
Disebuah kampus ternama banyak mahasiswa mahasiswi yang sedang melakukan kegiatannya masing masing kebanyakan dari mereka membentuk kelompok mereka sendiri, karena memang jam perkuliahan belum di mulai jadi mereka banyak yang masih stay di koridor kelas mereka masing masing adapula yang masih nongkrong di parkiran dengan canda tawa khas anak muda seusia mereka.
jam menunjukan pukul tujuh pagi tepat di mana sebuah motor sport keluaran terbaru baru memasuki area parkir kampus yang memang masih terlihat ramai,banyak mahasiswa yang ada di sana mengalihkan pandangan mereka kepada sang pengendara motor sport tersebut, hampir semua anak kampus mengenalnya Arkhandana Ardhinaf Maxwel dia sang pangeran kampus yang dikenal dingin dan tak pernah ingin tau apapun di sekelilingnya yang menurutnya tidak menarik, jarang sekali temannya yang bisa mengajaknya bicara Arkha adalah cowo yang begitu tertutup dan terkesan misterius yang membuat cewe kampusnya banyak yang memuja dirinya.
Setelah memarkirkan motor ketempat dimana biasanya dia memarkirkan motornya sebelum dia turun dari motor dia sempatkan untuk menghubungi seseorang yang telah memenuhi seluruh hatinya yang sudah lama mati dan kosong.
namun sudah mencoba tiga kali tidak ada jawaban dari orang tersebut sehingga membuat dia menghela nafas kecewa.
akhirnya dia putuskan untuk berjalan menuju kelas kedokteran yang memang dia mengambil jurusan itu untuk perkuliahan tahun ini.
setelah dua Minggu libur semester akhirnya dia harus kembali kekampus untuk menyelesaikan kuliah kedokteranya yang masih di semester 4 itupun karena Arkha tidak menunjukan bahwa dia sudah menguasai hampir seluruh materi hanya dengan satu kali penjelasan dari dosen yang mengajarnya.
karena memang Arkha ingin lulus di jurusan kedokteran tidak terlalu jauh dari teman seangkatannya agar tidak terlalu mencolok akan kegeniusannya.
tidak ada yang tahu bahwa dia sudah memiliki gelar sarjana di bidang IT, Bisnis, hukum di umurnya yang ke 16 tahun di luar negri, mungkin jika teman kampusnya tau akan sulit untuk percaya ada manusia memiliki kegeniusan yang luar biasa seperti Arkha, tapi itulah kenyataan yang ada saat ini.
setiap langkahnya menuju kelas seluruh mata selalu mengiringinya tidak membuatnya terganggu dengan langkah santai wajah yang selalu tampak datar dan dingin akhirnya dia sampe di dalam kelasnya lalu duduk di bangku yang memang biasanya dia duduki.
"dertt dertt dertt..." suara getar handphone membuatnya langsung melihat siapa yang menelponnya dia berharap wanitanya yang sangat dia rindukan padahal setiap hari ketemu.
senyuman dari bibirnya melebar saat melihat nama yang tertera dalam layar handphone nya ternyata orang yang dia tunggu.
" hallo kha maaf ya tadi ga keangkat soalnya lagi nyuci jadi ga denger ini baru selesai..."
"ga papa.....udah makan?" tanyanya
"udah tadi sebelum berangkat...kamu udah sarapan belum..? awas loh ya kalau kamu lupa lagi sarapanya...jangan sampai ga sarapan loh Arkha nanti kamu sakit magh gimana..?" ceramah panjang lebar seorang Safia
inilah yang membuat Safia begitu berharga bagi hidup Arkha, Safia yang begitu perhatian dengan kecrewetanya, Safia dengan segala kesabaranya saat menghadapinya dan setiap saat Arkha bersama Safia dia selalu merasa bahwa ada orang yang juga menyayanginya dengan tulus sekarang dan itu akan selalu Arkha jaga dan pertahankan bagaimanapun caranya bahkan dia akan menantang seluruh dunia bila perlu agar Safia tetap aman berada di sisinya.
" udah sebelum berangkat... nanti aku jemput..!" Arkha menjawab dengan senyuman yang belum luntur dari bibirnya.
" syukur deh kalau gitu....ya udah aku mau lanjut jemur dulu, kamu kuliah yang bener yah semangat Arkha, oh ia nanti malam kamu mau aku masakin apa?" tawar Safia yang memang sudah tau kalau hampir setiap malam sepulang dia kerja Arkha selalu minta dia masakin setelah anak itu menjemputnya.
"terserah.." jawab Arkha singkat namun wajahnya semakin berbinar dengan tawaran Safia karena menurutnya apapun yang di masak oleh Safia selalu enak untuk di makan bahkan menurutnya terlalu enak walaupun masakan sederhana tapi luar biasa.
