SAPPHIRE From Coelus

SAPPHIRE From Coelus
Bagian XIV



*Alex, maaf jika kau sampai membaca surat ini. Itu berarti ayah telah tiada. Dan maaf jika ayah meninggalkan beban yang berat untukmu. Karena melalui surat ini, Ayah ingin mengatakan semuanya*.


*Alex, sebenarnya Ayah bukanlah sepenuhnya manusia. Kakek adalah seorang Elm. yang berasal dari planet Coelus. Kita memiliki pertumbuhan usia yang lebih lambat daripada manusia. Kita juga bisa pergi ke bumi dengan dua cara, yang pertama dengan cara berpindah. Kau bisa memejamkan matamu di tanah tanpa rumput, dan ucapkan “aku ingin ke coelus”. Dan yang kedua kita bisa membuka portal bumi menuju coelus, begitu sebaliknya. Kau tahu penyebab insiden bumi pada hari itu? Bunga Acanthus. Itu adalah tanaman yang sangat berbahaya. Alex, Kakek bercerita kepada Ayah bahwa dia adalah seorang pemimpin dan memiliki seorang teman dekat di Coelus. Namanya Proedrus. Mereka sangat dekat seperti saudara kandung. Susah dan senang bersama-sama. Hingga pada suatu hari Proedrus mengkhianati Kakek*.


*Pada saat itu mereka sedang berjalan-jalan seperti biasa, kemudian menemukan satu tanaman yang hampir mati. Mereka membawa tanaman itu dan memeliharanya. Mereka tak menyadari bahwa ini adalah bunga Acanthus. Tak disangka tanaman itu hidup ketika terkena sinar matahari. Kemudian Kakek dan juga Proedrus menemui peneliti dan menyerahkan bunga ini. Ternyata bunga ini bisa digunakan sebagai obat yang memiliki banyak khasiat jika digunakan dalam takaran yang sedikit dan akan berbahaya jika digunakan dalam takaran yang lebih. Sari dari bunga ini mampu mencuci otak dan pikiran kita, dan bisa meledak jika terkena api. Ledakannya tidak main-main. Itulah yang menyebabkan perpecahan bumi beberapa waktu silam*.


*Kakek dan Proedrus menggunakan bunga ini dengan sangat hati-hati dan sangat dijauhkan dari api. Namun bunga ini tidak bisa hidup tanpa sinar matahari. Ada satu tempat di Coelus yang terkena sinar matahari dan disitulah bunga ini ditanam. Kakek dan Proedrus menggunakan bunga ini hanya untuk keperluan mendesak saja. Namun pada suatu saat Kakek mendengar kenyataan yang menyayat hatinya. Dia tak sengaja mendengar percakapan Proedrus dan peneliti itu*.


*Kakek mengatakan bahwa Proedrus ingin menguasai Coelus dengan cara memanfaatkan cairan bunga acanthus untuk mencuci otak para Elm agar dia bisa berkuasa, sekaligus ingin menyingkirkan Kakek. Pada saat ketika Kakek mendengar mereka berbicara sontak Kakek mendatangi keduanya dan marah besar. Namun pada saat itu juga Kakek dikeluarkan paksa oleh Proedrus yang dibantu oleh si peneliti. Mereka membuka portal dan mencampakkan Kakek ke bumi. Ketika Kakek mencoba kembali, kedatangannya telah diblokir oleh Proedrus. Kakek tidak bisa kembali. Kakek mengatakan selama di coelus dia tinggal bersama anak kecil yang sangat cantik. Dia perempuan. Waktu itu kakek menemukannya dalam keadaan yang tak baik. Kemudian kakek mengurusnya dan Proedrus tahu akan hal ini. Namanya Sapphire. Dia istimewa, Alex*.


*Hal yang ingin Ayah pinta darimu adalah kau harus ke coelus, mencari Sapphire, kemudian kalahkan Proedrus. Jangan sampai dia mengambil alih Coelus. Ayah gagal menyelesaikan misi itu, Alex. Ayah gagal menemukan Sapphire. Ayah sangat berharap kau dapat menyelesaikan misi ini dengan sukses. Ayah tidak mau kau berakhir seperti Ayah. Ayah harap kau sudah penuh persiapan ketika pergi*.



Air mataku tak henti-hentinya menetes membaca surat dari Ayah ini. Ternyata kepergian Ayah disebabkan oleh ini. Dan kejadian itu... kejadian yang membuat Ibu sangat frustrasi adalah hal yang disebabkan oleh Proedrus. Ahhh aku baru ingat kalau mimpiku selama ini adalah pesan yang Ayah coba sampaikan kepadaku. Kalau begitu aku akan menyelesaikan apa yang seharusnya Ayah selesaikan di masa lalu. Ayah, jangan khawatir. Aku akan menyelesaikan misi ini sesuai permintaan Ayah. Semoga Ayah tenang disana.



