Shinobi: Hope

Shinobi: Hope
Episode 69



Seminggu berlalu, Miyuki Tinggal bersama Kakashi


Tinggal di sebuah rumah, di tengah hutan -sementara-


Kakashi memilih tinggal di sana sementara, untuk menunggu proses Miyuki sembuh dari sakitnya. Dan lima hari yang lalu Miyuki sudah sembuh, namun Miyuki masih ingin di hutan tersebut. Jadi lah mereka masih berada di sana


Hari hari mereka lalui bersama, terkadang saling canda dan tawa. Namun entah sampai kapan tawa itu ada (Hanya Author yang tahu muehehehe❎)


"Miyuki senang...."


Beralih dari Miyuki,, Itachi dkk pun selama seminggu ini terus mencari. Terkadang mereka bertemu dengan musuh di tengah jalan, Namun mereka tak akan pernah menyerah walau bahaya menghadang sekali pun


Karena sudah terlanjur,, perasaan sesal menyelimuti mereka sampai mereka tak memikirkan keadaan mereka. Namun terkadang mereka akan saling menguatkan,,


ya! itu harus


Saling menguatkan itu harus, agar mereka tak menyerah di tengah jalan


Dan kini mereka tengah berdiri di balik pohon dekat dengan jurang, mereka diam. Satu pandangan yang mereka tuju, seorang gadis yang amat mereka kenal berdiri di ujung jurang tersebut dengan seorang lelaki dewasa yang tak jauh berdiri di depannya


•••••••••••••••••••••••••••••


Miyuki. Kini ia duduk di kamar nya, Baru saja dia bangun dari tidur siang nya. Menatap sekeliling namun tak ada siapa siapa Kemudian berjalan ke dapur mengambil minum


Samar samar ia mendengan suara sang papa -Kakashi- tengah berbincang entah dengan siapa, merasa penasaran ia memilih mendekat Tak lupa sesekali meminum segelas air yang ia pegang


Beralih ke Kakashi


"Kau di tunggu oleh Hokage -Sama" --?


"Tenang,, kata kan padanya aku akan segera kesana. Tunggu saja" ucap Kakashi santai


"Dimana Dia?" --??


"Dia sedang tidur di kamar nya" ucap Kakashi


"Bodoh! mana mungkin Dia bisa menemui kita jika bocah itu ada. Bisa bisa bocah itu tahu segalanya" --?


"Namanya juga bertanya,, basa basi gitu" --??


"basa basi mu basi" timpal Kakashi


"hih-!" 'ingin ku cekik rasanya' --??


"Kau masih bersandiwara?" --?


"ya" balas Kakashi dengan malas


"jangan sakiti dia lagi,, hati nya lembut" balas -??- yang masih memiliki hati nurani


Agh.. sebenarnya ia itu salah satu fans Miyuki namun takdir mempersulitnya


"......" Kakashi


"Kau masih tak menyayangi nya? tak berarti begitu?" tanya -?- yang sepertinya agak unggul dalam berfikir


"buka lah hati mu,, buka lah sedikit saja(bernada eui❎)" ujar -??-


"....." 'aku tak bisa, aku takut ketika aku sudah menerimanya aku tak bisa menentang perintah Hokage -sama' batin Kakashi


(Cemen-_-❎)


"sudah lah, kami pergi jangan lupa bawa dia" ucap -?-


"dah~" --??--


"kekanakan-_-"


Setelah memastikan dua rekannya tadi, ia berbalik berniat untuk masuk. Namun terhenti setelah melihat gadis kecil di depannya yang terdiam


Miyuki. ia diam mematung mendengarkan, ia dengar semuanya


Agh... lagi lagi hatinya yang merasakan ckck


"agh..haha,, lagi lagi aku tertipu" kekeh Miyuki tiba tiba


Dia tertawa. Tertawa meratapi nasib nya.


Tawa yang tersirat akan kesedihan yang dalam (melow ati Author, padahal Author sendiri yang nulisㅠㅠ❎)


"Mi..yu" panggil Kakashi dengan suara tercekat, entah mengapa ia merasa Dejavu dengan kejadian tersebut


"DIAM!!" pekik Miyuki


Hening... tak ada yang bersuara


"haha... aku bodoh,, aku bodoh mempercayai mu kembali


kau tahu?! aku selalu berpikir tentang ini, tentang kau yang mencari ku. Pikiran itu selalu ada di pikiran ku


setalah aku pergi meninggalkan papa, apakah papa mencari ku? apakah papa akan merasakan kehilangan atas perginya diri ku? akan kah ada sedikit penyesalan dihatinya karena telah melukaiku?" jeda Miyuki


"ckck,, ternyata aku salah. Kau justru masih sama. Naif sekali diriku haha" tertawa hambar akan dirinya sendiri. Ia tertunduk menahan Isak tangis yang akan turun


"Ma-af"cicit kakashi


"agh!! sudah cukup!! sudah cukup aku seperti ini! aku lelah..." ucap Miyuki dan berlari menjauh, tertinggal Kakashi yang masih diam mematung. Sesaat kemudian tersadar dan segera berlari mengejar Miyuki


Sepertinya kebodohan memasuki dirinya, padahal ada kekuatan yang ia punya. Namun mungkin kepanikan melandanya


*


*


*


*


*