap Konan penuh tanda tanya,, ya Konan baru kembali dari misi. ia tak tahu apa yang terjadi, ia tak melihat Miyuki ia kira Miyuki tidur di kamar nya
"dia -Menunjuk Sierra yang meringis kesakitan- menjebak Miyuki!" marah Nagato
"hah?" semua orang diam
"aku mendengar nya sendiri, dia yang merencanakan semua ini. Dan dia sengaja melukai dirinya! dia yang menyebabkan Miyuki pergi entah kemana" ucap Nagato dengan menenangkan diri sendiri
Plak..
"berani nya kau!!" marah Konan setelah menampar Sierra
"hah.." tunduk Itachi jatuh terduduk, ia menatap tangannya. Tangan yang menampar Miyuki, Ia menyesal
"bu-bukan aku" gugup Sierra
"berhenti beromong kosong" ucap Nagato yang emosi tersulut lagi namun ia mencoba menahannya
"sudah ku duga,, aku tak melihat bercak darah di tangan Miyuki atau pun di pakaiannya. Jika ia yang menusuk Sierra seharusnya darah ada di Miyuki juga, setidaknya di tangannya" Ucap Sasori dengan santai namun tak bisa di pungkiri jika pikirannya penuh dengan Miyuki
"ya! aku merencanakan semua ini,, aku ingin dia hancur.. aku ingin dia mati" Ucap Sierra yang tak bisa menyangkal ucapan Sasori jadi ia memilih jujur
Bugh... Srek...
"itu balasan jika menyakiti Miyuki" ucap Nagato setelah memukul dan memotong kepala Sierra
Semua orang diam... begitupun Itachi yang terus tertunduk menatap tangannya
"Miyu..." lirih nya
"aku.. aku salah,, aku membentak dan menampar nya,, aku menyuruh nya pergi.. aku~"
Bugh...
"Bajingan!" marah Konan yang mendengar ucapan Itachi
"Bodoh! kau menampar dan membentaknya tanpa menunggu penjelasannya. BANGS*T!!"
Bugh...
Konan pergi keluar setelah memarahi dan memukul Itachi,, masa bodo dengan kondisi Itachi yang penting sekarang adalah Miyuki
Flash back off
"Syukur jika kau merasa" ketus Konan kembali,, dirinya masih marah dengan apa yang terjadi dengan Miyuki
"Sudah lah... hari menjelang malam,, kembali ke kamar kalian. Istirahat, besok kita cari Miyuki kembali" ucap Yahiko dan berlalu pergi
*
*
*
*
*
Hi reders 👋
Author kembali dengan membawa cerita Miyuki
Semoga ceritanya masih menghibur hehe
Author Minta maaf klo ada typo dan alur cerita yang berbeda dari sang pencipta karena Author hanya meminjam karakter nya saja
Sekian dari Author
PAPPAY 👋