
Terlihat keramaian kantin salah satu perguruan tinggi negri unggulan di kota tersebut banyak mahasiswa mahasiswi yang sedang mengantri di stand penjual makanan dan minuman untuk membeli untuk mengisi perut mereka masing masing karena jam sudah menunjukan waktu makan siang...
" hai melamun aja sih loe..." Reon tiba tiba datang mengagetkan Angel yang sedang asik dengan lamunanya entahlah sedang melamun apa mungkin Arkha yang 2 hari ini ngga ada kabar dan tidak terlihat dimanapun di kampusnya pikir Reon.
" Reon kamu ngagetin aja sih..." sebal Angel karena Reon mengagetkannya.
" lagian sih loe nglamun aja dari tadi gue liat...kenapa ? mikirin Arkha...?" tebak Reon tepat sasaran.
sedang Angel yang merasa tebakan Reon benar merasa sedikit malu dan salah tingkah.
" mm ko kamu tau sih..kenapa yah si Arkha ngga keliatan udah 2 hari ini .." tanya Angel pada Reon berharap dia tau jawabannya.
" kemarin sih gue chat dia katanya ada urusan jadi dia cuti seminggu, tau sih urusanya apa ngga ngasih tau.." Reon mengangkat kedua bahunya.
" kamu tau alamat rumahnya ngga Re..?" tanya Angel memang setelah setahun mengenal Arkha dia belum tau tempat tinggal Arkha.
" tau..entar gue kirim lewat chat.." jawab Reon.
huff Arkha kenapa sih kamu ngga pernah bales chat aku padahal Reon kamu bales...apa kamu sebegitu ngga mau aku deketin..kata Angel sedih.
" emang loe mau ketempat Arkha ngel...?" tanya Reon penasaran.
" pengennya sih gitu tapi liat nanti aja lah.." Angel menjawab sekenanya dia ingin sekali kerumah Arkha Angel merindukan cowo yang dia cintai dalam diamnya. setelah mereka selesai mengi perutnya mereka putuskan kembali kekelas karena sebentar lagi kelas selanjutnya dimulai.
Sedang ditempat lain masih di apartment Arkha setelah satu jam tertidur diatas paha Safia akhirnya dia terbangun karena lehernya mulai terasa pegal. saat melihat kearah Safia dia melihat istrinya itu sudah terlelap dengan bersender di sandaran sofa dan tv juga masih menyala.
karena tidak tega membiarkan istri mungilnya badannya sakit jika di biarkan tidur di sofa akhirnya Arkha menggendong Safia ala bridal style menuju ranjang dikamarnya.
" kamu kalo tidur imut banget sih yang.." mengusap pipi halus istrinya lalu mengecupnya singkat.
Arkha keluar kamar menuju dapur untuk minum karena terasa haus setelah selesai minum dia langsung masuk ke ruang kerjanya karena banyak kerjaan yang sudah menumpuk menunggu di kerjakan olehnya.
setelah satu jam berkutat dengan dokumen yang sangat banyak akhirnya semuanya sudah dia selesaikan hanya tinggal mengabari Erik datang nanti malam karena dia sedang menghadiri rapat untuk mengambilnya dan memberi arahan tentang masalah yang ada di perusahaan perusahaan yang menjalin kontrak denganya.
Arkha keluar dari ruang kerja menuju kamar untuk melihat istri mungilnya, kadang dia berfikir sebenarnya siapa yang lebih tua dia atau istrinya itu. kenapa wajah istrinya seperti ABG seumuran denganya bahkan terkadang terlihat lebih muda lagi darinya.
masih terlihat istrinya masih nyaman dengan mimpinya padahal hari sudah semakin sore namun belum ada tanda tanda istrinya akan bangun dari tidurnya.
" sayang bangun..." Arkha berusaha membangunkan dengan selembut mungkin agar istrinya tidak kaget.
" sayang ..." panggilnya lagi sambil menciumi wajah Safia karena belum ada respon dari Safia.
" bentar lagi by..." Safia menjawab karena Arkha mengganggu tidurnya padahal masih sangat ngantuk.
" ini udah sore katanya mau belanja kebutuhan rumah.." Arkha masih berusaha agar Safia bisa bangun dari tidurnya. memang tadi saat baru nyampe apartemen Safia melihat isi kulkas didapur dan tidak ada apapun, didalam kulkas kosong hanya ada minuman kaleng dan air mineral.
akhirnya dengan malas Safia bangun dan duduk masih dengan mata yang tertutup membuat Arkha gemas dan mencium bibir manis istrinya ********** kecil Safia yang mendapat serangan mendadak itupun langsung membuka matanya lebar dan berusaha mendong halus tubuh Arkha agar sedikit menjauh darinya.
" jangan main nyosor aja dong by...aku tuh lagi ngumpulin nyawa tau ganggu ajah.." Safia mengerucutkan bibirnya sebal.
" ya udah aku mau mandi aja by...kamu belum mandi..?" tanya Safia. heran saat melihat Arkha masih dengan pakaian yang tadi.
" belum..nunggu kamu.." jawab Arkha terasa aneh menurut Safia.
kalau mau mandi ya mandi dulu kenapa, ngapain nunggu aku segala coba..pikir Safia heran
" lah kenapa ngga mandi duluan sih by.."
setelah adegan mandi bersama yang memakan waktu hampir dua jam karena Arkha yang tidak pernah puas dengan tubuh Safia.
disinilah mereka supermarket yang ada di lantai dasar gedung apartementnya.
" by kamu mau dimasakin apa..?" tanya Safia saat melihat di stand sayuran segar
" terserah..." jawab Arkha singkat.
