
Aku sangat terkejut ketika Alex mengatakan bahwa dia adalah keturunan Elm. Seorang pria asing yang tiba-tiba menarikku dan membawaku ke ruangan bernyanyi dalam keadaan mabuk. Aku akan tertawa jika mengingat kejadian itu. Sangat konyol pertemuan pertama kami. Namun pria ini memiliki pesona yang menarik. Sangat memikat. Maksudku, seperti ada yang berbeda dari dirinya, selain wajahnya yang tampan. Dan ternyata benar. Kami sama-sama seorang Elm. Pantas saja aku bisa merasakan itu walaupun samar. Yang lebih mengejutkan lagi adalah bahwa dia cucu dari Martin. Jujur aku bahkan tak ingat apa pun soal Martin sampai Alex menyebut namanya. Pasti ini semua ulah Proedrus. Karena setiap hari Coelus dipenuhi oleh sari-sari bunga Acanthus maka dari itu Proedrus mampu mengendalikan para Elm, mengendalikan semua pikiran kami. Dan pantas saja dia menyuruhku membawa semprotan bunga itu. Sialaann!!! Dia telah meracuniku selama ini dan aku masuk ke dalam perangkapnya. Ternyata matahari bukan halangan untuk Elm.
Sepertinya sekarang aku harus bekerja sama dengan Alex untuk mengalahkan Proedrus yang licik itu. Ini artinya aku akan sering berjumpa dengannya. Semoga saja.... aaarrghh Sapphire sadarlah!!! Ini bukan waktu yang tepat memikirkan itu. Coelus sekarang sedang berada dalam keadaan yang kritis. Para Elm yang telah dicuci otaknya itu sangat butuh pertolongan dariku.
“Sapphire, apa yang harus kita rencanakan?” Alex mengejutkanku yang sedang melamun.
“Aaah, aku sedang berpikir Alex.”
“Bagaimana kalau kita langsung ke Coelus.” Ucap Alex.
“Kau sudah gila??!! Proedrus punya kekuasaan di sana. Pasti dia punya banyak mata-mata. Dan kau tak ingat? Semua Elm disana dalam pengaruh bunga Acanthus yang otaknya dipengaruhi Proedrus. Kita bisa saja dianggap musuh jika Proedrus mengatakan kita adalah musuh. Oh ya dan satu hal. Kedatangan ku ke Coelus telah diblokir oleh si tua bangka itu.” Jawabku.
“Apa??!! Dasar tua bangka yang sangat licik. Namun bagaimana kau bisa berakhir disini Sapphire?”
“Proedrus menyuruhku karena dia mengatakan bahwa Garnett diculik oleh manusia serakah yang sudah mencuri bunga Acanthus.”
“Aaarrrrgghhhh Sapphiiiiiiiree!!!!!! Itu hanya akal-akalan si tua bangka itu. Aku tahu dia menyuruhmu ke bumi karena dia ingin mengambil kekuasaan di Coelus sepenenuhnya karena kau seorang putri.” sontak aku merasa tertusuk oleh kata-kata Alex. Aku sangat bodoh yang selalu percaya oleh kata-kata Proedrus. “Yaah tapi mau bagaimana lagi. Kau juga tidak bisa berbuat apa-apa waktu itu karena pikiranmu sedang dipegaruhi olehnya.” Alex menyelesaikan kalimatnya.
“Lalu cara apa yang kau pakai untuk menuju Coelus??”
“Ya seperti biasa, dengan cara berpindah. Toh hanya itu cara satu-satunya untuk pergi ke Coelus.” Aku menjawab seadanya dengan segala pengetahuanku yang sangat minim.
“Hah?? Kau benar-benar tidak tahu? Kau ini seorang putri atau apa?” Alex meledekku.
“Yaa, aku putri yang tak tahu apa-apa yang telah dicuci otaknya.” Jawabku kesal. Namun Alex malah tertawa.
“Hahahaha, maaf aku tak bermaksud.”
“Oh ya, jadi ada satu cara lagi untuk pergi ke Coelus selain berpindah. Yaitu dengan cara membuka portal.”
“Apa? Bagaimana cara membuka portal? Proedrus tak pernah memberitahuku.”
“Aku juga tak yakin bagaimana, hanya saja aku membaca surat dari Ayahku dan dia mengatakan bahwa dahulu Proedrus membuka portal ke bumi kemudian mencampakkan kakekku.”
“Dasar kakek tua licik! Begitu banyak yang tak kuketahui. Aaaarrgghhh!!!!!!”
“Tenang Sapphire, mungkin kita bisa mencari tahu.”
