SAFIA

SAFIA
part 9



Setengah jam yang lalu memang jam perkuliahan sudah selesai hanya sebagian jurusan yang masih dalam pembelajaran memang waktunya lebih panjang dari jurusan lainya yang lebih sedikit mata pelajaran yang mereka jalani untuk hari ini.


Angel dengan semangat beranjak dari kelasnya berniat ingin menghampiri ruang kelas jurusan kedokteran bermaksud menjemput Arkha agar ketempat janjian mereka bersama.


" ngel....." suara Reon terdengar memanggil namanya disaat dia baru sampai pintu untuk keluar kelas membuatnya menghentikan langkahnya.


"pa Re..? aku mau ke kelas Arkh memanga nih mau ngajak ke cafe bareng... kamu kesana aja langsung Re.." jawabnya dengan buru buru karena takut Arkha keburu keluar kelas.


" justru itu...tadi si Arkha ngabarin kalau dia ada urusan sebentar jadi dia suruh kita nunggu disana...nanti langsung ketemu disana katanya.." jawab Reon saat melihat Angel ingin melanjutkan langkah kakinya Reon segera menyampaikan pesan Arkha tadi lewat WhatsApp sebelum kelas selesai.


" oohh ko dia ga ngabarin aku yah Re.." jawabnya kecewa karena tidak bisa ketemu Arkha lebih cepat. hanya di jawab hendikan bahu oleh Reon tanda diapun tidak tau.


dan akhirnya Reon dan angel berjalan ke cafe lovers bersama dengan suasana hati yang berbeda.


Angel yang kecewa karena tidak bisa ke cafe lovers bersama Arkha padahal dia sudah membayangkan bahagianya jika bisa jalan berdua dengan Arkha walaupun ke cafe tak jauh dari kampus mereka sedang Reon dengan senang hati karena sudah membayangkan dapat nilai memuaskan dan akan ada hadiah yang di janjikan kedua orang tuanya setiap dia mendapatkan nilai yang bagus.


sedangkan di tempat lain Arkah melajukan motornya ke AMAX mall terbesar di kota itu karena memang sudah memiliki janji dengan salah satu toko perhiasan yang ada disana.


memang Arkha dua hari yang lalu Arkha memesan cicin berlian sederhana namun elegan dan indah seseuai dengan karakter Safia wanita yang dia cintai bahkan sangat ingin memilikinya secepatnya bagaimanapun caranya walaupun dengan cara paksa.


tadi sebelum kelas selesai dia mendapatkan informasih dari toko tersebut bahwa cincin yang di pesanya sudah selesai dan dia diminta untuk datang agar bisa melihat hasilnya.


setelah setengah jam mengendarai motor sportnya akhirnya disinilah Arkha berada didepan pintu masuk toko yang dia maksud dengan langkah pasti dan wajah datar tanpa ada rasa terganggu dengan tatapan dari orang orang yang dia lewati termasuk para karyawan toko perhiasan tersebut. Arkha langsung berjalan kearah salah satu karyawan laki laki yang ada di sana.


" selamat siang tuan...ada yang bisa saya bantu..." dengan ramah karyawan laki laki itu menyapanya saat melihat seorang laki laki sudah berada didepanya. tanpa menjawab sepatah katapun Arkha langsung memberikan kartu memberyang memang dia miliki sebagai tanda bahwa dia adalah pelanggan kelas VVIP toko tersebut, karyawan itu menerima dengan ramah.


" oh tuan Arkha mari langsung masuk keruangan ibu carla sudah menunggu anda..." seru karyawan itu mempersilahkan Arkha untuk masuk sebuah ruangan luas dengan cat silver terlihat mencolok dan terlihat mewah.


didalam ruang terdapat ada satu set sofa mewah berwarna hitam dan tak jauh dari sofa terdapat meja kerja yang terbuat dari kayu jati yang terlihat mewah disanalah seorang wanita sedang duduk sibuk berkutat dengan kertas yang Arkha tebak adalah hasil desain perhiasan terbaru yang dia buat.


" hei Arkha kau sudah datang..." sapa wanita itu dengan senyuman lebar.


" mana..?" hanya itu yang keluar dari mulut Arkha membuat wanita yang di panggil Carla itu tersenyum lembut.


" aahh kamu selalu deh ga pernah berubah..." katanya sambil berjalan ke arah etalase ukuran sedang yang ada di dekat meja sebelah kiri untuk mengambil pesenan pemuda itu memang dia sudah mengenal bahkan sangat mengenal Arkha karena Carla adalah sepupu Arkha yang tak lain anak dari tantenya Kaka dari mamanya Arkha.


" ini cicin yang kamu pesen..." katanya seraya meletakan di atas meja kerjanya.


