SAFIA

SAFIA
part 20



Seperti hari biasanya setiap pagi rutinitas Safia bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan untuk suami tercintanya, membuatkan bekal untuk suaminya bawa ke kampus karena Arkha bakal selalu protes jika dia tak di buatkan bekal katanya makanan di kantin tidak enak, Safia kadang heran masa di kantin kampus ternama gitu ngga ada yang enak makananya dulu sebelum menikah bagaimana dengan makan siangnya, apalagi karena jurusan yang dia ambil kadang mengharuskan pulang sore pantas dulu pas baru menikah dengan Arkha Safia melihat Arkha sedikit kurus untuk tinggi yang over sepertinya.


Sudah dua bulan yang lalu mereka menempati rumah yang Arkha siapkan untuk mereka katanya kalau nanti sudah punya anak, anak mereka lebih leluasa untuk bermain. Safia sebagai istri yang baik mah hanya menuruti suaminya toh rumah Safia yang dulu sudah ada yang mengurus Arkha sudah membayar Satu orang untuk membersihkan dan merawat rumahnya agar tetap terawat, karena kata Arkha rumah itu adalah saksi cinta mereka jadi ngga mau di jual atau di sewakan.


sedang asik berkutat dengan masakanya tiba tiba tangan melingkar di perutnya membuatnya terkejut hampir saja spatula yang dia pegang terjatuh.


" by kan udah di bilangin jangan bikin aku kaget, untung ngga sampai jatuh spatulanya.." seru Safia sambil mencubit mesra lengan yang memeluknya.


" masak apa yang..?" tanya Arkha tak menghiraukan Omelan Safia untuk dirinya karena dia suka jika Safia mengomel terlihat menggemaskan di matanya.


" buat sarapan aku udah siapin nasi goreng seafood, dan buat bekal kamu aku bikinin nasi bakar jamur, ayam goreng sama sambel terasi..." Safia menerangkan kepada suaminya apa saja yang menjadi menu untuk hari ini. Arkha hanya mengangguk dan beranjak ke meja makan untuk mulai sarapan karena sebentar lagi akan berangkat jadi disuruh makan lebih dulu oleh Safia.


" by nanti pulang malam lagi..?" tanya Safia yang jalan mendekat setelah selesai menyiapkan bekal untuk suaminya, walaupun di rumah mereka ada tiga pembantu namun soal makanan Safia tetap ingin dia yang mengurusnya dan Arkha tidak melarangnya.


" belum tau..?"


" by nanti aku ijin mau beli tanaman sama benih sayuran yah, itu halaman belakang masih luas yang terlihat kosong jadi aku pengen tanami sayuran sama pohon buah..."


" minta pak Amin buat mengantar "


" ya "


memang selama dua bulan Safia tinggal dirumah yang cukup besar yang sudah disiapkan oleh Arkha, sebagai pengisi waktu luangnya menunggu suaminya pulang dia selalu rajin merawat atau menanam sayuran dan buah buahan katanya biar enak kalau udah merasakan hasil panennya jadi ngga beli.


Arkha memang sengaja membeli tanah yang luas bukanya rumah di perumahan, karena Arkha tau hoby istrinya berkebun sehingga dia membangun rumah ngga terlalu besar tapi juga tidak bisa di bilang kecil, karena ada lima kamar yang besar masing masing kamar terdapat kamar mandi dalam. dia ingin menyisakan lahan yang luas untuk hoby istriny agar tidak merasa jenuh dan bosan ada dirumah terus.


" hati hati di jalan by, bawa motornya ngga usah ngebut.." Safia mengingatkan suaminya yang sangat suka mengebut jika di jalan raya.


" mmm " setelah Safia mencium tangannya dan di balas ciuman di dahi Safia Arkha langsung pamit untuk berangkat.


setelah mengantarkan suaminya berangkat kuliah Safia akan bersiap untuk pergi ke toko benih yang memang sudah menjadi langgananya sejak sebelum menikah.


Safia masuk kamar untuk mandi, setelah mandi Safia memilih dres lengan pendek panjang selutut bewarna coklat susu, dia berdiri di depan cermin untuk memastikan penampilannya sudah cukup tidak ada make up tebal Safia hanya menggunakan suncreen dan bedak bayi serta memoles bibirnya dengan lipteen agar tidak terlihat pucat setelah semua sudah ok Safia bergegas keluar kamar untuk berangkat.