Apakah Sapphire yang dimaksud Ayah adalah Sapphire yang sama yang aku temui belakangan ini? Apakah dia yang mengaku sebagai saudara jauh Joy? Berarti Joy mengetahui semua ini? Bahwa Sapphire adalah seorang Elm. Pantas saja Sapphire tidak seperti manusia pada umumnya. Dia memiliki kulit yang sangat pucat, begitu juga warna rambut dan matanya. Dan juga temannya itu. Aku lupa namanya. Teman yang selama ini dicari-carinya sampai membuatku tak tidur dengan layak, namun tak bisa kutolak juga karena tatapan matanya yang sangat dalam dan berkilau. Aaaarrrgghhh!!! Apa yang sedang kau pikirkan Alex?!! Bailklah, sekarang aku harus fokus. Aku harus menemui Sapphire sekarang juga dan bertanya tentang ini.



Aku langsung menemui Ibu dan dia langsung memelukku erat. Sangat penuh dengan perasaan sedih. Ibu menangis dalam pelukannya. Aku bertanya mengapa Ibu menangis seperti ini, namun Ibu menjawab dengan mengatakan “Kau harus berjanji pada Ibu kalau kau akan kembali.” Sepertinya Ibu sudah mengetahui isi surat itu. Ibu tidak ingin kejadian ini terulang lagi, seperti Ayah dahulu. Aku hanya bisa meyakinkan Ibu agar aku pasti kembali. Aku mengusap air mata Ibu yang sangat banyak itu. Aku mencium keningnya dan mengatakan aku akan kembali kepadanya. Aku pun langsung pergi mengendarai motorku untuk menemui Sapphire.



Aku langsung pergi ke rumah temannya Sapphire. Entah mengapa hatiku menuntunku kesana, dan bukan ke rumah Joy. Ahh persetan!! Yang terpenting aku bertemu dengan Sapphire. Langsung ku tancapkan gas dan tak peduli dengan lalu lintas yang sedang macet. Aku mencari celah sekecil apa pun yang terpenting aku bisa melewati jalanan ini dengan cepat.



Tak berapa lama sampai aku di rumah Avila dan langsung mendapati Avila yang sedang berbincang dengan Davis. Aku langsung menanyakan kepada Avila dimana Sapphire berada dan Avila mengatakan bahwa dia sedang pergi bersama Garnett. Avila mengatakan bahwa dia tidak tahu kemana mereka pergi. Sangat tidak mungkin. Mencurigakan. Apa boleh buat, aku tetap harus mencari mereka. Ketika aku ingin melangkah keluar, kudapati Sapphire dan Garnett yang berada di luar rumah.


“Apa yang kau lakukan disini, Alex?”


“Ah maaf Sapphire, aku harus menemuimu untuk mengatakan sesuatu yang sangat penting.”


Namun Sapphire ingin pulang ke rumah. Ingin bertemu Joy. Karena dia dari kemarin tidak pulang, dia tidak ingin membuat Joy khawatir. Aku pun menawarkan tumpangan kepadanya, agar membicarakan masalah ini di rumah Joy saja. Sapphire menerima tumpanganku. Kami pun langsung menuju rumah Joy. Ketika berada di jalan, entah mengapa aku tak tahan untuk tak menarik tangan Sapphire yang kemudian aku kalungkan di pinggangku. Siaall!! Apa yang sedang aku lakukan??!! Namun Sapphire tak menolak tarikan tanganku tadi. Aku sangat bersyukur dan sedikit lega karena dia hanya memberikan tangannya begitu saja tanpa penolakan. Jadilah kami seperti sepasang kekasih selama dalam perjalanan singkat ini.


“Jadi.... apa yang ingin kau katakan, Alex?” sampai-sampai Sapphire yang membuka pembicaraan karena melihatku yang membeku.


“Sapphire, aku bingung harus mulai dari mana. Aku takut jika aku bertanya hal ini kau akan marah atau tidak percaya padaku.”


“Apa itu? Katakan saja.”


“Baiklah. Tapi kau harus berjanji untuk menjawab nya dengan jujur.”


“Aku berjanji.” Ucap Sapphire langsung tanpa berpikir panjang.


Aku menarik dan membuang napasku ketika ingin menanyakan hal ini. “Sapphire, kau bukan berasal dari bumi kan?” Semoga saja dia bisa menerima pertanyaanku ini.


“A-apa? Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja a-aku berasal dari bumi. Joy adalah keluargaku.” Elaknya.


“Sapphire, apa kau sudah berkata jujur?” Tanyaku sekali lagi.


“Siapa kau sebenarnya?” tanyanya dengan nada dan tatapan yang serius.


“Aku adalah cucu dari kakek Martin.” Pungkasku tanpa basa basi lagi.


“Apa???!!! Bagaimana kau....” ucapannya terputus.


“Iya Sapphire. Maka dari itu aku membutuhkan kejujuranmu.”


“Iya benar. Aku bukan berasal dari bumi.” Akhirnya Sapphire mengakuinya. “Apa saja yang kau ketahui tentangku, Alex?”


“Tidak banyak. Ayahku adalah anak dari kakek Martin.”


“Aku dirawat oleh kakek Martin dengan sangat penuh kasih sayang. Namun suatu hari ada hal yang menyebabkannya meninggalkan coelus. Dia pergi ke bumi meninggalkanku dan Proedrus. Kemudian aku dirawat oleh Proedrus.”


“Dasar tua bangka itu!!!” Umpatku dengan keras di depan Sapphire. Aku kehilangan kendali mendengar namanya.


“Alex, apa kau mengetahui apa yang sudah Proedrus lakukan?”


“Dia yang menyebabkan Ayahku meninggal.”