SAFIA

SAFIA
part 13



" ahhkk...Arkha sakittt.." rintih Safia saat milik Arkha mulai menerobos miliknya.


" tahan sedikit lagi sayanggg ahkk" desah Arkha saat berhasil memasuki milik Safia sepenuhnya. Arkha mendiamkan miliknya didalam Safia sejenak sampai milik Safia terbiasa dengan miliknya. sungguh ini sangat nikmat inti Safia seperti mencengkram miliknya membuat Arkha tak bisa berfikir jernih karena nafsu yang membludag.


setelah melihat Safia sudah terlihat lebih relaks Arkha mulai menggerakkan bagian bawahnya pelan namun lama kelamaan gerakannya dia percepat sehingga ******* terus keluar dari bibir Safia keringat mulai membasahi seluruh tubuh mereka.


" ahhh Arkha..." ******* Safia saat dirinya merasakan desakan di bagian intinya yang sedang dikuasai oleh milik Arkha. membuat Arkha semakin mempercepat gerakanya karena diapun merasakan desakan itu pada miliknya.


" sayangg keluarkan bersama aakhhh...." lengguhan panjang Arkha semakin menekan miliknya kedalam rahim Safia mengeluarkan cairan hangat yang begitu banyak. setelah dirasa cukup Arkha menjatuhkan tubuhnya yang banjiri yu peluh di samping Safia yang sudah lemas karena gempuran Arkha yang begitu kuat. Safia tidak menyangka tenaga Arkha sungguh luar biasa membuatnya kewalahan.


" apa masih sakit sayang...?" tanya Arkha setelah dirasa nafasnya sudah teratur tubuhnya sudah kembali stabil.


" mmm sedikit..." Safia menjawab dengan wajah merona malu kenapa Arkha menanyakan itu membuatnya malu saja rutuknya dalam hati.


" kalau gitu ayo kita habiskan malam Dengan lebih panas dan coba berbagai gaya..." kata Arkha sensual dan langsung membawa Safia kebawah kungkunganya. dan melanjutkan kegiatan panas mereka dengan tanpa henti hingga pagi menjelang.


" maaf membuatmu kelelahan..." Arkha sedikit merasa bersalah saat melihat Safia sudah tertidur kelelahan setelah dia menyelesaikan permainannya yang terakhir. menyelimuti tubuh polos mereka berdua dan memeluk Safia dalam dekapanya mengecup pipi Safia. mengusap lembut perut rata Safia dan menciumnya seraya berbisik


" berjuanglah kalian ayah berharap salah satu dari kalian berhasil tumbuh di dalam perut bunda sayang.." dan setelah selesai berbisik didepan perut istrinya Arkha membaringkan tubuhnya dan menyusul Safia tidur.


suara bising kendaraan mulai ramai terdengar hilir mudik mengantarkan mereka yang akan memulai aktifitas harian mereka, berbeda dengan pasangan baru didalam kamar di salah satu rumah di komplek itu masih tenggelam dalam mimpinya. sepertinya tidak terganggu dengan kebisingan yang ada di jalanan depan rumah mereka.


mungkin karena mereka terlalu lelah setelah melewati malam panas yang sangat panjang membuat mereka enggan untuk sekedar membuka mata.


sesaat kemudian Safia mulai mengerjabkan matanya dan dengan cepat membuka matanya saat merasakan ada sesuatu yang membelit pinggangnya dengan erat, dia terkejut dengan reflek akan menendang orang itu namun lebih dulu dia sadar jika itu adalah Arkha yang sudah menjadi suaminya sejak kemarin dan dia ingat tadi malam sudah melakukan kegiatan dewasa dengan suami kecilnya itu membuat pipinya merona malu karena tadi malam Arkha seperti bukan lagi laki laki muda yang polos, yang ada hanya Arkha laki laki dewasa yang sangat ahli membuat Safia melayang dengan cumbuanya.


oh ya ampun Safia kau begitu memalukan kalau masalah ranjang, bahkan Arkha seperti lebih berkelaman darimu...rutuknya saat mengingat semalam yang bekerja hanya Arkha sedang dirinya hanya pasrah menerimanya.


