
Setelah Arkha pulang dari rumah yang menjadi kantornya dia langsung membersihkan badan dan berpakaian dengan pakaian rumahan, setelah itu dia menghampiri istrinya yang sedang memanaskan kuah soto dan menggoreng mendoan untuk makan malam karena sekarang sudah pukul 06.30 sore jadi Safia menyiapkannya.
sedang asik berkutat dengan peralatan dapurnya tiba tiba ada tangan yang melingkar di perutnya membuatnya sedikit terkejut.
" by kamu tunggu di meja makan aja ini bentar lagi juga selesai.." Safia memerintahkan suaminya agar menunggu di meja makan agar tidak mengganggunya masak.
setelah 15 belas menit dia berkutat di dapur akhirnya semua sudah siap dua mangkok soto, dua piring nasi dan satu piring mendoan sedang sambal dan kecap udah ada di meja makan dia sudah menyiapkannya sebelumnya.
" by mau pakai sambel ngga..?" tanya Safia setelah selesai meletakan hasil masakannya ke meja makan.
" dikit "
" kecap..?"
" dikit "
setelah selesai meracik soto untuk suaminya, sekarang giliran dia meracik untuk dia sendiri menaruh sambel yang banyak kecap juga lumayan banyak melihat itu Arkha mngernyitkan dahi ngeri.
" kebanyak nanti perut sakit.." Arkha memperingati Safia karena dia melihat Safia terlalu banyak menaruh sambel kedalam mangkok sotonya.
" kalau ngga pedes ya engga enaklah by.." setelah berdebat sedikit akhirnya mereka sibuk dengan makananya sendiri membuat suasananya hening hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu.
setelah selesai makan dan membersihkan alat makan mereka lanjut menonton tv.
" yang besok kita kerumah Rey.."
" kenapa by, ada acara ? "
" engga bunda ingin ketemu kamu, pas kita nikah bunda ngga bisa dateng..."
" ooohh.. by kamu sama Rey itu hubungannya apa sih.."
" Mereka keluarga angkatku, bundanya Rey sahabat dekat Mommy udah seperti keluarga, setelah Mommy meninggal aku di rawat sama bunda hingga aku lulus SD,setelah itu aku lanjut sekolah di Canada dapet beasiswa SMP disana."
" by ceritain tentang kamu dong, tentang semuanya aku pengen tau.."
" aku bingung mau cerita apa, kamu tanya nanti aku jawab.." Arkha yang notabenenya tidak banyak bicara bingung mau cerita mulai dari mana akhirnya dia memberikan solusi kepada Safia agar dia yang akan bertanya apapun hal yang ingin dia tau tentangnya.
" by ceritain tentang keluargamu.." Safia penasaran tentang keluarga suaminya yang belum pernah dia temui sejak menyandang status nyonya Arkha.
" aku anak tunggal dari Mommy dan Dady, aku lahir dari keluarga yang cukup terpandang karena keluarga kakekku keluarga Maxwel adalah keluarga yang memiliki perusahaan yang bisa di bilang cukup besar, kakekku meninggal saat umurku tiga tahun lebih karena kecelakaan.." Arkha menghela nafas karena rasa sakit yang mulai menjalar kedalam hatinya jika mengingat sang kakek.
" maaf ya by karena aku ingin tau kamu jadi ingat kakek yang udah ngga ada.." Safia mengatakannya dengan nada menyesal.
" tidak apa, kamu memang seharusnya tau semua tentangku karena kamu istriku.." Arkha berusaha menenangkan Safia dari rasa tidak enaknya.
" setelah beberapa bulan setelah kake meninggal tepatnya waktu aku umur empat tahun ada seorang wanita seumuran Mommy datang bersama anak laki lakinya yang Umurnya lima tahun lebih tua dariku, wanita itu mengaku bahwa dia istri yang di nikahi Dady sebelum Dady menikahi Mommy."
" saat mendengar itu Mommy shock hingga pingsan, dan saat itulah Mommy sering sakit sakitan ditambah dengan tidak ada belas kasihanya Dady membawa wanita dan anaknya tinggal di rumah kami, setelah itulah semua terbongkar jika Dady jugalah yang membunuh kakek. mendengar itu Mommy tambah shock hingga meninggal karena serangan jantung. Mommy tidak sanggup menanggung semua kenyataan yang ada laki laki yang dia cintai sepenuh hati berhianat sedemikian rupa.."
