
Hari masih terlalu pagi bagi seseorang untuk bangun apalagi di hari weekend seperti hari ini, hawa dingin dan sunyi sangat nyaman untuk tetap bergelung dengan mimpi , namun berbeda dengan Safia yang bangun pagi pagi sekali bahkan suaminya masih tertidur pulas karena dia ingin memastikan sesuatu.
setelah kesadarannya mulai penuh Safia segera berjalan ke meja rias mengambil sesuatu yang dia beli kemarin dan langsung masuk ke kamar mandi.
ya Allah semoga kali ini berhasil, aku mohon...doa Safia setelah melakukan sesuai petunjuk yang tertera dalam kemasan alat tersebut dan sekarang dia menunggu hasilnya dengan jantung berdebar.
setelah beberapa menit dia menunggu akhirnya waktunya untuk melihat hasilnya, dengan berlahan dia membalik testpack yang ada di tangannya dan melihat ada garis dua yang sangat jelas di sana yang membuat hatinya berbunga dan jantung berdebar sangat kencang saking senengnya sampai air matanya pun tak dapat dia bendung. dia begitu bahagia akhirnya setelah hampir setahun menikah dia akhirnya hamil padahal dia sudah mulai berfikir yang tidak soal dirinya.
setelah dia sudah bisa mengendalikan perasaan bahagianya dia putuskan untuk keluar dia ingin ini menjadi kado untuk ulang tahun pernikahan mereka yang pertama seminggu lagi untuk suaminya.
dia melihat jam masih menunjukan pukul jam dua dini hari masih terlalu pagi jadi dia putuskan untuk melanjutkan tidurnya dan sebelumnya dia mengusap usap perutnya yang memang sudah mulai terasa menonjol tapi masih samar dia sudah merasakan ada yang berbeda pada perutnya seperti semakin berisi dan sedikit buncit namun dia pikir karena dia terlalu sering makan dan ngemil dan jarang melakukan olahraga, dia mengingat ingat terakhir dia datang bulan ternyata tanpa sadar dia sudah telat sekitar dua bulan.
ya Allah nakk maafin bunda ngga sadar kamu udah ada di perut bunda selama itu, semoga kamu baik baik saja di dalam..kata Safia dalam hati untuk anaknya yang masih dalam perutnya yang juga baru dia ketahui.
Safia melihat wajah suaminya yang masih terlelap disampingnya tidak ada tanda tanda tidurnya terusik oleh apapun.
by kita berhasil kali ini, anak kita udah ada diperut aku by...
ya ampun suamiku bakal punya anak disaat umurnya masih sembilan belas tahun...luar biasa sekali. gumam Safia dengan suara pelan.
karena masih terlalu pagi akhirnya Safia melanjutkan tidurnya kembali, tidak butuh waktu lama dia sudah masuk alam mimpinya kembali dengan hati yang bahagia.
" sayang pasti kamu sudah merasakan anak kita di dalam perutmu..." bisiknya saat melihat Safia baru saja masuk dalam kamar mandi.
Arkha menunggu Safia dengan lamunan walaupun terlihat datar di wajahnya namun dalam hati Arkha begitu bahagia karena hal yang paling di nanti olehnya dan istrinya kini telah tumbuh dalam perut istrinya.
Arkha langsung menutup kambali matanya berpura pura tidur kembali saat mendengar pintu kamar mandi terbuka oleh Safia. tak lama dia merasakan kasur di sebelahnya ditempati kembali oleh Safia tak ada suara apapun yang keluar dari mulut istrinya tapi saat dia membuka matanya sedikit untuk mengintip istrinya, Arkha melihat Safia sedang mengusap perutnya dengan lembut yang memang sudah terlihat sedikit menonjol, sebenernya Arkha pun ingin sekali ikut mengusap perut yang di dalamnya ada anaknya. namun dia menahanya dia ingin Safia memberitahunya kabar itu secara langsung. Arkha memejamkan Kembali matanya saat melihat istrinya akan melihat ke arahnya dia mendengar istrinya bergumam lirih tapi masih terdengar oleh Arkha.
" ya ampun suamiku bakal punya anak disaat umurnya masih sembilan belas tahun...luar biasa sekali "
Arkha hanya tersenyum kecil sangat kecil yang tak terlihat oleh Safia karena memang keadaan kamar yang remang hanya ada lampu tidur saja. sebetulnya Arkha sudah tahu bahwa istrinya hamil karena setiap bulan dia menghitung siklus bulanan sang istri dan prediksinya sekarang istrinya sedang mengandung anaknya sekitar sepuluh Minggu.
Arkha akan menunggu istrinya yang akan memberi tahu kan berita bahagia itu kepadanya, walaupun dia sudah tahu kalau istrinya hamil. memang selama ini Arkha terkesan membiarkan Safia melakukan hal yang dia ingin kan dengan bebas namun yang tidak orang tahu bahwa Arkha telah menyuruh orang untuk mengawasi setiap pergerakan istrinya diluar rumah, bahkan di setiap sudut rumah dia pasang CCTV yang sudah tersambung kedalam handphone nya. jadi Safia tetap ada dalam pengawasan ya walaupun Arkha berada jauh dari Safia.
Diluar rumah mewah pasangan Arkha dan Safia ada seseorang yang mengawasi dari persimpangan yang memang tak jauh dari rumah mereka. seseorang menggunakan Hoodie hitam dan mengendarai motor matic warna merah, yang dia tak sadari setiap gerak geriknya sudah di ketahui sang pemilik rumah.
" akhirnya loe mulai bergerak ******..." seringai muncul dari bibir pemuda yang merasa mangsanya mulai bergerak ingin mengusik area kekuasaannya dan itu membuat dia ingin melatih skill penghancur dalam dirinya yang sudah lama tak di asah. dia tak akan membiarkan siapapun mengusik apalagi mengganggu orang yang paling berharga baginya.
part 21 telah up, silahkan baca semoga tak terlalu mengecewakan...happy reading bye!!