“Benar. Kita harus mencari tahu walaupun kita tidak punya petunjuk sekalipun.”
“Itu baru semangat.” Alex meledekku lagi seraya tertawa. Sontak aku melayangkan pandangan sinis dan berusaha untuk melayangkan pukulan juga. Namun belum sempat tanganku sampai ke tubuhnya, dia langsung lari dan tertawa. Dasar Alex.
Setelah itu kami mencoba untuk mencari tahu bagaimana cara membuka portal. Aku dan Alex tak lupa mengajak Garnett. Kami pergi ke hutan dipenuhi dengan sunyi agar tak menarik perhatian orang-orang. Aku berpikir keras bagaimana agar bisa membuka portal itu. Apa dengan menggerakkan tangan dengan membaca sebuah kalimat? Namun bagaimana gerakan tangannya? Dan apa pula kalimat yang harus diucapkan? Sungguh kepalaku terasa mau pecah memikirkan ini, namun Alex dan Garnett selalu menyemangatiku. Meyakinkan bahwa kami akan bisa membuka portalnya. Berusaha tetap disisiku dan membantuku untuk melewati ini semua dan mencari tahu segalanya.
Pertama-tama aku mencoba dengan membaca kalimat sederhana. Yaitu “aku ingin ke coelus.” Aku mencoba mengatakan kalimat itu dengan menggerakkan tanganku membentuk lingkaran diudara, karena Alex yang menyuruhku. Dia berkata sewaktu kecil dia pernah melihat Ayahnya datang dan pergi melalui pintu bersinar yang membentuk lingkaran. Itu pasti portal ke Coelus dan ingatan itu masih sangat jelas, pungkasnya dengan sangat yakin. aku pun menuruti kata-katanya langsung. Namun masih gagal. Aku pun menambah kalimatnya menjadi “aku sangat ingin pulang ke coelus.” Aku gerakkan lagi tanganku membentuk lingkaran kali ini tiga kali putaran. Sepercik cahaya seperti kembang api bermunculan membentuk lingkaran yang aku buat dari tanganku. Namun hanya sepercik saja. Namun percikan itu mampu membuatku sangat terkejut. Aku baru tahu seorang Elm bisa melakukan ini. Sangat memalukan.
Ketika muncul sepercik cahaya itu, Alex dan Garnett sontak berteriak gembira. Seperti menonton film romantis ketika adegan sepasang kekasih sedang berciuman. Aku juga terkejut dan tak percaya dengan apa yang aku lakukan. Aku juga sontak menutup mulutku dengan kedua tanganku, melompat dan berteriak bahagia. “Itu dia Sapphire, kita sudah tahu caranya membuka portal. Kita hanya harus berusaha lebih keras lagi.” Alex tertawa melihat tingkahku ini. Padahal itu hanya sepercik cahaya, dan portal nya belum terbuka, namun kami sudah kegirangan. Aku juga menyuruh Garnett melakukan ini. Dan ternyata tanpa mengatakan kalimat apa pun kami bisa melakukan ini, juga Alex.
Kemudian kami menggerakkan tangan seperti tadi lagi. Membentuk lingkaran di udara. Namun kali ini kami melakukannya secara bergantian dan berkali-kali. Semakin cepat tangan kami memutar, semakin terang sinarnya membentuk lingkaran dengan jelas. Ketika tiba giliranku, aku dengan semangat menggerakkan tanganku. Kemudian satu lingkaran cahaya telah terbentuk dari tanganku. Namun kami semua tak sadar bahwa hal itu sangat-sangat menguras energi dan kekuatan kami. Kami semua terlalu bersemangat hingga tak memikirkan resiko dari perbuatan kami. Ketika aku berhasil membuat lingkaran cahaya itu, pandanganku langsung buram dan gelap, kemudian aku terjatuh.
...~0o0~...
Aku membuka mataku dengan perlahan, membiarkan cahaya memasuki kedua mataku dengan agak kasar. Aku berbaring di bawah pohon yang sangat besar dan rindang. Kupaksa tetap membuka mataku walaupun aku tahu cahaya matahari itu tepat menimpa mataku. Ini masih di hutan. Kudapati Alex dan Garnett yang juga tergeletak di sampingku. Kepala dan badanku sangat berat seperti baru saja dipukul oleh benda tumpul dengan sangat keras dan bertubi-tubi. Remuk rasanya. Aku masih tidak bisa bangkit. Sangat tidak berdaya sampai menggerakkan jari saja aku tak mampu. Aku seperti orang lumpuh yang hanya bisa membiarkan tubuhku yang sudah terkuras habis dayanya ini menutup kembali mataku.