SAFIA

SAFIA
part 21



Setelah pulang dari membeli benih tanaman dan bibit buah Safia langsung berkutat dengan tanaman dan benih yang akan dia tanam di kebun belakang rumah yang sangat luas. Safia sangat senang dengan rumahnya dan Arkha sekarang karena dia tidak pernah merasa bosan karena kegiatan berkebunya.


" huuff akhirnya selesai semua.." kata Safia seraya menghela nafas lega karena benih yang dia beli sudah dia tanam. setelah itu Safia masuk ke rumah untuk mandi karena badannya sangat lengket karena kegiatan bertanam tadi.


setelah beberapa saat Safia keluar dari kamar mandi dengan dress rumahan biasa karena memang Safia dari dulu selalu terbiasa jika mandi selalu membawa baju ganti kedalam kamar mandi lebih nyaman seperti itu menurut Safia, kecuali memang lupa membawa ganti atau karena keadaan yang memaksanya berganti diluar kamar mandi.


dilihat jam sudah menunjukan pukul 14.00 siang dia langsung kedapur untuk membuat cemilan untuk nanti saat suaminya pulang, dia berniat ingin membuat pisang bakar madu dengan topping keju suaminya sangat suka itu. sedangkan para pembantunya sedang mengerjakan pekerjaan selain masak karena memasak adalah tugasnya dia tidak ingin jika di alihkan kepada pembantunya, paling hanya sekedar membantu saja.


" tetttt tetttt tetttt..!!!" tiba tiba suara bel rumah berbunyi membuat Safia meminta tolong Bu Siti untuk membukanya karena memang Bu Sitilah yang sekarang membantunya untuk masak dan membuat cemilan.


" Bu tolong lihat siapa yang datang.."


" baik non.." setelah menjawab Bu Siti langsung bergegas untuk kedepan dan membuka pintu. sedang Safia tetap melanjutkan membuat pisang bakarnya.


" wahhh baunya harum sekali..." kata seseorang yang baru datang sebagai tamunya tadi Safia yang mendengar suara seseorang yang sudah familiar ditelinganya langsung mengalihkan fokusnya kepada seseorang tersebut.


" Bundaaa... ko dateng ngga bilang-bilang dulu " seru Safia saat tau siapa yang datang. memang setelah kunjungan mereka waktu itu saat diundang makan malam oleh bundanya Rey Safia mulai dekat dengan keluarga Rey Safia menganggap seperti keluarganya karena keluarga Rey sangat baik kepadanya membuat dia tak canggung walaupun saat pertemuan yang pertama. mulai saat itulah bunda sering mengunjungi Safia dan Arkha ke kediaman mereka seperti saat ini karena ayah Rey pun sudah sembuh sediakala.


" kan Bunda Pengen ngasih surprise sama kamu "


" ih kalau aku ngga dirumah gimana, kan ngga tau bunda mau dateng "


" ya ditunggu sampai pulang.." santai bunda sambil melihat apa yang sedang di buat oleh menantu kesayanganya.


" kamu buat apa sayang.." tanya bunda pada Safia.


" ini buat pisang bakar madu bund, Arkha suka banget... bunda mau minum apa? " Safia menawarkan minuman.


" seperti biasa aja "


" ok.." Safia langsung membuatkan teh madu yang di kasih daun mint di dalamnya itu adalah minuman kesukaan bunda Rey yang Safia tau semenjak bunda Rey sering mengunjunginya.


" sayang ini bunda bawakan rendang tadi sengaja bikin banyak buat kalian "


" makasih banyak bunda, Arkha pasti makan banyak dia kan suka banget rendang buatan bunda." seru Safia saat ingat kalau suaminya sangat suka dengan rendang buatan bunda Rey sampai tak mau berhenti makan, Safia juga suka menurutnya rendang buatan bunda sangat enak membuat yang memakanya ketagihan.


setelah itu mereka mengobrol banyak hal bunda menemani Safia menyelesaikan kegiatanya membuat cemilan.


satu jam sudah Safia berkutat dengan kegiatannya membuat cemilan akhirnya selesai juga, memakan sedikit lama waktu untuk membuatnya karena Safia sengaja membuat banyak selain suaminya suka dia juga membuatkan untuk para pekerja di rumahnya untung bunda Rey datang sehingga ngga terasa semua kerjaanya selesai semua sambil mengobrol, setelah selesai Safia mengajak bunda Rey ke teras belakang sambil makan pisang bakar madu buatan Safia tadi dan minum teh madu kesukaan bunda Rey.


