
Miyuki POV~
Gelap, semua gelap. Tak ada yang bisa ku lihat
Sesak, rasanya sangat sesak. Dada ku terasa sesak
Aku ingin mati... Aku ingin mati...~
Namun,,, aku benci rasa sakit dan enggan merasakan sesak. Akan tetapi itu semua tak ada apa apa nya bila di bandingkan dengan kenyataan yang lebih menyakitkan dan menyesakkan
Aku ingin mati~
Namun aku juga tak ingin mati, aku ingin terus hidup. Tapi aku ingin melarikan diri saja dari kenyataan
Aku ingin mati... Namun aku ingin melihat hari esok
Aku lelah,,, tolong aku~
"Miyu... kau harus kuat, jangan tinggalkan kami"
Miyuki POV end~
"kapan kau sadar" sekian kali pertanyaan terlontar dari mulut kecil milik pemuda bersurai merah
"Sudah seminggu berlalu, apakah kau tak merindukan diri ku" kini pemuda bersurai hitam bersuara. Dia Itachi, orang yang selama seminggu ini tak pernah pergi dari sisi Miyuki yang terbaring kaku di ranjang rumah sakit
"pasti tidak, diri ku sangat bersalah tidak patut untuk kau rindukan. Tapi ku mohon, bangun kembali ya~" lanjut Itachi penuh harap dan kesedihan
"Gaara" seseorang memanggil dari balik pintu
"kenapa?" Sahut pemuda bersurai merah dengan lesu, dia Gaara. Pemuda bersurai merah yang selalu melontarkan pertanyaan nya, namun sang empu tak menjawab
Ya~ Sejak seminggu yang lalu, hari di mana Miyuki tenggelam. Ia segera di larikan ke rumah sakit terdekat, dan yah~ rumah sakit yang paling dekat hanya ada di Suna. Desa Sunagakure.
Dan kebetulan Gaara saat itu ada di sana, dia menyaksikan Miyuki yang hadir ke kehidupan nya. Namun pemandangan yang ia lihat harus membuatnya merasakan sesak yang kesekian kali bagi nya
Nafas Miyuki sempat tak terdeteksi, bahkan jantung nya terasa tak berdetak. Mereka (Itachi dkk) segera melarikan Miyuki ke rumah sakit
Entah apa yang mereka pikirkan saat itu, namun satu yang selalu mereka pikirkan. Miyuki harus sembuh, Miyuki mereka harus membuka mata agar mereka dapat menatap mata indah itu kembali
Miyuki mereka harus sadar, agar mereka dapat merasakan kenyamanan yang selalu diberikan olehnya
"Kau belum makan apa apa, kemari lah" Seseorang tersebut masuk dan duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut
"Aku tidak berselera untuk makan" Ucap Gaara dengan terus memandang Miyuki yang terlihat betah di alam bawah sadarnya
"kau belum memakan apa apa. Jika kau sakit, siapa yang akan menjaga Miyu? bukankah kau ingin terus menjaganya? maka jagalah kesehatan mu juga" bujuk orang tersebut
"apa yang di kata kan Tamari benar, Kau harus makan. Bagai mana jika Miyuki sadar dan melihat mu yang pucat pasi seperti itu, pasti dia akan sedih" Yahiko yang sedari tadi diam ikut mengeluarkan suara
"jangan bersikap kekanak Kanakan" celetuk Deidara
"jangan mengatai orang, diri mu pun masih kekanak Kanakan" sahut Shizuma
"ish diam lah kau" sewot Deidara
"ini rumah sakit, jangan berisik" Tegur Kisame
"ck kau tak seru" balas Deidara namun tak dihiraukan oleh Kisame
"ck Miyu, lihat lah. dia berubah, cepatlah bangun agar kita bisa kembali bersama" Batin Deidara dengan melihat Kisame dan Miyuki bergantian
Walau Deidara terlihat kekanakan, tapi sebenarnya dia juga sedih. Namun karna tak ingin semua ikut sedih dia akan terus menjadi Deidara yang kekanakan untuk teman temannya. Tapi setiap ia mengajak untuk adu bacot dengan Kisame, Kisame selalu diam. Kisame diam tak menghiraukan, Kisame yang selalu ribut dengannya menjadi berubah
Kisame berubah sejak Miyuki tenggelam, melihat Miyuki yang tenggelam seolah olah pancaran kebahagiaannya ikut tenggelam. Saat itu, dengan segera Kisame berlari melompat untuk menyelamatkan Miyuki. Namun terlambat, mata Miyuki telah tertutup saat itu. Tidak selamanya, namun tak tahu kapan mata itu akan kembali terbuka
Dan ia menyesal, ia menyesal karna telat menyelamatkan Miyuki. Ia juga menyesal akan kesalahan yang ia perbuat, kesalahan yang menurutnya sangat fatal
*
*
*
*
*
Rindu Miyuki?