SAFIA

SAFIA
part 27



Waktu terus berjalan haripun semakin sore namun pertolongan belum datang, Safia sudah merasa tubuhnya semakin lemah, seluruh tubuh terasa sakit semua terutama bagian kepala yang semakin berdenyut, dia merasa haus dan lapar karena selama dia di sekap oleh angel dari pagi dirinya tak di beri minum maupun makanan kondisi itu juga menambah penderitaan Safia, siapapun yang melihatnya pasti merasa miris terlihat begitu menyedihkan.


sedangkan suaminya yang dia harapkan belum juga datang, entah kapan dia bisa terbebas dan keluar dari sini dia sudah tidak punya tenaga lagi untuk berusaha untuk lepas dari sekapan angel.


" tidak aku tidak boleh nyerah, demi calon anaku aku harus kuat..." gumam Safia lirih menguatkan diri sendiri saat dirinya hampir tak sadar.


" siapa kalian...!!" terdengar teriakan anak buah angel dari luar


"bugggh buggd..." disusul suara pukulan demi pukulan terdengar begitu gaduh membuat Safia bersyukur dalam hati semoga itu suaminya Arkha datang untuk menyelamatkannya.


" Arkha..." Safia berusaha memanggil Arkha namun hanya suara lirih yang keluar dia sudah di ambang batas kesadaran, dia sudah tak sanggup lagi berusaha tetap kuat apa daya tubuhnya sudah begitu lemah dan lelah, namun sebelum kesadarannya benar benar hilang, dia melihat pintu yang di dobrak keras dan suaminya lari memanggil namanya dengan raut panik setelah itu semua gelap.


Setelah semua orang yang terlibat dalam penculikan Safia di amankan oleh pihak berwajib, disinilah Arkha berada menunggu Safia yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit di kamar VIP, Arkha begitu panik saat dia dobrak pintu tempat Safia di sekap pemandangan yang memilukan dia lihat istrinya terlihat begitu menyedihkan tangan terikat baju penuh dengan noda darah dan wajah pucat pasi penuh luka, dia merasa bersalah karena datang terlalu lama untuk menolong istrinya.


" dertt derttt"


" emM ya semuanya tanpa sisa, gue mau mereka hancur..." dengan tajam Arkha membalas lawan bicara di handphonya.


" iya gue tunggu hasilnya besok..." tutup Arkha setelah menerima panggilan Arkha kembali melihat Safia yang masih setia menutup matanya terlihat begitu tenang dan damai, Arkha mengalihkan pandanganya ke perut Safia yang memang sedikit menonjol tapi belum terlalu terlihat, meraba pelan perut istrinya disanalah anaknya mulai tumbuh beruntung saat ini calon anaknya dalam keadaan baik baik saja, calon anaknya tidak terpengaruh dengan kondisi Safia yang lemah karena kata dokter kandungan Safia sangat kuat, kalau tidak mungkin hal terburuk bisa terjadi.


" terimakasih kamu kuat didalam sana, ayah sayang kamu..." ucap lirih Arkha pada perut Safia lalu mencium lembut perut istrinya yang sedang tumbuh calon anak mereka di dalam sana.


" sayang cape banget yah, lama banget tidurnya..." membelai wajah sang istri yang begitu damai dengan pandangan sendu melihat luka luka istrinya.


" pasti sakit kan, maaf yah aku datangnya lama.." Arkha begitu sakit hatinya melihat kondisi istrinya seperti sekarang dia tidak bisa membayangkan bagaimana istrinya berusaha bertahan dalam melawan ketakutannya, Arkha begitu hancur setiap membayangkan apa yang dialami istrinya tapi dia bersyukur istrinya tidak kenapa kenapa hanya luka luar yang ada di tubuhnya, istrinya hanya kelelahan dan dehidrasi.


tiba tiba pintu terbuka namun itu tidak membuat Arkha terkejut karena dia tau siapa yang datang bundanya, memang setelah Safia mendapatkan penanganan di rumah sakit Arkha langsung menghubungi bunda agar lebih tenang, karena setelah mendapat kabar bahwa menantu kesayanganya kecelakaan lalu di culik bunda sempat pingsan dan setelah sadar menangis terus memikirkan keadaan Safia.


" Arkha gimana keadaan Safia..." cecar bunda sambil meneliti tubuh Safia dan mengusap pelan luka yang ada di wajah menantunya itu.


" Safia tidak apa apa bund, selain luka luar Safia hanya kelelahan dan dehidrasi...dan calon anak kami Alhamdulillah baik baik saja di dalam sini.." sambil mengelus lembut perut istrinya Arkha menjelaskan kondisi istrinya kepada bundanya dengan sedikit senyuman di akhir saat menyebut calon anaknya, hati Arkha rasanya begitu senang mengingat dia sebentar lagi akan menjadi seorang ayah.


" appaaa...anak jadii...?" bunda memekik kaget saat Arkha bilang calon anaknya baik baik saja itu berati sebentar lagi dirinya akan segera mempunyai cucu.


" ia bund Safia sedang hamil 2 bulan..." Arkha menjawab keterkejutan bundanya dengan senyuman lebar.


" Alhamdulillah akhirnya bunda mau punya cucu..." sembari mengusap air matanya bunda mengucapa syukur dengan begitu bahagia.


" egghh.."


" sayanggg...hey buka matanya pelan pelan..!!" bisik Arkha di depan telinga istrinya disaat dia melihat Safia berusaha membuka mata.


" Alhamdulillah menantu bunda akhirnya sadar...sayang mana yang sakit bilangin ke bunda...Arkha cepat panggilan dokter...!!!" hebohnya bunda saat melihat Safia sudah berhasil membuka mata sepenuhnya.


" hauss..." lirih Safia merasakan tenggorokan kering dan terasa sakit untuk bicara.


" oh ia bentar bunda ambilkan..." dengan segera bunda mengambil air mineral yang ada di atas meja sebelah tempat tidur dan di beri sedotan agar Safia lebih mudah untuk meminumnya.


" sudah sayang..?" dengan anggukan Safia menjawab pertanyaan mertuanya.


tak lama seorang dokter dan Arkha masuk keruangan dan dokter langsung memeriksa kondisi Safia.


" Alhamdulillah kondisi nona Safia sekarang baik baik saja hanya perlu istirahat yang cukup dan perbanyak minum agar tenggorokan tidak sakit..." dokter menjelaskan kondisi Safia setelah dia sadar.


" baik dokter terimakasih.." balas bunda setelah dokter menjelaskan kondisi menantunya. dirinya bersyukur menantunya selamat dan kondisinya baik baik saja terutama calon cucunya juga sehat tanpa kurang suatu apapun walau dia sedih karena melihat luka yang dialami menantu kesayanganya tapi dia merasa lega semua baik baik saja dan selamat.