" ok..ya udah dulu Arkha sampai jumpa nanti malam..." pamit Safia sebelum dia menutup sambungan teleponnya.
setelah beberapa saat sambungan terputus seorang dosen wanita telah masuk kedalam kelas tandanya kegiatan perkuliahan akan segera di mulai, membuat Arkha mengalihkan pandangan dari handphonenya ke depan kelas untuk memulai materi baru di semester baru.
walaupun dengan mudah dia bisa menguasai semua materi hanya dengan membacanya sekali atau dengan penjelasan singkat dosenya namun dia tetep membuatnya selalu mendapat nilai yang sempurna di setiap mata kuliahnya itu membuat teman sekelasnya semakin kagum dan segan terhadapnya.
" Baik semua pelajaran hari ini cukup disini,,,kalian pelajari kembali dirumah karena besok saya adakan kuis..." dosen menutup pelajaranya membuat sebagian mahasiswanya mengeluh karena banyak yang belum terlalu paham.
setelah dosen wanita itu keluar kelas tak menunggu lama para mahasiswa berhamburan keluar untuk kekantin agar bisa secepatnya mengisi perut yang mulai keroncongan karena otak yang terkuras banyak.
begitupun dengan Arkha keluar kelas dengan langkah santai tangan di masukan ke kantung celana dan earphone menutupi telinganya tak menghiraukan sekelilinya terus melangkah menuju kantin.
setelah sampai dia langsung menuju counter makanan yang akan dia pilih untuk makan siang,saat semua udah dia dapatkan nasi goreng dan teh hangat dia berjalan menuju bangku paling pojok yang memang jarang yang menempati memang bangku itu letaknya paling ujung.
" hai kha..." sapa seorang cewe cantik, kulit putih mulus,tinggi semampai pakaian modis dengan rambut coklatnya tergerai indah yang datang bersama satu laki laki yang tampan dengan kulit putih dan pakaian juga tak kalah modis.
tanpa basa basi cewe yang bernama Angel menduduki bangku yang ada di samping Arkha sedangkan cowo yang diketahui namanya Reon duduk didepan keduanya.
mereka memang terkenal paling dan bisa dekat dengan Arkha walaupun sering di cuekin juga seperti sekarang Arkha hanya melirik Angel tanpa berniat untuk menjawab sapaanya.
namun itu sudah biasa jadi tidak masalah yang penting bisa dekat dengan Arkha pikir Angel.
memang sejak pertama masuk kampus ini angel sudah menyukai Arkha bahkan sangat menyukainya namun tidak berani mengungkapkanya ya bisa dibilang cinta dalam diam.
" kha loe ada waktu ga besok Minggu..?" tanya Reon setelah dia menyelesaikan makananya
" kenapa..?" jawab Arkha singkat sebenarnya dia sangat malas menanggapi dua orang didepanya karena selalu ingin mendekatinya.
" gue ada tugas nih tapi ga ngerti kayanya loe bisa bantu deh kan loe ga ngakal pinternya..." pintanya dengan tatapan memohon.
" ga bisa..." Arkha langsung menolak tanpa pengaruh dengan tampang memelas si Reon. dan di balas dengan ******* kecewa oleh Reon.
memang Reon berbeda jurusan dengan Arkha, Reon mengambil jurusan bisnis sama dengan Angel.
" ayolah kha bantu kita pliss..." sekarang giliran angel memohon kepada Arkha berharap mau membantu mereka agar dia juga bisa dekat dengan Arkha semakin lama.
" pulang...di cafe lovers" setelah mengucapkan itu Arkha langsung bangkit dan berjalan tanpa menghiraukan lagi dua orang yang selalu mengganggunya.
"ookk...thank bro.." teriak Reon girang karena membayangkan nilai yang memuaskan karena setiap dia mengerjakan tugas dengan bantuan Arkha selalu berakhir dengan nilai yang membuatnya senang bukan kepalang.
sedangkan Angel begitu senang itu artinya dia bisa semakin lama bisa melihat wajah Arkha yang membuatnya tergila gila, dan dia pun berpikir kalau Arkha juga memiliki perasaan yang sama kepadanya karena setiap dia memohon bantuan kepada Arkha selalu menyanggupinya tanpa menolaknya.
akhirnya bisa update lagi, tapi sayang karena kesibukan yang ga bisa di ganggu gugat akhirnya ga bisa konsisten updatenya dan ya sebisa mungkin curi curi waktu buat nulis cerita ini karena ini yang pertama jadi banyak kendala yang harus dihadapi ide yang tiba tiba ngeblank, alur yang berasa rancu tapi tetap aku usahain bikin yang sebaik aku bisa..jadi jangan bosen yah buat bacanya...sampai jumpa part selanjutany.