Arkha yang melihatnya langsung mendekat ke arah meja untuk melihat apa yang di inginkan,,,saat sampai Arkha mengambil dan melihat perhiasan karya Carla di kotak beludru berwarna hitam terlihat dua cincin yang elegan dan cantik jika dilihat tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil juga...terdapat tiga berlian kecil di bagian atas bagian ringnya terbuat dari titanium warna hitam di bagian dalam bawah cincin terdapat tulisan nama Arkha dan Safia sesuai keinginannya melihat itu senyuman Arkha sedikit muncul tanda kalau dia puas dengan hasilnya. itu membuat Carla yang sempat melihat senyuman seorang Arkha membuatnya tertegun karena hampir tidak pernah dia melihatnya.


" gimana sesuai keinginannya..?" tanya carla


"mm.." sebagai jawaban dari Arkha.


" Arkha aku ga tau gimana wanita yang namanya ada di dalam cincin itu namun aku selalu berharap dialah yang selalu membawakan kebahagian untukmu dan hidupmu..." kata Carla penuh harap karena dia tau apa yang selama ini membuat pemuda di depannya begitu dingin dan tak tersentuh,pemuda yang adalah adik sepupunya sendiri.


" aku akan mengambil resiko apapun asal dia jadi milikku dan akan melakukan apapun agar dia tetap bersamaku...!" tegas Arkha meyakinkan Kaka sepupunya itu yang terlihat ragu dengan Safianya.


" ya sudah terserah kamu jika memang kamu yakin lakukanlah jangan pernah lepaskan dan jangan pernah mundur...aku yakin kalau kamu mengambil keputusan sudah memastikan semua sempurna sebelumnya bukan..?" Carla berusaha meyakinkan dirinya jika pilihan Arkha itulah yang terbaik untuk adik sepupunya itu.


" ya..aku pulang..." respon Arkha singkat sambil menyimpan kotak beludru yang didalamnya ada cincin pesananya ke dalam saku jaket yang dia pake


" ok..semoga sukses dan aku tunggu kabar baiknya..." seru Carla sedikit berteriak memberi semangat saat melihat Arkha sudah mulai berjalan keluar dari ruangannya dengan Carla melihatnya dengan pandangan sendunya.


" huft.. anak itu sunggu luar biasa kenapa aku jadi ingin menangis melihat dia terlihat bahagia seperti itu...aku yakin keluargamu pasti akan menyesal suatu saat nanti..." Carla meyakini apa yang dia pikirkan akan terjadi suatu saat nanti.


jam sudah menunjukan pukul 13.00 siang toko saat ini sudah terlihat sepi setelah jam makan siang selesai dan saat ini giliran Safia istirahat untuk makan siang memang sudah jadi aturan di toko tempat Safia bekerja karyawan toko istirahat setelah lewat jam satu siang karena baisanya jam itu tidak terlalu ramai yang bisa di jaga satu orang saja karena memang istirahatnya sistem bergantian dan saat ini giliran Safia istirahat pertama.


" kayanya Arkha udah pulang kuliah deh..." guamam Safia setelah melihat jam di tangannya.


" aku telphone aja deh dia udah makan belum..." katanya lagi seraya mengambil handphonenya lalu menekan no Arkha.


" tuttt tuttt tuttt...!!!" setelah dering ketiga telphone akhirnya tersambung.


" halo Arkha..." sapanya langsung


"yaa..." jawab Arkha singkat


" Arkha kamu udah pulang belum...?" tanya Safia


" udah..." jawab Arkha yang lagi lagi singkat


kenapa sih punya pacar udah brondong irit amat ngomongnya...batin Safia mengeluh


" kamu langsung pulang atau kemana dulu..? tanya Safia lagi dengan harapan Arkha akan menjawab dengan kalimat yang sedikit panjang.


" ngga pulang...dicafe bantu temen nugas.." kata Arkha jujur


punya pacar gini amat sih kalau ditanya jawabnya singkat amat bikin orang mikir aja...lagi lagi Safia mengeluh dalam hati.


" kamu udah makan siang belum...?"


" belum.. kamu ..?" tanya Arkha balik


" ko belum...Arkha Jangan dibiasakan nanti kamu sakit gimana..? ya udah kamu bantu temenya sambil makan Arkha jangan ga loh ya...ya udah aku mau lanjut kerja lagi sampe ketemu nanti malam Arkha bye..!!" Safia menutup telphone setelah melihat jam istirahatnya sudah habis.


Aduh waktu susah sekali padahal niatnya tiga hari Update tapi apalah daya waktu tak sempat akhirnya aku usahakan satu Minggu sekali up...terimakasih yang udah setia nungguin lanjutan ceritanya yah..sampe jumpa di part selanjutnya..bye bye!