SAFIA

SAFIA
part 6



Akhirnya udah nyampe part 6 walaupun banyak part yang masih terlihat berantakan tetapi tetep semangat lah namanya juga masih tahap belajar..jadi diharap maklum..!! yaudah ga usah belama lama yuk mari baca..!


Disinilah mereka berada setelah drama penjemputan dadakan Arkha yang membuat Safia shock dirumah Safia dan lebih mengherankan lagi malam malam si bocah tengil itu meminta di masakin oleh Safia yang membuat Safia begitu sebal karena disaat rencana setelah pulang langsung tidur karena Safia sudah makan tadi di toko kue karena si pemilik toko kue sedang mengadakan syukuran anaknya yang baru lahir sehingga bagi bagi nasi box sehingga tak perlu masak untuk makan malam. namun renacana tinggal rencana karena ada anak orang yang ingin di masakin olehnya saat tadi ingin menolak namun wajah memelas yang dia dapat dari si bocah muka datar itu.entahlah kenapa bisa Arkha melakukan itu membuat Safia tidak tega untuk mengabaikannya.


Setelah tiga puluh menit berkutat dengan alat dapur akhirnya masakannya terselesaikan dengan baik dan sudah tertata dengan rapih di meja makan,sayur capcai dan telur dadar jadi menu yang Safia pilih karena di kulkasnya hanya bahan itu yang ada,sebenarnya itu pun dia siapkan untuk menu besok tapi ya sudahlah besok gampang pikirnya. dia biasa masak apa saja yang ada di pekarangan rumahnya kalau memang belum bisa membeli sayuran karena itulah dia suka berkebun menyempatkan sedikit waktu untuk merawat semua tanaman yang memang sangat dia butuhkan untuk hidup lebih hemat dikota besar karena tidak perlu membelinya.


" Arkha makan..." Safia mendekat ke arah Arkha yang sedang menonton TV di ruang tamu.tanpa menunggu lama Arkha langsung bangkit dari duduknya dan melangkah menuju meja makan.


di meja makan sudah tersaji satu piring nasi dengan lauk sayur capcai ,telur dadar dan segelas air putih menggodanya untuk segera menghabiskannya.


" kamu ga makan..?" tanya Arkha saat melihat hanya ada satu piring di meja.


ternyata masih ingat dia yang punya rumah juga pikirnya dalam hati.


"ga tadi udah makan di toko.." jawab Safia lalu duduk di kursi depan dimana Arkha duduk..dan hanya dapat anggukan untuk jawaban dari Arkha.


seperti inikah rasanya kalau sudah menikah selelah apapun harus melayani suaminya pikir Safia mengkhayal.


tapi anak inikan umurnya jauh di bawahku yang pantas jadi adik daripada suami ya ampun mikir apa sih kau Safia.


" nasinya boleh nambah..?" tanya Arkha saat nasi dipiringnya tinggal beberapa suap.entahlah masakan Safia sangat pas di lidah Arkha sehingga membuatnya ingin selalu menikmatinya setiap saat saat dia lapar padahal masakan rumahan biasa tapi rasanya membuat ketagihan.


"ehh..kamu belum kenyang..?" tanya Safia heran


"belum..." kata Arkha datar seraya menyodorkan pirinya ke Safia dan di terima Safia dan mengisinya dengan nasi kembali.


setelah acara makan Arkha telah selesai dan yang Safia heran semua masakanya Arkha habiskan tak tersisa.


membuat Safia berpikir apa yang menyebabkan anak orang kaya seperti Arkha begitu kelaparan.


terus apa gunanya para koki di rumah besar nan megah itu sampe anak majikanya sampe kelaparan begitu pikir Safia sedikit kasihan.


" udah kenyang kan...?" tanya Safia memastikan.dan lagi lagi dijawab hanya dengan anggukan.membuat Safia gemas ingin sekali menegurnya bisa ga sih ngomong yang lebih panjang sedikit biar jelas gitu orang dengernya.