" Bu Siti tolong bikinin asinan mangga ya, mangganya udah saya taruh di kulkas.." saat baru keluar kamar Safia berpapasan dengan salah satu pembantu yang sepertinya baru selesai mengepel depan kamarnya. entahlah akhir akhir ini dirinya merasa selalu ingin makan makanan yang memiliki rasa yang asam. selalu bisa membuatnya menelan ludah membayangkanya.


" ya non.." jawab Bu Siti menjawab dengan sopan.


" ya udah Bu saya mau pergi dulu.." pamit Safia kepada Bu Siti.


memang walaupun Bu Siti hanya seorang pembantu namun perlakuan Safia kepadanya dan kepada teman temanya sangat sopan dan tidak pernah merendahkan dan jika beli sesuatu pasti nonanya itu selalu mengingat mereka. sehingga pekerja di rumah itu sangat menyayangi nona baik hatinya itu.


" Jadi bagaimana kha..?" tanya prof Arifin dosen pembimbing Arkha setelah memutuskan untuk mempercepat kelulusannya.


" Saya belum memikirkanya prof..." jawab Arkha santai tapi masih terdengar sopan.


" itu akan membuat otakmu tak sia sia..." Bujuk prof Arifin masih berusaha untuk membuat mahasiswanya bisa menerima tawarannya untuk masuk di rumah sakit terbesar di kota itu.


" beri Saya waktu satu Minggu untuk memutuskannya..''


" baiklah semoga keputusanmu membuat aku senang..."


Setelah bimbingannya selesai yang bahkan lebih cepat dari yang di pikirkan, membuat Arkha memutuskan untuk segera pulang.


sedang asik berjalan tanpa pedulikan orang orang sekelilingnya yang seperti biasa memandangnya kagum.


" Arkha..." Arkha menghentikan langkahnya melihat kebelakang saat mendengar panggilan seseorang.


saat orang yang memanggilnya sudah tepat berada di depanya membuat Arkha mengangkat alisnya heran ternyata itu adalah Angel. entah untuk apa yang wanita didepanya memanggil dirinya karena setelah terakhir dia melihat Angel adalah saat Angel dan Reon memintanya membantu mengerjakan tugas, setelah itu dia tak pernah melihat Angel lagi, kata Reon gadis itu mengambil cuti karena pergi ke Singapura menemui orang tuanya yang memang stay dinegara itu. sedangkan Reon dia tak pernah terlihat lagi karena dia pindah ke Jogja tempat asalnya karena ayahnya meninggal dan tidak mau ibunya itu sendiri di rumah tepat Arkha dan Safia pindah rumah baru.


" kha nih oleh oleh buat kamu dan Safia.." Angel dengan senyum merekah memberikan peperbag berukuran sedang kepada Arkha dan diterima tanpa protes oleh Arkha.


" thank.."


" Arkha aku kapan kapan pengen main kerumah baru kalian boleh tidak..."


" kata Reon kamu dan Safia udah pindah rumah.." Angel masih berusaha membujuk laki laki pujaan hatinya.


" ok.."


" ya udah Aku balik dulu..bye bye.." pamit Angel dengan senyum yang merekah manis, namun setelah berjalan sedikit jauh dari Arkha senyum itu berubah menjadi senyum mengerikan, membuat siapa saja yang melihatnya merinding ngeri.


sedang Arkha masih bingung dengan tingkah Angel yang sedikit berbeda tapi entah lah feeling nya mengatakan Angel bukan lagi Angel yang dia kenal selalu merecoki dirinya, ada perasaan terancam saat melihat aura cewe itu sekarang tapi entahlah mungkin hanya pikiranya saja, akhirnya Arkha melanjutkan langkahnya menuju parkiran dan ingin segera pulang dia merindukan istrinya dirumah.


akhirnya part 20 up juga, maaf agak lama karena kondisi badan yang ga memungkinkan untuk berpikir hehe..semoga kalian masih setia menunggu walaupun up-nya kadang lama kadang juga cepet..karena penulis menyesuaikan dengan waktu dan mood..segitu aja dulu basa basi tak penting penulis sampai jumpa part selanjutnya...bye bye!!