" ya udah buat makan malam aku bikin ayam goreng sama cah kangkung yah by.." putusnya dan mengambil sayur kangkung dan berbagai sayuran yang ada di sana untuk dimasak sarapan besok, saat dirasa cukup Safia mengajak Arkha ke stand ikan dan ayam dan selanjutnya ke stand bumbu dapur, Safia membeli yang memang benar benar dibutuhkan Arkha hanya mengikuti nya dari belakang dengan membawa troli. sepertinya sudah cukup pikir Safia setelah mengecek kembali barang yang sudah dia masukan ke troli.
" by kamu mau beli apa..?" tanya Safia mungkin Suaminya itu membutuhkan barang atau apapun yang dia butuhkan karena memang Arkha tidak mengeluarkan suaranya selama Safia sibuk memilih barang belanjaanya. takutnya nunggu dia selesai baru suaminya ini bilang mau beli apa kan jadi ngga ada salahnya menanyakan.
" ga.." jawabnya Arkha singkat, Safia yang mulai terbiasa disaat suami brondongnya sedang dalam mode dingin dan datar hanya menganggukkan kepalanya paham.
" ya udah kalau gitu semuanya udah tinggal bayar aja..." Safia mengajak suaminya ke bagian kasir untuk membayar. untung antriannya tidak panjang hanya ada dua orang disana.
" semuanya jadi 280.000 ka..." kasir menyebutkan semua total belanjaan Safia. Safia langsung mengambil uang dua lembar uang seratus ribuan didalam dompetnya. setelah selesai membayar Arkha langsung mengambil kantong belanjaan ya saat melihat istrinya akan mengambilnya, tidak mungkin dia biarkan istri mungilnya membawa bawaan berat seperti itu kan.
" ayo.." Arkha langsung menggenggam tangan Safia dengan tangan kanannya karena tangan kirinya dia gunakan untuk membawa belanjaan agar berjalan disampingnya.
Arkha kenapa perlakuan mu itu manis banget walaupun muka datar sama kadang juga irit banget kalau ngomong tapi hatiku selalu meleleh...sungguh beruntungnya dirimu Safia senangnya dalam hati Safia meresa melayang dengan perlakuan Arkha padanya.
setelah sampai apartemen mereka langsung menuju dapur Safia ingin langsung masak soalnya jam sudah menjukan pukul 17.30 sore.
membuat bumbu untuk merebus ayam setelah selesai Safia langsung merebusnya hingga air menyusut agar bumbu meresap selagi menunggu ayam Safia menyiapakan kangkung yang akan dia tumis setelah semua selesai langsung dia menumis bumbu hingga harum dan memasukan kangkung yang tadi sudah dia siapkan dan mengaduknya hingga matang. hanya tinggal menggoreng ayam saja.
kegiatan Safia tidak pernah lepas dari pandangan Arkha setelah tadi sampai dia langsung menawarkan diri untuk menyusun belanjaanya kedalam kulkas saat Safia yang akan melakukanya. setelahnya dia hanya duduk di meja makan yang memang tidak jauh dari dapur. dres warna baby blue panjang sedikit diatas paha membuat istrinya terlihat sexy membuat bagian bawahnya begitu sesak entahlah setelah menikah dia semakin mudah terpancing dengan hanya melihat istrinya.
huff tahan Arkha nanti malam kau puas puaskan sekarang waktunya mengisi tenaga untuk nanti.. keluhnya dalam hati.
akhirnya dia mengalihkan pandanganya dengan membuka handphone untuk melihat tugas tugas kuliah yang di kirim kan oleh dosennya untuk dia kerjakan secara online jadi dia tetap mendapatkan nilai walaupun tidak masuk.
" by makan dulu.." interupsi Safia setelah semua hidangan selesai dapur pun sudah kembali bersih dan rapih.
" segini cukup by..?" Safia menyakan saat mengambilkan nasi kepiring Arkha memang dia ingin melayani suaminya dia ingin seperti bundanya dulu yang selalu melayani semua kebutuhan ayahnya.
" ya.."
setelahnya Safia mengambilkan lauk ayam dan tumis kangkung yang dia masak tadi, dari baunya saja membuat Arkha menjadi lapar setelah mengambilkan suaminya makan sekarang giliran dia mengambil untuk dirinya sendiri setelahnya hanya ada dentingan sendok yang terdengar karena tidak ada pembicaraan saat mereka makan.
seperti biasa selalu enak..kata Arkha dalam hati memuji masakan istrinya.
" by kamu mulai kuliah hari apa..?" tanya Safia setelah mereka selesai makan malam dan sekarang mereka ada di ruang tv.
" Senin..." jawab Arkha singkat tanpa mengalihkan dari handphone dia sedang bermain game favoritnya. setelah itu tidak ada pembicaraan lagi karena fokus dengan kegiatannya sendiri.
" tok tok.." suara pintu yang diketuk
Arkha langsung berdiri untuk membuka pintu karena dia sudah bisa menebak siapa tamu mereka malam ini, saat dibuka pintunya memang Erik yang ada dia balik pintu.
" masuk.." perintahnya singkat dan tak lupa wajah yang datar seperti biasa karena wajah hangat dan sedikit banyak bicara hanya berlaku untuk istri tercintanya saja.
" ckk udah punya istri tapi masih aja datar gitu kaya mau makan orang..." decak Erik saat melihat ekspresi Arkha saat melihat ekspresi Arkha.
sudah sampai disini dulu ya...sampai jumpa part selanjutnya...bye bye!!!