SAPPHIRE From Coelus

SAPPHIRE From Coelus
Bagian XI



Aku ingin mendengarkan semua apa yang Garnett tau meskipun aku agak keberatan karena Garnett ingin menceritakannya disini, di rumah temannya yang aku dan Alex pantau selama berjam-jam lamanya. Namun Garnett meyakinkan aku bahwa disini lah tempat paling aman karena dia sudah mempercayai temannya itu. Garnett mengatakan bahwa ia dan dua orang temannya itu sudah lama berteman.


“Garnett, ceritakan apa saja kejadian yang kau alami dan berita apa saja yang kau tau tanpa ada kekurangan sedikitpun” perintahku dengan tegas.


“Baik putri, aku akan menceritakan semuanya dan aku tidak akan berbohong” jawab Garnett. “Hal yang pertama ingin kukatakan adalah bahwa aku sudah sering pergi ke bumi. Kemudian aku bertemu dengan mereka berdua, Avila dan Davis. Mereka adalah sahabatku di bumi dan mereka juga sudah tau latar belakangku. Namun mereka tidak pernah berbuat jahat kepadaku sekali pun apalagi sampai menculikku.”


Aku memperhatikan wajah Garnett dalam-dalam dan dia berbicara dengan tulus, tanpa kebohongan. Tak pernah aku melihat Garnett seperti ini. Biasanya hanya tatapan dingin yang kudapat ketika di coelus.


“Jadi kau tidak diculik? Tapi proedrus berkata kalau kau diculik oleh manusia yang menginginkan bunga acanthus. Kau tahu keadaan ladang setelah kau pergi? Setengah dari bunga acanthus habis seperti sengaja dipotong dan diambil.


Proedrus menduga itu adalah perbuatan manusia karena kita tahu sendiri bunga acanthus bisa digunakan untuk berbagai hal”


“Apa??!! Putri, kau tahu sendiri kan Proedrus bisa melacak bau manusia?”


“Ya, kemudian Proedrus mengatakan bahwa bau manusia bisa diredam dengan aura elm. Dan itu masuk akal bagiku. Makanya aku berpikir kalau kau telah dimanfaatkan oleh manusia agar dia bisa mengambil bunga acanthus untuk keuntungannya sendiri.”


“Tidak putri. Aku dengan kemauanku sendiri pergi ke bumi. Teman-temanku memang tahu latar belakangku, tetapi mereka tidak pernah menyinggung bagaimana caranya aku datang dan pergi ke bumi. Dan ketika aku pergi aku melihat ladang bunga acanthus masih baik-baik saja. Tidak seperti yang putri katakan”


“Benarkah itu? Tap mengapa kau sangat berani mengambil resiko? Maksudku kau sangat berani meletakkan tanganmu ke sinar matahari, hingga pergi ke bumi sendirian.”


“Karena aku merasa hidupku tidak ada artinya di coelus. Aku tidak memiliki teman. Tidak ada yang mempedulikan aku, jadi aku berpikir jika aku pergi pasti tidak ada yang mencariku. Apa putri berpikir aku yang selama ini menutup diri dari kalian semua? Aku sudah mencoba untuk menyapa para elm yang seusiaku namun mereka yang menghindariku. Aku tak mengerti kenapa mereka melakukan itu kepadaku. Dan benar saja. Kalian tidak ada yang menyadari kalau aku sudah sering pergi ke bumi”


Aku sangat tertusuk dengan pernyataan Garnett. Karena aku saja yang seorang putri coelus tidak becus mengetahui keadaan para elm yang sebenarnya dan bahkan juga tidak tahu jika ada seorang elm yang sering pergi ke bumi, sedangkan itu adalah hal yang sangat dilarang.


“A-aku minta maaf Garnett, karena aku kurang memperhatikan dan peduli padamu”


“Iya putri, tidak apa-apa. Semua sudah terjadi. Toh aku juga tidak bisa pergi ke coelus lagi”


“Tapi mengapa kau tidak bisa ke coelus lagi? Apa maksudmu?”


“Iya putri, aku sudah mencoba. Namun portal coelus seakan menolakku. Kedatanganku ke sana seperti telah di blokir. Aku tak mengerti mengapa ini bisa terjadi. Apakah putri tau tentang ini? Apakah ada kemungkinan kita bisa memblokir kedatangan seseorang ke coelus?”


“A-aku tidak tahu apa-apa tentang ini Garnett. Maafkan aku” kataku hampir menangis. Karena aku merasa tidak berguna sebagai seorang putri. Aku terlalu percaya dengan Proedrus.


