Shinobi: Hope

Shinobi: Hope
Episode 72



 


"*aku tak mau apa pun, aku tak mau melakukan apa pun. Aku ingin menghilang seperti tidak pernah ada*"


\*


\*


Mengira seseorang ketika hilang itu menyakitkan. Layaknya menatap abu yang sudah dibawa angin


Aku kehilangan dia~


Mereka menyesal tanpa sempat meminta maaf.


Terbayang sosoknya yang selalu ceria tanpa tau dia juga manusia.


Sampai hal yang menyangkut kematian pun tidak ada yang menyadari...


Dia lelah~


Tidak ada yang tau tangisan di setiap malam nya, hingga yang tersisa hanyalah penyesalan besar.


Kata 'maaf' seakan menjadi saksi bahwa takada kesempatan untuk memperbaiki hati yang sudah retak dua kali


 


~Ruangan Miyuki~


Hening~ Semua diam sampai sebuah suara seseorang yang sedari tadi diam keluar


"Dia hebat" Semua orang memandang Kisame yang mengeluarkan suara, namun Kisame hanya memandang lurus kearah Miyuki yang terbaring di atas ranjang rumah sakit


"mengapa dia harus memendam rasa yang selama ini ada hanya untuk kita yang tak ada apa apa nya?" pertanyaan terlontar dari mulut Kisame yang membuat semua orang diam


"kenapa aku baru tahu jika dia memikul beban yang begitu berat? kemana saja diri ku? kemana saja kalian?" (Author ngetik sambil nangis hiks❎)


"dia.. dengan mudah nya menahan diri untuk selalu terlihat baik baik saja.


Walaupun aku, kita semua sengaja membuatnya marah. Tapi dia berusaha menahan dirinya


Dia khawatir akan menyakiti hati kita, tapi kita...~


Dia tidak mudah meluapkan kemarahannya,,


Tidak ada~


Tidak ada yang seperti dia


Tanpa dia bagaimana kita..


Semakin aku tahu tentang nya, aku semakin merasa dia luar biasa


Dia sangat bertanggung jawab, Dia sangat tulus dan baik


Tapi.. mengapa banyak sekali beban yang harus di tanggung nya?


Orang yang tulus seperti dia mengapa harus merasakan hal ini?


Dia sangat menyayangi kita, sampai dia lupa bagaimana cara menyayangi diri sendiri" Kisame diam dengan pandangan kosong, mengetahui beban pikul yang begitu berat untuk anak seusia Miyuki


"yah.. dia sangat luar biasa"


***


Konoha


~Kakashi POV~


Aku duduk diam, termenung memikirkan Miyuki


Kata kata itu terngiang ngiang dipikiran ku, aku menyesal. Aku ingin dirinya, namun satu sisi ego ku terlihat kembali


Ego ku mengatakan jangan pedulikan dirinya


"Kenapa diam saja?" sentak seseorang didepan ku


"eh.. tidak" dengan cepat diri ku menjawab


"kau memikirkan diri nya?"


"tidak Hokage-sama"


"ingat ini Kakashi, kau jangan pikirkan dia. yang harus kau pikirkan ada lah membawanya kehadapan ku"


"tapi.." cicit Kakashi nyaris tak terdengar


"ingat Kakashi, di masa yang akan datang dia yang menghancurkan desa ini"


"maaf Hokage sama, anda selalu mengatakan itu boleh aku tahu kau mengetahui itu dari mana. Bukan kah waktu mendatang itu sulit untuk di ketahui, apa lagi untuk anak seperti Miyuki terasa tidak mungkin" duh.. Kenapa aku bisa mengatakan hal itu? tapi ada benarnya juga


Bagai mana dia bisa tahu dengan apa yang akan terjadi di masa mendatang, terlebih Miyuki itu anak yang baik. Terasa tidak mungkin jika Miyuki menghancurkan desa ini, bahkan dunia


"kau tak perlu tahu, yang perlu kau tahu jalani saja perintah ku" Hokage sama dengan lugas menjawab pertanyaan ku


"baik lah" pasrah ku dan berlalu pergi dari ruangan itu


~Kakashi POV end~


"maaf, aku belum bisa menceritakannya" batin Hiruzen


*


*


*


*


*


Hi reders 👋


Apa kabar?


Maaf ya Author baru up sekarang, Author banyak kesibukan


"kek org penting aja"-Deidara


"shut diam!"-Author


em... Gimana ceritanya? apakah masi menghibur para reader? ih pasti pada rindu Miyuki kan


maaf banget ya Author baru bisa up, soalnya kadang pas mau up ada aja kendalanya terus kadang mood Author nya jg g mendukung


Oke segini dulu cakap" dari Author


Tunggu terus kelanjutannya ya, dan maaf sekali lagi


dan mohon maaf Jika cerita yang berbeda dari sang pencipta karena Author hanya meminjam karakter nya saja


oh ya,, Jan lupa protokol kesehatan ya. Harus jaga diri dan kesehatan okey


Sekian dari Author


PAPPAY 👋