" Safia.." panggil Arkha saat melihat Safia diam melamun menyadarkan Safia dari komplenan dalam hatinya.


eh dia manggil namaku wah..wah ga sopan nih anak pikirnya saat mendengar Arkha memanggilnya tanpa embel embel Kaka , mba , teteh atau apalah itu kan aku lebih tua dari nih anak bukanya apa apa kalau dia khilaf jadiin dia target imam kan gawatt...


" Arkha bukanya apa apa yah tapi aku kan lebih tua nih dari kamu bisa ga manggil aku pake mba , teteh , atau Kaka juga boleh biar lebih sopan gitu sama yang lebih tua..." kata Safia panjang berusaha mengutarakan komplenan hatinya.


" ya iya sih tapikan..." kata Safia binggung mau mengatakan apa lagi


ya ampun jawabnya gitu amat sih nih anak mana tajem banget tatapanya , apa dia marah yah..Safia bertanya dalam hati tak berani bertanya langsung.


"ya udahlah terserah kamu..sekarang udah malam kamu ga mau pulang?" tanya Safia karena jam sudah menunjukan pukul setengah sebelas malam.


"handpone..." kata Arkha sambil mengulurkan tangannya meminta handpone Safia.


" buat apa...? tanya Safia tapi tetap menyodorkan handphone nya kepada Arkha dan langsung diterima lalu mengetikan sesuatu setelahnya dikembalikan ke Safia.


"aku pulang.." pamitnya lalu mengambil jaket yang dia letakan di sandaran kursi ruang tamu.


"oh ia...hati hati di jalan..! jawab Safia basa basi


namun tak ada jawaban dari Arkha hanya tatapan intens dari Arkha dan apa melakukan hal yang membuat Safia shock setengah mati tanpa aba aba Arkha mencium sudut bibir Safia dan tersenyum kecil yang terlihat oleh Safia walaupun sekilas membuatnya diam tak berkutik dengan pesona seorang Arkha.


" langsung tidur.."katanya lembut seraya mengusap pipi Safia yang merona karena tindakan yang menciumnya tiba tiba semakin membuatnya jatuh lebih dalam oleh pesona yang dimiliki oleh Safia dan bertekad untuk secepatnya memilikinya apapun caranya.


Safia tersadar dari shocknya saat mendengar deru mesin motor yang di nyalakan sebelum Arkha melajukan motornya dia sempatkan melihat Safia dengan tatapan lembut serta senyuman tipis yang kali ini tidak dilihat oleh Safia.


ya tuhaaann... ciuman pertamakuuu kenapa harus diaaa...dan dia masih berondong Safia teriaknya dalam hati.


memang dulu saat SMA dia pernah berpacaran dengan cowo tapi ga sejauh ini sampai dicium seperti ini.


ya Tuhan suami masa depanku maafkan aku yang tak bisa menjaga ciuman pertamaku hanya untukmu... ratapnya mendramatisir.


\=\=\=\=\=\=


Setelah sampai rumahnya Arkha langsung naik ke lantai dua menuju kamarnya untuk mandi dan ganti pakaian dengan kaos putih polos dan celana kain panjang setelahnya membaringkan tubuh lelahnya ke kasur king zisenya yang nyaman. tersenyum saat mengingat ekspresi Safia saat dia menciumnya walau hanya di sudut bibirnya saja samapai seperti itu reaksinya begitu menggemaskan di bisa menduga bahwa itu adalah ciuaman pertama untuk Safia. ingin sekali membawa pulang Safia hanya untuknya sendiri mengurungnya agar tak terlihat oleh siapapun agar tak ada yang berniat mengambil darinya.


setelah beberapa saat tanpa sadar Arkha tertidur dengan harapan Safia datang dalam mimpinya.


"drtt..drtt.." dering alarm mengusik tidur nyenyak Arkha bertanda memang dia harus segera bangun karena dia sudah mengatur alarmnya tepat pukul 06.00 pagi.


dengan malas dia bangkit dari kasur segera mandi agar terasa lebih segar dengan pakaian kaos putih polos dan jins Dongker serta sepatu kets warna putih Senda dengan bajunya semakin menambah kesempurnaan seorang Arkhandana.