Safia sekali lagi melihat Arkha yang masih anteng dengan tidurnya ditandai dengan nafasnya yang masih teratur setelah dirasa aman Safia dengan perlahan menyingkirkan tangan Arkha dari pinggangnya dia ingin cepat mandi dan memasak untuk sarapan yang sangat telat jika dilihat dari terangnya diluar terlihat dari ventilasi didalam kamarnya.


auch bagian bawahku sakit sekali, badanku juga sakit semua punya suami muda gini amat tenaga sama nafsunya gedenya ga terkira...keluhnya dan berjalan perlahan ke dalam kamar mandi.


setelah 15 menit dia dikamar mandi dia keluar hanya dengan handuk yang menutupi sebagian tubuhnya karena lupa membawa baju ganti tadi kedalam kamar mandi, dia harap Arkha belum bangun sehingga dia tidak begitu malu hanya memakai handuk saja.


saat sedang memilih baju santai yang akan dia pakai tiba tiba ada lengan melingkar dipinggangnya. membuat Safia kaget dan badannya kaku.


" wangi..." kata Arkha menghirup harum sabun di tubuh safia sambil tangannya meraba di bagian perut lalu pindah ke bagian dada tempat favoritnya untuk bermain benda kenyal Safia bibirnya mencumbu leher menggigit kecil meninggalkan jejak kemerahan menambahkan koleksi karyanya di tubuh Safia. Safia berusaha menahan sekuat tenaga agar tidak mengeluarkan suara yang membuatnya malu karena cumbuan Arkha pada tubuhnya saat ini.


" mm Arkha kamu mandi dulu, aaahku mau masak buat sarapan..." Safia berusah lepas dari belitan Arkha namun bukanya berhenti Arkha semakin erat dan semakin gila. bahkan tanpa sadar handuk yang dia pakai sudah terlepas dan entah di buang kemana Safia tidak tau.


" nanti..setelah ini" Arkha langsung mengangkat Safia ke ranjang dan melakukan olah raga pagi dengan semangat.


jam menunjukan pukul sebelas siang dan disinilah mereka berada di restoran padang dekat apartemen Arkha untuk sarapan sekaligus makan siang. kegiatan yang disebut Arkha olahraga membuatnya melewatkan sarapan yang memang sudah telat karena kesiangan tadi dan olahraga Arkha membuat Safia benar benar lelah hingga tak mampu lagi untuk memasak Arkha tidak pernah cukup hanya satu kali. Arkha berhenti saat Safia protes kalau tidak mungkin Safia tidak akan pernah keluar rumah.


" masih kesal...? tanya Arkha sambil tersenyum dia tau istri mungilnya sedang kesal denganya karena dia membuat mereka tidak sempat sarapan. ya salahkan saja tubuh istri mungilnya itu kenapa begitu menggoda untuknya membuat dia tidak pernah cukup hanya satu kali.


" ngga.." jawab Safia jengkel


udah tau nanya lagi...lanjutnya dalam hati.


" udah abiskan setelah ini kita ke apartemen yah..." kata Arkha lembut sambil mengusap rambut sebahu Safia yang di gerai. dijawab dengan hanya anggukan selanjutnya tidak ada percakapan lagi mereka fokus memakan makanan dengan pikiran masing masing.


setelah makan siang Arkha membawa Safia ke apartment nya setelah sebelumnya mampir ke minimarket yang ada di kawasan apartemen membeli cemilan.


akhirnya disinilah mereka di apartment mewah Arkha. Safia duduk di ruang tv menonton film sambil memakan cemilan yang mereka beli sedangkan Arkha sedang berada dikamar katanya mau ganti baju yang lebih santai. beberapa menit kemudian Arkha keluar kamar dengan baju hitam polos dan celana kain pendek dia terlihat seperti ABG pada umumnya. beda lagi jika dia pakai kemeja Arkha terlihat jauh lebih dewasa dari umurnya. Arkha langsung duduk di samping Safia dan merbahkan kepalanya di paha Safia.


" yang malam ini kita tidur disini ya ada kerjaan.." pinta Arkha memang tadi saat dikamar Erik mengabari jika dia mengirim email tentang masalah hotel yang ada di Canada membuat dia harus memeriksanya.


" iya...kuliah kamu gimana kha. ? udah dua hari kan kamu ga masuk ...?" tanya Safia tanpa mengalihkan pandanganya dari tv tapi tangannya mengelus rambut Arkha sayang.


" aku cuti seminggu...jangan panggil Arkha..!" Arkha protes dengan panggilan Safia yang masih memanggil namanya.


" aku harus panggil pa dong..?" Safia binggung


" hubby...panggil aku hubby yang.." pinta Arkha karena itu membuat Safia selalu ingat jika dialah suaminya.


" ok.." Safia menjawab singkat selanjutnya Safia melanjutkan menonton acara yang ada tv sambil terus mengusap Surai hitam milik suaminya sampai membuat Arkha terlelap.


part 13 ready kawan kawan...semoga kalian ga bosen baca ceritanya yah...sampai jumpa part selanjutnya ..bye bye!!!!