Safia mendengar itu merasa begitu miris, seseorang yang sangat dipercaya menghancurkan tubuh dan batinya sampai tak tersisa, mungkin jika dirinya yang berada di posisi Mommy Arkha sudah tak terbayang betapa sakit hatinya. Safia tak berani membayangkanya baginya itu begitu mengerikan.
" terus saat Mommy meninggal kamu hidup bersama Dady kamu by..?"
" kamu kenapa seperti wartawan sih yang.." Arkha terkekeh melihat istrinya sangat serius mendengarkan kisahnya.
" ya apa yang kamu harapkan dari bocah empat tahun yang sudah tak punya siapapun didunia ini..mau ngga mau aku tetap tinggal dengan mereka dengan perlakuan mereka yang begitu semena mena hanya menganggap aku sebagai beban yang harus di singkirkan karena mengganggu hidup bahagia mereka, tak lama aku pun ditendang oleh mereka keluar rumah itu untung disaat yang tepat bunda Rey melihat aku saat aku di usir, bunda membawa aku kerumahnya dan mulai saat itulah aku hidup sebagai bagian keluarga mereka.."
suamiku begitu malang, disaat anak lain bisa main sepuasnya dan bermanja dengan orang tua, Arkha harus menanggung beban kehilangan semua orang yang menyayanginya, dan tinggal dengan orang orang yang sangat kejam..batin Safia bisa merasakan apa yang suaminya rasakan sekarang.
" by boleh nanya lagi ngga.."
" ngga ada yang larang sayang"
entah kenapa Safia menikah dengan Arkha sekitar dua mingguan namun masih saja merona malu jika Arkha memanggilnya sayang.
" jadi semua uang dan harta yang kamu punya bukan dari orang tua kamu, itu beneran uang hasil kerja kamu by..?"
" menurutmu..? " Arkha tersenyum melihat wajah bengong istrinya yang terkejut dengan fakta itu, padahal sejak awal dia sudah bilang jika dia sudah bekerja tapi tetap saja Safia kaget dengan tampang menggemaskanya itu.
Arkha sudah tidak tahan melihat wajah istrinya yang begitu menggemaskan dengan cepat melayangkan ciuman singkat ke bibir mungil manis milik istrinya itu.
" ishh kamu ini by.." sungut Safia dengan ciuman cepat suaminya itu membuat dia sadar dari lamunan tentang kehebatan suaminya yang bisa mendapatkan harta yang begitu banyak di usia sangat muda, Safia sungguh bingung mau berkomentar apa lagi dengan kehebatan suaminya yang satu persatu dia ketahui setelah menikah.
kenapa aku merasa orang paling bodoh jika di jajarkan dengan kepintaran suaminya ini..desah Safia dengan fakta kegeniusan Arkha.
" pertanyaanmu sudah aku jawab, sekarang giliran ku meminta bayaran.." seringai Arkha muncul dan langsung membopong tubuh mungil Safia membawa kekamar.
waktunya jatah malam...
di sebuah kamar temaram dengan perabotan yang sudah berhamburan di seluruh sudut ruangan itu membuatnya terlihat menyeramkan ditambah aura suram yang di keluarkan dari sang pemilik yang sedang meringkuk menyedihkan di atas ranjang.
masih terlihat jejak air matanya di kedua pipi, dan terlihat kedua matanya yang sekarang menjadi bengkak karena terlalu lama menangisi sesuatu yang begitu menyakitkan hatinya.
" Arkha kau miliku, aku sangat mencintaimu tidak akan aku biarkan ****** itu baersamamu..!!" dengan suara yang menyiratkan kebencian yang mendalam kepada seseorang yang menurutnya merebut pujaanya.
" aku akan pisahkan kalian, kalian tak boleh bersama..." rancau wanita itu dengan pandangan gilanya.
tiba tiba seringai muncul di bibirnya yang pucat dengan sorot mata sinis sepertinya iblis di dalam dirinya mulai menguasai jiwanya.
" Safia gue bakal bunuh loe, tunggu ajal loe ******..hahaha" ketawa menggema di ruang kamar terdengar seperti sikopat yang menemukan mangsanya.
yukk lanjutkan..sampai jumpa part 20..bye bye!!