
Sedangkan Arkha di kampusnya terlihat begitu gelisa entahlah ada apa dengan dirinya tiba tiba dia merasa terjadi sesuatu dan saat ini yang ada dipikirannya hanya ada satu nama yaitu istrinya Safia, namun karena sekarang masih ada di dalam kelas dan masih ada dosen yang sedang menjelaskan materi di depan kelas maka Arkha putuskan untuk berfikir positif.
namun tak lama dia merasakan getaran dalam saku celana yang berasal dari handphonya dia lihat ada nama supir istrinya tertera di layar handphone,tanpa menunggu lama Arkh putuskan izin ketoilet kepada dosenya, perasaanya semakin tak enak.
" halo tuan...!!!" suara pak man yang terdengar panik menyambut pertama kali dia angkat.
" ia pak kenapa...?" Arkha bertanya masih berusaha tenang
" tuaaannn kami mengalami kecelakaan dan nyonya di culikkkk..." serunya pak man panik
" dimana..?" Arkha bertanya dengan datar dan dingin pak man merasa tubuhnya bergetar mendengar jawaban tuanya dia tau tuanya dalam keadaan marah besar terasa auranya walaupun hanya lewat handphone apalagi jika dilihat secara langsung pasti lebih mengerikan membuat pak man begidik ngeri.
" di pertigaan dekat perumahan Pitaloka tuan..."jelas pak man dengan badan masih menggigil takut merasakan aura sang tuan yang sangat mengerikan.
tanpa basa basi Arkha langsung mematikan telponnya dan berjalan dengan langkah lebar menuju parkiran di mana dia memarkirkan motornya, sebelum dia melajukan motornya terlihat dia sedang menghubungi seseorang.
" cari tau keberadaan istriku..." tanpa menunggu jawaban lawan bicaranya dia matikan telepon dan melajukan motornya dengan kecepatan dia atas rata rata.
Di sebuah rumah kosong yang terletak jauh dari keramaian tepatnya berada dekat hutan, seorang wanita dengan keadaan kacau terduduk di sebuah bangku dengan tangan terikat di belakang, baju sudah penuh dengan noda darah yang berasal dari dahinya yang terluka karena benturan kini mulai mengerjabkan matanya pening dan nyeri langsung terasa setelah sadar sepenuhnya.
"iissttt..." ringisan Safia saat merasakan perih dan pusing yang mendera akibat luka yang di dapat dari kecelakaan tadi.
" dimana ini...??" bisiknya lirih sambil melihat kesekitarnya yang terasa asing olehnya, dia hanya ingat akan dalam perjalanan ke rumah bunda dengan diantar pak man dan di tengah jalan ada mobil melaju kearah mobil mereka tiba tiba sehingga kecelakaan pun tak bisa dihindari, dia ingat di tempat itupun tak ada orang karena memang jalanya sedang sepi saat itu setelah itu Safia tak ingat apa apa lagi , setelah bangun dia berada di tempat asing dengan tangan terikat.
" ceklleek.." suara pintu terbuka Safia langsung melihat dengan waspada dengan seorang yang akan masuk keruangan tempat dia disekap.
" oohh sudah bangun ternyata.." seorang perempuan berkata sinis saat melihat di telah membuka mata. dia lihat dan ternyata perempuan itu adalah temen suaminya yang dulu sebelum mereka pindah pernah main kerumahnya untuk belajar.
" angel..." gumam Safia yang masih di dengar oleh angel.
" ia gue kenapa..?"
" kaget loe...?" angel berkata dengan sinis
" mau kamu apa ngel..?" tanya Safia tak habis fikir dengan kelakuan angel kepadanya padahal dia merasa tak punya masalah denganya ketemupun hanya sekali.
Safia diam dengan masih melihat kearah angel waspada.
" gue mau Arkha, dan nyingkirin loe selamanya dari hidup Arkha, loe harus tau kalau Arkha itu hanya boleh jadi milik gue , paham loe..."jelas angel seraya berjalan pelan kearah Safia.
" apa kamu pikir dengan kamu nyingkirin aku dari hidup Arkha dia bakal mau dengan kamu..." jawab Safia berusaha tenang, sambil berusaha melepaskan ikatan di tangannya.
" kita lihat saja nanti...hahaha" tantang angel
dengan tawa gilanya.
" kamu gilaaa angel...!!!" seru Safia keras
" gue emang sudah gila karena suamimu Arkha tak pernah melihatku dan itu semua gara gara loe..."
" plakkk plakkk..." angel menampar kedua pipi Safia dengan keras membuat kedua sudut bibir Safia berdarah.
di tengah usahanya melepaskan ikatan di tangannya masih belum bisa terlepas, bukanya lepas hal itu membuat tangannya terasa perih karena gesekan dengan tali yang mengikat membuat tangannya lecet di tambah tamparan keras angel di kedua pipinya membuat tenaga Safia begitu habis menahan sakit di sekujur tubuhnya.
" sayang sabar anak bunda harus kuat di dalam perut bunda, sampai ayah datang..." bisiknya dalam hati berharap calon anaknya bisa kuat dan bertahan dalam keadaan seperti sekarang, Safia takut jika terjadi apa apa dengan calon anaknya yang masih terlalu rentan dalam kandungannya.
" Arkha cepat datang, tolong kami.." harap Safia dalam hati, dia begitu takut angel akan berbuat nekat dan membahayakan calon anaknya yang masih sangat kecil di dalam perutnya.
" sepertinya sudah saatnya kita akhiri permainanya , aku sudah bosan melihat muka loe yang kampungan itu..jadi selamat tinggal cewe kampung..." anggel mengambil pisau di atas meja samping pintu, tapi sebelum dia melangkah menuju Safia berada tiba tiba hendpon angel bergetar tanda ada telpon masuk.
" ya ada apa pah...?" jawab Angel setelah sambungan tersambung.
" appaaa...ko bisa pahh??" teriak angel kaget dengan apa yang di sampaikan oleh orang yang menghubunginya.
" ok angel pulang sekarang..." angel mengakhirin pnggilanya.
sedangkan Safia dengan keadaan terikat masih diam, dan menebak siapa yang menghubungi anggel setelah mendengar angel bicara dia bisa menebak jika itu orang tua perempuan itu.
" kali ini loe selamat tapi tidak untuk besok..." ancam angel lalu dengan langkah buru buru keluar ruangan tempa Safia di sekap. dia masih mendengar angel menyuruh orang yang berjaga diluar untuk berjaga jangan sampai Safia kabur.
dengan hati sedikit lega karena dia masih selamat kali ini, dia berharap Arkha suaminya cepat menemukn dan menolongnya dari dekapan angel.