Aku tidak sadar bahwa Alex masih disini, menemaniku. Namun dia tertidur di sofa, di rumah Avila. Sudah tidak bisa lagi menahan kantuknya, dan tidak ingin meninggalkanku disini. Aku merasa kasihan kepada Alex. Aku tidak ingin membangunkannya. Aku juga harus beristirahat. Pikiranku sedang kacau sekarang.


“Garnett, aku harus pulang sekarang. Aku harus istirahat”


“Bagaimana kalau kau istirahat disini saja putri. Avila pasti akan mengizinkanmu”


“Iya putri, disini saja tidak apa-apa. Ini rumahku. Aku tinggal sendiri. Kami bertiga memang berencana untuk bermalam di rumahku hari ini. Tingallah disini dulu putri” ucap Avila sangat ramah. Aku heran. Semua ini berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan Proedrus selama ini. Hatiku sangat sakit menerima kenyataan ini.


“Baiklah Avila. Terima kasih banyak atas kebaikanmu” ucapku berterima kasih.


“Tidak masalah putri, dengan senang hati” ucapnya seraya tersenyum.


“Ehm, tolong jangan panggil aku putri. aku bukan siapa-siapa di bumi. Panggil saja aku Sapphire” pintaku.


Setelah obrolan yang cukup panjang, kami beristirahat. Sebenarnya aku merasa tidak enak dengan Garnett dan kedua temannya yang telah memiliki rencana untuk bersenang-senang disini namun aku merusaknya. Juga kepada Alex. Besok aku harus berterima kasih dan meminta maaf kepadanya.


...~0o0~...


Semuanya masih tertidur lelap. Hanya aku yang sudah terbangun karena aku tak merasa nyaman ditidurku. Semalaman aku berpikir tentang coelus dan juga Proedrus. Bagaimana bisa Proedrus tega melakukan hal semacam itu? Sepertinya aku harus kembali ke coelus secepatnya. Aku akan mengajak Garnett untuk pulang.


Tak berapa lama Alex terbangun. Dia langsung menghampiriku karena melihat mataku sudah terbuka. “Dasar Sapphire! Harusnya kau yang menghampiri Alex, bukanya dia! Kau sudah menyusahkannya!” umpatku dalam hati.


“Sapphire, maaf aku tertidur kemarin malam. Aku sangat mengantuk”


“Ah, tidak masalah Alex. Justru aku yang merasa tidak enak karena sudah memaksamu untuk kesini”


“Tidak apa Sapphire, ini juga sudah bagian dari tugasku”


“Karena ingin menebus kesalahanmu?”


“Iya benar. Haha” katanya sambil tertawa. Yah tidak salah juga karena ini memang tujuan awal nya. Dia membantuku karena aku yang meminta, untuk menebus kesalahan yang tidak disengajanya.


“Bagaimana dengan ibumu Alex? Apa dia tidak mencarimu? Kamu sebaiknya segera pulang” ucapku.


“Kemarin aku sudah mengabari Ibuku, namun tidak sampai sepagi ini haha. Baiklah sepertinya aku harus pulang untuk membantu Ibu menjaga toko. Untung saja hari ini aku tidak ada kelas. Tapi bagaimana denganmu? Kau mau kuantar pulang?” Alex menawarkan aku tumpangan pulang, namun masih ada yang kulakukan bersama Garnett.


“Aku tidak apa, aku masih ingin disini bersama Garnett. Ada sesuatu yang ingin aku lakukan bersamanya ketika dia sudah bangun.” Ucapku.


“Baiklah Sapphire, aku pulang sekarang ya. Titip salam untuk mereka semua. Mereka masih tertidur lelap haha.”


“Baiklah, hati-hati di jalan” ucapku.


“Ah i-iya aku a-akan berhati-hati” balas Alex canggung. Hahaha lucu sekali wajahnya yang memerah itu.


Tak berapa lama Alex pulang, Garnett terbangun. Aku tak langsung menghampirinya, aku hanya tersenyum kepadanya kemudian melihat ke arah jendela. Sebenarnya sangat ingin aku langsung mengajaknya pulang, namun aku tidak boleh egois dan tergesa-gesa.


“Putri, maaf aku baru bangun” ucap Garnett sambil mengucek matanya. “Apa kau sudah terbangun daritadi putri?” tanya Garnett.


“Iya aku sudah bangun daritadi, bahkan Alex sudah pulang”


“Ah iya, sejak kapan dia pulang? Aku tak menyadarinya sama sekali”


“Tidak lama setelah dia pulang, kau terbangun. Dia harus segera pulang karena harus membantu Ibunya” jelasku.


“Garnett, sejujurnya aku punya rencana.


“Apa itu putri?”


“Kita harus pulang ke coelus.”