" bunda selalu suka kalau liat halaman rumah mu ini sayang, kamu pintar sekali membuat rumah jadi seger begini...enak banget di lihat bunda jadi betah" kata bunda Rey sambil melihat tanaman hasil ketrampilan tangan Safia.


" ya udah Bunda nginep aja disini "


" ah ngga bisa sayang kalau bunda nginep pasti ayah bakal ngomel ngomel ngga jelas deh.."


" kapan kapan aja sayang bunda bilang ayah buat nginep sini.."


" ohia kebetulan bunda kesini Safia mau panen sayuran bunda mau ikutan panen ngga ? " tawar Safia yang baru inget jika salah satu kegiatanya hari ini adalah panen karena banyak sayuran yang sudah siap panen terutama sayuranya dan ada beberapa buat juga ada yang mateng.


" oh ya wahhh beruntung sekali bunda kesini pas mau panen, ya udah bunda ikut kamu panan nanti ya sayang "


" ya bentar bund Safia ambil keranjang dulu buat wadah.." Safia langsung beranjak masuk kedalam rumah untuk mengambil keranjang. tak lama Safia kembali dengan dua keranjang ukuran sedang. mereka langsung menuju taman belakang yang sekarang sudah seperti perkebunan buah dan sayur langsung memulai panen mereka dengan riang sambil mengobrol berbagai hal.


Arkha memasuki parkiran depan rumahnya yang sebelumnya gerbang di bukakan oleh satpam yang berjaga di depan. saat dirinya masuk rumah terlihat sepi yang dia lihat hanya pembantu mereka yang sedang melakukan pekerjaan mereka masing masing, dia tidak melihat keberadaan istrinya mungkin di taman belakang pikirnya, Arkha langsung melangkahkan kakinya kekamar untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum menemui Safia, karena haripun sudah sore sekalian saja menurutnya.


setelah setengah jam Arkha sudah keluar kamar dan terlihat lebih segar dengan baju santainya, Arkha langsung beranjak menuju taman belakang mencari sang istri yang masih belum terlihat, semakin dekat dengan taman belakang Arkha mendengar istrinya sedang berbicara dengan seseorang yang sudah sangat dikenal olehnya.


" bunda.." Arkha begumam dan saat sudah sampai teras Arkha melihat Safia dan bundanya menenteng keranjang yang penuh dengan sayuran. mereka habis panen pikir Arkha.


" eh by ko pulang cepet " kaget Safia saat melihat suaminya sudah pulang dan sudah terlihat segar dengan baju santainya, Safia langsung mendekati suaminya menyalami tangan dan menciumnya kegiatan yang tak pernah absen Safia lakukan yang selalu membuat hati Arkha selalu menghangat dengan perlakuan istrinya itu.


"ya..bunda udah lama ? " tanya Arkha sambil mendekati bunda dan menyalami tanganya.


" sudah dari siang bunda disini, gimana kuliah kamu sayang.." tanya bunda


" baik bund "


" ya udah bunda pamit pulang yah, dua jam lagi ayah pulang nanti dia ngambek kalau pulang ngga ada bunda..." pamit bunda sambil tersenyum geli jika mengingat kelakuan kekanakan suaminya.


" ngga makan malam sini aja bund.." kata Safia


" kapan kapan sajalah sayang "


" ya udah sayuranya bawa pulang saja bund sekalian sama keranjangnya.." kata Safia lagi sedangkan Arkha hanya diam menyimak dua wanita tercintanya saja.


" kha kapan kalian ngenep dirumah bunda, udah lama kalian ngga pernah nginep semenjak pindah.."


" iya bund kapan kapan kita main terus nginep dirumah bunda.." jawab Safia sambil mengantarkan bunda Rey ke depan rumah sedangkan Arkha mengikuti mereka di belakang dengan diam.


" iya udah bunda pulang dulu.." pamit bunda Rey seraya memeluk Safia dan mencium kedua pipi menantunya serta Arkha mencium tangan bundanya.


" hati hati bund.." teriak Safia saat mobil yang membawa bunda Rey mulai berjalan seraya melambaikan tangan yang di balas oleh bunda dengan anggukan dan senyuman khas bunda Rey.


setelah mobil bunda sudah tak terlihat lagi Safia mengajak suaminya masuk kedalam rumah untuk mencoba cemilan yang dia buat karena dia ingin segera ke kamar untuk mandi selain hari juga sudah sore badanya juga sudah terasa lengket karena kegiatan memasak dan panen di kebun tadi bersama bunda.


part 21 akhirnya selesai...selamat menunggu part selanjutnya terimakasih yang setia membaca cerita ini semoga semua selalu sehat yah...sampai jumpa part 22 bye bye...!!