
Hari demi hari telah terlewati oleh Safia dan Arkha bulan telah berganti waktu begitu terasa cepat, kini kandungan Safia sudah memasuki trimester tiga semakin mendekati waktu perkiraan lahir membuat Arkha semakin posesif kepada Safia.
kini mereka berada di mall terbesar di kotanya yang tak lain adalah mall milik Arkha, mall yang dulu sebelum menikah dengan Arkha sangat Safia ingin kunjungi namun apalah daya keadaan tak membuatnya bisa mewujudkan dan setelah dia menikah dengan Arkha bahkan hampir setiap weekend dia akan jalan jalan dengan sang suami ke mall tersebut tapi itu tak pernah membuatnya bosan tetap membuatnya selalu bahagia dan senang, walaupun tak membeli apapun hanya untuk sekedar makan atau hanya melihat lihat saja, padahal suaminya selalu menyuruhnya untuk membeli barang apapun yang dia inginkan tapi dia selalu menolaknya dia berfikir buat apa beli barang yang ga perlu dan berakhir hanya untuk di simpan menurutnya itu hanya buang buang uang saja.
" by aku duduk dulu yah...kaki mulai pegel nih.." dengan perlahan Safia mendudukkan dirinya di kursi yang tersedia di toko perlengkapan bayi terkenal dengan merk yang mendunia. memang setelah kehamilanya semakin besar dia cepat merasa lelah untuk berjalan atau melakukan kegiatan apapun, belum kaki yang sudah membengkak membuatnya semakin tak nyaman jika harus berjalan lama.
" ya sudah kamu istirahat dulu..." dan tanpa di duga Arkha berjongkok didepan istrinya yang sedang duduk dan langsung melepaskan sepatu flat istrinya lalu memijat kaki Safia dengan lembut, perlakuan Arkha membuat orang yang ada di sekitar mereka begitu iri dengan keromantisan pasangan itu.
" OMG gue iri tuhan..."
" gue mau dong laki ke dia..."
" wow gue baper donk liatnya..."
" gini nih tipe suami gue, udah ganteng romantis lagi...bikin baper orang saja..."
begitulah orang orang melihat perlakuan Arkha terhadap Safia, mendengar bisikan dari sekitar membuat Safia merona malu.
" by udah kakiku ngga papa, kamu bangun sini duduk aja sebelahku, malu dilihat orang..." Safia menarik tangan Arkha agar segera berdiri dan duduk di sebelahnya. tapi Arkha tidak menghentikanya masih tetap memberikan pijatan di kaki istrinya yang bengkak.
" kakimu bengkak, kita pulang" setelah tak menanggapi apapun yang di ucapkan orang lain di sekitarnya dan bahkan tak menanggapi ucapan istrinya, Arkha menghentikan pijatannya memasangkan kembali sepatu ke kaki istrinya lalu beranjak berdiri membantu Safia berdiri tanpa kata sedikitpun.
Safia yang mendengar ucapan Arkha hanya bisa menghela nafas sabar memang sejak kehamilanya semakin tua perlakuan Arkha kadang membuatnya gemas juga senang.
" tapi aku masih pengen belanja by..." mohon Safia yang belum ingin pulang, karena memang mereka sudah niatkan buat belanja semua perlengkapan baby mereka yang sebentar lagi akan lahir baru juga dapat baju tapi Arkha sudah mengajaknya pulang.
" baru dapat baju baby juga, belum dapat yang lainya masih banyak yang mau di beli by..." Safia masih berusaha membujuk Arkha yang dengan tenang berjalan dengan menggenggam tangan Safia lembut. mendengar Safia masih membujuknya akhirnya Arkha menghentikan langkahnya lalu mengahadap ke arah Safia dengan menangkup kedua pipi Safia, membuat pipi Safia merona malu ditatap lembut oleh Arkha padahal setiap hari Arkha seperti ini namun dia tetap saja merona dan jantungnya berdebar begitu kencang.
" nanti aku yang urus semuanya, sekarang kita pulang..." kata Arkha lembut tangannya mengusap lembut pipi Safia yang memerah karena perlakuannya.
tanpa bisa membalas lagi akhirnya Safia menganggukan kepalanya setuju karena menurutnya Arkha sudah tak bisa di bujuk kalau sudah seperti ini, akhirnya mereka berjalan keluar mall itu untuk pulang kerumah mereka.
Safia dalam hati mengucapkan syukur kepada tuhan yang sudah memberikan suami sebaik dan sesempurna Arkha, walaupun umurnya begitu muda untuk menanggung beban kepala rumah tangga namun nyatanya Arkha begitu dewasa untuk menjadi seorang suami bagi Safia, begitu bertanggung jawab dan begitu baik memperlakukan Safia sebagai istrinya. Safia berharap kedepannya tak ada kerikil yang akan mengganggu kehidupan rumah tangganya dengan Arkha cukup angel yang mengganggu rumah tangganya dulu.
Namun tidak ada yang tahu apa yang sudah menjadi ketentuan yang tuhan buat untuk kita manusia, kita hanya bisa berharap tetapi tetap Tuhanlah yang akan memutuskannya. tetapi jika cinta yang terjalin begitu kuat diantara kedua pasangan apapun ujian yang akan menghantam hubungan mereka Tak akan bisa meruntuhkan cinta mereka, semoga cinta Safia dan Arkha tak akan runtuh oleh ujian yang akan mereka hadapi nantinya.
tak terasa sudah part 30 ngga nyangka juga walaupun ceritanya masih banyak typo bertebaran, alur juga masih belum bagus dan masih banyak kekurangan tapi tetep ngga nyangka aja ternyata bisa. yang setia nunggu ceritanya author ucapkan matur thank you untuk semuanya semoga author bisa secepatnya menyelesaikan cerita ini sampai ending...dukung terus yah biar authornya semangat buat nulis..happy reading semua!!