
Beberapa Minggu kemudian,, Miyuki hidup dengan baik. Banyak yang memperhatikannya walau tidak semua dan selama beberapa Minggu itu pula banyak orang yang berbeda beda datang
Memperkenalkan diri karena baru kembali dari misi
Yup... Mereka tak terlihat ketika Miyuki datang pertama kali karena mereka melaksanakan misi, Misi yang berbeda beda
Kini Miyuki berada di dalam kamarnya, tengah membuat sesuatu yang bagus menurutnya
Setelah selesai Miyuki pergi keluar, mencari seseorang agar ia bisa menunjukkan buatannya itu kepada orang tersebut
"Kak Sasori!!" Teriak Miyuki yang sudah sampai di ruang tengah, banyak yang tengah duduk santai di sana
"Astaga Miyuki,, jangan teriak teriak ini bukan hutan" ucap Deidara yang selalu saja mendengar teriakan Miyuki
"eh.. tapi bukan kah ini memang di tengah tengah hutan??" ucap Miyuki bingung, me-ngerjap ngerjap kan matanya polos membuat mereka gemas sendiri
"ck.. dasar Deidara bodoh" ucap seseorang dengan penampilan seperti Hiu
"ya!! Kisame Tua,, aku tidak bodoh tahu" teriak Deidara kesal
"apa kau bilang!!" geram Kisame yang ingin melayangkan tinjunya Namun dihalau oleh Nagato
"sudah lah,, kalian berdua berhentilah sehari saja untuk tidak bertengkar" ucap Nagato memijit pelipisnya pusing akan sikap rekan rekan nya
"Dia duluan yang mencari gara gara" ucap Deidara mengembung kan pipi, kesal
"ko aku,, ya jelas kau yang salah" ucap Kisame membela diri
"kau...."
"sudah hentikan" Ucap Hidan melerai,, pusing dengan kelakuan rekan rekannya
"dasar bikin ribut terus" Gumam Sasori yang masih dapat mereka dengar
"Hm.. Miyuki ada apa mencari ku" ucap Sasori menatap lembut Miyuki yang berada didepannya
"Ya!! Sasori ini semua gara gara Hiu tua itu" ucap Deidara yang mendengar Gumaman Sasori, sedang Sasori ia mengabaikannya. Ia lebih memilih memperhatikan Miyuki
"eh.. tapi Hiu kan hidupnya di air bukan didarat" ucap Miyuki polos yang sedari tadi menyimak perdebatan unpaedah tersebut
"benar juga" batin Mereka serempak
"Terus bukannya yang di darat itu buaya darat ya??" tanya Miyuki bingung dengan memiringkan kepalanya yang terkesan lucu di mata mereka
"eh..."
"dari kak Tobi" ucap Miyuki dengan polosnya
"oh.. Tobi" ucap mereka serempak dengan menatap pemuda bertopeng yang tengah bersantai,,, merasa diri terancam dirinya memikirkan ide untuk kabur
"em.. i-itu benarkan,, oh ya aku ada urusan. Aku harus pergi" ucap Tobi kemudian menghilang
"ck... awas saja"
"Oh iya kak,, aku membuat ini kan ini untuk mu. Apa kah bagus?" tanya Miyuki dengan menyodorkan Boneka kecil yang ia buat
Sasori diam menatap Miyuki yang ingin melanjutkan ucapannya
"Dan maaf ya klo itu ga bagus, soalnya aku baru belajar" lanjut Miyuki dengan menundukkan muka malu
"astaga Miyu... Itu bagus kata siapa tidak bagus, bahkan itu sangat bagus" ucap Deidara dengan Histeris (dasar-_-❎)
"Ini bagus Miyu,, bagi pemula seperti mu ini sangat luar biasa" ucap Sasori dengan menerima Boneka pemberian Miyuki tak lupa mengusap sang empu dengan lembut
"wah... benarkah"
"iya" ucap Sasori dengan mengangguk kan kepala
"Yah... Miyuki masa kau hanya membuat kan dia saja" ucap Hidan dengan lesu,, terlebih melihat Boneka yang dibuat Miyuki sangat mirip dengan Sasori
"em... aku membuatnya sebagai tanda terimakasih karena sudah mau mengajarkan ku membuat boneka saat itu,, jadi aku belum membuat untuk kalian" ucap Miyuki dengan perasaan bersalah
"yah..." Hidan, Deidara, Kisame dan yang lain mendadak menjadi lesu terlebih Deidara yang banyak drama
"em.. tapi aku membuat ini juga sih, tapi cuma satu" ucap Miyuki dengan menunjukkan Boneka yang Mirip dengannya
Semua saling menatap satu sama lain, seperti tahu apa yang sedang dipikirkan
"...."
*
*
*
*
*