SAFIA

SAFIA
part 18



Hari semakin sore jam menujukan pukul 4 sore Angel dan Reon sudah pulang dua jam yang lalu, kali ini Safia sudah menyelesaikan rutinitasnya di dapur, seperti yang di bilang siang tadi dia membuat soto kuah kuning dan mendoan yang rencananya di goreng nanti jika sudah waktunya makan malam biar masih hangat, memang sederhana sih menurutnya lagian hanya untuk dia dan suaminya saja jadi ngga perlu memasak banyak Safia tidak ingin masakannya mubazir jika terlalu banyak.


tadi setelah membantu Angel dan Reon Arkha izin pergi kerumah Erik ada perlu katanya jadi sekarang dia dirumah sendirian.


" akhirnya selesai semua, makan oke, dapur beres, tinggal mandi nunggu Arkha.." Safia langsung bergegas ke kamarnya untuk mandi karena memang sudah sore kerjaan juga udah beres semua.


Diruang rahasia di rumah yang Arkha jadikan pusat kendali INMAX suasana tegang sungguh terasa menyesakan saat sang empunya rumah mendapat kabar dari Rey yang sudah kembali dari Canada.


" jadi apa yang bakal loe lakukan kha?" tanya Rey setelah dia sudah menjelaskan berita tentang keluarga Arkha yang mulai mendatangi INMAX di Canada karena ingin mendapatkan suntikan dana untuk perusahan keluarga yang kini memiliki kesulitan dana setelah semua data Rahasia perusahaan di bobol oleh orang yang belum bisa mereka lacak siapa orangnya, itu membuat nilai saham mereka cukup anjlok banyak pemegang saham yang menarik saham mereka dari perusahaan.


" berikan saja seperti yang lain ini yang gue harap dari mereka, ada dalam kendaliku itu membuat ku semakin gampang untuk menahancurkan mereka " kata Arkha penuh dengan amarah, kebencian di setiap katanya.


flashback


" Mom.. Mommy..." seorang anak berumur 4 tahun berlari memasuki mansion dengar bahagia mencari sang Mommy. ya itulah Arkha kecil.


" Mom... Mommy dimana..?" teriaknya setelah ke dapur yang biasanya Mommynya berada namun tak menemukanya disana.


" di taman belakang sayang..." suara Mommy nya dari arah belakang memberitahu keberadaanya kepada anak tersayangnya. mendengar suara sang Mommy ditaman belakang akhirnya Arkha itu lari dengar langkah riangnya menuju dimana Mommy nya berada.


" Mom tau ngga aku lompat kelas lagi mulai besok aku masuk kelas 3 kata Miss Riska tadi..." dengan suara antusiasnya Arkha memberitahu akan pencapaiannya disekolah.


" oh iya..wahhh anak Mommy hebat.." Mommy menanggapi cerita anak semata wayangnya dengan raut bahagia bercampur bangga.


" iya dong aku harus jadi hebat biar aku bisa bikin Mommy bahagia.." seru sang anak dengan semangat.


" anak Mommy sangat baik, Mommy pasti bahagia asal anak Mommy juga bahagia.." kata sang Mommy dengan haru. dan mereka berpelukan menyalurkan perasaan bahagia dan haru bersama namun yang mereka tidak tahu jika ada badai yang akan membuat kebahagian mereka hancur tak tersisa.


sore harinya badai itu datang tanpa mereka duga, badai yang akan menghancurkan kebahagian keluarga kecil mereka. ada seorang wanita seumuran Mommy nya bernama Riska datang bersama anak laki lakinya Angga umurnya lebih tua 5 tahun darinya mengaku sebagai istri anak ayahnya dan lebih mengejutkannya lagi bahwa ayahnya sudah menikah dengan wanita itu sebelum ayahnya menikah dengan Mommy nya membuat Mommy nya shock dan jatuh pingsan.


mulai saat itulah Mommy nya menjadi lemah tak berdaya, sakit sakitan bukanya peduli Dadynya malah bersenang senang dengan istri dan anak mereka di depan Mommy membuat Mommy nya lebih terpuruk lagi.


" kenapa kau melakukan ini kepadaku dan keluargaku..? " Mommy bertanya dengan lirih dan terdengar sangat menyakitkan.


