
Keesokan harinya
Terdapat pemuda bersurai merah tengah berdiri di depan pintu rumah yang terletak di tengah tengah hutan
Pemuda tersebut adalah Gaara. Pemuda ber-elemen pasir berasal dari Sunagakure
Tok...Tok...
Gaara mengetuk pintu, Namun tak ada sahutan dari dalam. Mengulangi ketukan tersebut beberapa kali hingga ketukan ke lima kali masih saja sama. Tak ada yang menjawab.
Krek....
Gaara membuka pintu tersebut yang ternyata tak di kunci. Merasa geram sebentar –karena sudah mengetuk pintu berulang kali– Gaara melangkahkan kaki memasuki rumah tersebut
"mengapa sepi sekali?" batin Gaara sambil melihat lihat ruang tamu siapa tahu ada orang pikirnya
"Miyuki...." Panggil Gaara dengan suara yang agak keras
"Mengapa dari tadi tak ada sahutan?" Batinnya bertanya tanya
Gaara Berhenti berjalan ketika berada di depan kamar Miyuki
Tok...Tok... Gaara Mengetuk pintu Kamar Miyuki
"Miyu... apakah kau ada di dalam?" Tanya Gaara, namun tak ada yang menyahut
Tok...Tok... Gaara mengetuk pintu kembali
"Miyu..." panggil nya lagi
"apakah terjadi sesuatu padanya" Batin Gaara panik, dengan segera Gaara membuka pintu. Dan yang dapatkan adalah Kosong, Kosong tak ada orang didalam
Gaara melangkah kan Kaki nya menelusuri Kamar Miyuki dan tak ada seorang pun yang ia dapati
Karena matanya Yang jeli, Gaara melihat kertas kecil terletak di bawah pot
Merasa penasaran, Gaara mendekat dan mengambilnya. Kemudian ia duduk di tepi ranjang Miyuki
Gaara saat ini masih santai, karena ia beranggapan Miyuki tengah berada di kamar mandi
Membuka kertas tersebut dengan santai Sapa tahu ada rahasia pikirnya yang belum melayang kemana mana
Gaara membacanya dengan tenang, sampai suatu kalimat yang membuat nya mem-belekkan mata terkejut
"Maaf ya kak aku tak bisa menemani mu lagi, Aku harus pergi dari sini karena Kakak ku meminta ku pergi" Membaca kalimat tersebut membuat Gaara terkejut hingga melunturkan senyumannya
"Aku tak bisa menolaknya, aku harap kakak bisa menjaga kesehatan kakak"
"Apakah ini kejutan dari mu Miyu..." ucap Gaara Dengan suara bergetar ketika membaca kalimat tersebut. Ia menatap luar jendela, Kemudian ia melanjutkan bacaannya kembali
"*Em... aku juga ingin mengatakan sesuatu yang berbeda dari orang orang di luar sana"
"Jika Biasanya kebanyakan orang berkata Jika kamu tidak menyerah dan terus bekerja keras, Maka kamu akan mencapai tujuan mu Namun aku berbeda. Disini aku mengatakan hal yang sangat berbeda Yaitu Berjalan lah sesuai kecepatan mu sendiri, karena hanya kamu yang dapat mengerti kekuatan mu"
"Jaga lah diri kakak, dan untuk kejutan yang ku ucapkan. Aku akan mengingatnya, dan semoga ketika kita bertemu aku dapat memberikan kejutan tersebut"
"Salam hangat Ku untuk mu –Miyuki*–"
Tuk... Tak terasa air mata Gaara terjatuh membasahi kertas tersebut
Gaara menggenggam erat kertas tersebut
"Mengapa Miyu?? Mengapa kau pergi???" Batin Gaara dengan sedih
Hari yang tidak ia harapkan ternyata datang lebih cepat
"Miyu... akan selalu ku ingat pesan ini. Dan semoga ketika aku bertemu dengan mu lagi, Kau baik baik saja" Gumam Gaara menatap luar jendela
Menggenggam erat kertas yang berada di tangannya
"jika aku bertemu dengan mu, aku tak akan melepaskan mu" Batin Gaara kemudian bangkit dari duduknya
Gaara menyimpan kertas tersebut di sakunya kemudian berlalu pergi
Disisi lain....
*
*
*
*
*