
Itachi membuka pintu tersebut, mata nya terbelek kaget
"Banyak sekali bukunya" batin Itachi menatap buku yang berjajar rapi dirak
"bagai mana aku bisa menemukannya jika bukunya saja sebanyak ini" gumamnya
"aku lelah..." keluhnya namun ia masih melanjutkan jalannya mencari buku yang ia cari hingga matanya tertuju pada Buku yang dibaluti kain merah
"apakah itu buku yang aku cari" batinnya
"mungkin saja, kan belum di periksa" gumamnya kemudian ia berjalan mendekati buku tersebut
ia membuka kain tersebut, pertama kali yang ia lihat adalah judul buku yang berjudul Sejarah
Ia membukanya beberapa saat kemudian
"Oo.. begitu" gumamnya paham entah apa yang ia pahami
"aku sudah menemukan jawabannya, sebaiknya aku pergi" batinnya dan berlalu pergi namun baru beberapa langkah matanya tertuju kepada buku yang menarik perhatiannya
Ia mengambil dan membacanya betapa terkejutnya ia membacanya karena.....
~
~
Beberapa hari kemudian terdapat seorang gadis mungil yang tengah duduk di depan rumahnya
"Aku bosan" keluh Miyuki, seseorang mendekatinya dan menepuk pundaknya
"Kamu kenapa hm?" tanya Itachi yang sedari tadi melihat Miyuki melamun dan sesekali menghela nafas
"Aku bosan~ bagai mana jika kakak menemaniku bermain" ucap Miyuki dengan menatap Itachi, sedang kan Itachi tampak sedih mendengar ucapan Miyuki
"kakak kenapa sedih?" tanya Miyuki disambut gelengan oleh Itachi
"Emm.. kakak tak bisa menemani mu bermain, maaf kan kakak ya. Kakak harus pergi, kakak ada urusan diluar" ucap Itachi dengan mengusap lembut kepala Miyuki
"yah... baiklah, Tapi kakak akan pergi berapa hari?" tanya Miyuki dengan menatap Itachi
"Em.. mungkin sekitar dua atau tiga hari" ucap Itachi Ragu
"baiklah.. aku akan menunggu kakak" ucap Miyuki dengan sedih karena tak ada yang menemaninya bermain
"Maaf ya~"
"ya sudah kakak harus pergi" ucap Itachi dan berlalu pergi
Sedang Miyuki, ia sedih tak ada yang menemaninya bermain. Karena bosan ia pergi kehutan berniat mencari udara segar untuk menenangkan pikirannya
Tak perlu dikhawatirkan karena ia mudah mengingat jalan, namun terkadang ia memberi tanda sapa tahu ia tersesat nanti
Ia berjalan terus berjalan menelusuri hutan yang tampak menyeramkan namun tak membuat Miyuki ketakutan
Hingga ia berhenti di perbatasan desa
"Desa Sunagakure? apakah aku terlalu jauh melangkah sampai menemukan desa? tapi aku merasa familiar dengan nama desa tersebut" batin Miyuki bertanya tanya
Tak ambil pusing ia memasuki desa tersebut namun ia di hadang oleh penjaga desa disana
"em.. adik kecil, siapa nama mu? dan mau apa kesini, apakah kau bersama orang tua mu?" tanya penjaga yang menghentikan langkah kaki Miyuki
"emm.. paman aku Miyuki, aku kesini sendirian dan aku ingin membeli beberapa makanan" ucap Miyuki
"Em.. orang tua mu dimana?" tanya penjaga
"Orang tua ku sudah tidak ada, aku tinggal bersama kakak" ucap Miyuki dengan menunduk membuat penjaga itu merasa bersalah
"eh.. maaf kan paman, paman tak tahu. Tapi dimana kakak mu" ucap penjaga dengan tak enak hati
"tak apa paman. kakak ku, dia sedang ada keperluan" ucap Miyuki dengan senyum manisnya membuat penjaga tersebut makin tak enak hati (dikasih bumbu biar enak wkwk❎)
"Tapi kamu tidak bisa masuk" ucap penjaga membuat Miyuki sedih
"Kenapa?" tanya Miyuki
"Karena...
*
*
*
*
*