" karena aku butuh hartamu yang melimpah ini untuk kesenanganku dan keluargaku.." dengan angkuh laki laki yang dia sebut Dady olehnya mengatakan itu dengan kejam kepada Mommy.


" apa salahku dan keluargaku padamu Sampai kau hancurkan kami seperti ini.." Mommy nya masih bertanya dengan air mata yang semakin deras menahan sakit tak terkira dalam hatinya mengetahui fakta bahwa suami yang selama ini sangat perhatian, baik, dan bertanggung jawab itu hanya ilusi hanya kedok untuk menyebunyikan niat yang sebenarnya.


" kau dan keluargamu tidak salah, kesalahan terbesarmu hanyalah kebodohanmu yang mencintaiku saja, seandainya ayah sialanmu tidak mati terlalu lama pasti keluargaku lebih cepat untuk bahagia menikmati seluruh harta milik keluargamu, tapi akhirnya aku berhasil menyingkirkan ayah bodohmu itu dengan merusak rem mobilnya, haaa haa haa " Dady nya tertawa yang terdengar begitu mengerikan di telinga Arkha membuatnya gemetar takut.


" dan sekarang waktu giliranmu yang aku singkirkan.." dengan seringai kejamnya laki laki itu mengatakan hal yang paling membuatnya takut, dia sudah kehilangan kakek yang sangat menyayanginya, dan dia tidak mau jika harus kehilangan Mommy yang sangat dia cintai di dunia ini dan lebih takut lagi bahwa semua itu dilakukan oleh Dady yang selama ini bersikap sangat baik tapi hanya iblislah yang ada di hatinya.


mereka tidak menyadari jika di balik pintu kamar itu ada anak mereka mendengar semuanya dengan deraian air matanya segala rasa membaur menjadi satu membentuk kebencian yang terdalam untuk laki laki itu dan dengan tekad yang di ciptakan setelah mendengar fakta itu untuk menghancurkan laki laki itu dengan keluarganya suatu saat nanti. janji yang ditanam setelah mendengar fakta yang sebenarnya dalam hati Arkha kecil.


beberapa hari kemudian Mommy yang sangat Arkha cintai, Arkha sayangi keluarga satu satunya meninggalkannya untuk selama lamanya karena sakit yang dideritanya dan tekanan batinya membuat nyawanya tidak tertolong lagi membuat Arkha terpuruk.


" heii..anak sialan sekarang kamu ngga punya siapa siapa lagi didunia ini jadi kamu harus nuruti perkataan dan perintahku mulai sekarang, kalau ngga terimalah hukumanya.." kata Riska dengan sikap pongah dan sombongnya sedang kan Angga hanya tersenyum mengejek.


mulai saat itu selama bertahun tahun hidup Arkha penuh dengan penderitaan, Arkha sering di pukuli, di caci dan pada puncaknya Arkha di usir dari rumah oleh Dady nya karena membuat Angga terluka padahal bukan karena dirinya Angga terluka namun mereka menyalahkan nya saat umurnya tujuh tahun. tapi untungnya dia ditolong oleh tetangga samping rumahnya yaitu keluarga Erik dan mulai saat itu dia dirawat dan di sekolahkan karena memang bundanya Erik adalah teman sekolah Mommy nya.


Arkha mengingat dengan jelas kesakitan Mommy nya yang diberikan oleh Dady nya dulu itu selalu membuatnya semakin dan semakin membenci Dadynya dan keluarganya itu.


" Kha bunda sama ayah pulang tuh, kemarin mereka nyuruh loe bawa Safia buat kerumah pengen liat mantu katanya..." Erik mengatakan pesan dari sang bunda kepadanya untuk Arkha, karena memang pas Arkha menikah orang tuanya ngga bisa datang karena saat itu ayahnya sedang di rawat di rumah sakit.


" besok libur "


" gue balik.." Arkha pamit karena hari mulai gelap Arkha ngga mau Safia sendirian di rumah terlalu lama walaupun istrinya biasa hidup sendiri tapi tetap saja dy tak rela.


Terimakasih yang sudah setia membaca cerita amburadul ini, semoga setiap part-nya sesuai dengan yang diharapkan yah, sampai jumpa part selanjutnya semoga bisa cepet tapi ngga janji..bye bye!!