SAFIA

SAFIA
part 28



Setelah satu Minggu Safia di rawat akhirnya hari ini dia di perbolehkan pulang oleh dokter yang menanganinya, ya walaupun suami kecilnya itu masih bersikukuh agar dia dirawat sampai benar benar sehat, padahal dirinya sudah merasa sangat sehat bahkan luka yang dia dapat saat penculikan pun sudah kering tapi ya itulah suaminya begitu berlebihan membuat dia kadang menjadi sebal sendiri.


" sudah dong by...jangan ngambek begitu.." Safia berusaha membujuk Arkha yang saat ini dalam mode ngambek denganya karena keinginannya tidak di turuti untuk dirawat lebih lama.


Arkha tak menanggapi semua ucapan Safia padanya, dia sibuk memasukan baju Safia kedalam tas berukuran sedang, dan menghiraukan Safia.


Safia menghela nafas sabar atas kelakuan suaminya itu, dia mengerti sedewasa apapun suaminya tapi tetap saja dia masihlah remaja yang terkadang sifat kekanakannya masih ada, walaupun begitu Safia menerima itu dengan senang hati walau dia harus memiliki kesabaran ekstra tapi disaat kekanakan seperti inilah Arkha sungguh menggemaskan menurutnya.


" Arkha...suamiku...udah dong ngambeknya aku sudah sehat begini masa harus tetap dirumah sakit terus sih, itu ngga baik buat kesehatan calon anak kita loh.."


" sudah ayo kita pulang..." ajak Arkha dan membantu Safia untuk turun dari ranjang, dia tak menanggapi ucapan Safia, namun Safia justru menarik Arkha kepelukanya mengusap punggung lelaki yang sangat di cintainya itu.


" Arkha aku tau semua itu untuk kebaikan ku dan calon anak kita, dan itu bentuk dari rasa cintamu padaku, tapi aku sekarang sudah merasa sangat baik luka di wajahku pun sudah mulai hilang dan sudah tak sakit jadi aku sudah tidak perlu menginap di rumah sakit lagikan..." jelasnya dengan lembut masih dengan posisi berpelukan agar suaminya tidak ngambek lagi, Safia merasa bingung sendiri kalau Arkha dalam mode ngambeknya itu.


Arkha menghela nafasnya panjang, dia tau sikapnya begitu kekanakan tapi dia hanya ingin Safia dan calon anaknya baik baik saja, dia tidak ingin melihat Safia seperti kemarin itu menyakitkan buatnya, melihat orang yang kita cintai lemah tak berdaya dan nyawa terancam itu sungguh membuatnya ketakutan, dia tak ingin kehilangan orang yang sangat dia cintai bahkan melebihi apapun di dunia ini bahkan nyawanya sendiri.


melepaskan pelukan dari istrinya dengan lembut, lalu mencium dahi istrinya dengan dalam meyakinkan dirinya jika istrinya memang sudah baik baik saja dan dia tak perlu khawatir lagi.


" ayo pulang..." menggenggam tangan Safia dengan lembut dan berjalan keluar meninggalkan ruang rawat Safia.


masih dengan bergandengan tangan Arkha dan Safia berjalan melalui koridor rumah sakit menuju parkiran dimana supirnya menunggu, namun saat mereka sampai lobby mereka bertemu seseorang yang amat sangat Arkha benci seumur hidupnya.


" wauwww kita akhirnya bertemu juga adikku..." dengan senyum sinis Angga menghadang dua pasangan yang sedang bergandengan tangan.


"apa maumu..." dengan nada sangat datar Arkha sayarat akan kemarahan yang berusaha dia tahan, membuat Safia terkejut ini baru pertama Safia melihat dan mendengar Arkha bicara begitu dingin kepada seseorang, walaupun memang Arkha orang yang dingin dan bicara singkat namun auranya masih terasa ramah tak semenakutkan ini.


" loe ngga usah berharap bisa merebut apapun yang sudah menjadi milik kami...karena kami bisa membuat loe menyesal telah melakukan itu, ngerti loe..." dengan mendorong dada Arkha Angga mengancam dengan angkuhnya, dia berpikir bagaimana orang lemah seperti adik tirinya ini ingin merebut semua harta Dadynya.


Arkha tertawa meremehkan, merasa lucu dengan apa yang dia dengar kata yang keluar dari mulut bajingan yang ada di depannya ini. masih menggenggam tangan Safia dengan memberikan usapan agar Safia sedikit tenang karena dia bisa merasakan tangan Safia bergetar, dia tau ini membuat istrinya itu ketakutan.


" apa yang loe maksud dengan milik kalian...?" masih dengan gaya santainya Arkha membalas ancaman Angga padanya, apa dia pikir dirinya akan takut dan mundur itu adalah pemikiran bodoh sangat bodoh menurutnya karena itu tidak akan pernah terjadi, karena yang dia inginkan adalah kehancuran keluarga dari orang yang sedang memandang remeh kepadanya.


" liat saja apa yang bisa gue lakuin untuk menghancurkan hidup loe, hingga loe bersimpuh di bawah kaki gue..!!" Angga mengancam dengan nada tajamnya dan berlalu meninggalkan Arkha dengan Safia yang masih ketakutan.


setelah Angga meninggalkan mereka dan sudah tak terlihat oleh penglihatan Arkha membalikan tubuhnya menghadap istrinya, menangkup wajah mungil Safia yang terlihat pucat efek dari ketakutannya, Arkha tau istrinya ini sangat takut dengan ancaman Angga, Safia masih memliki trauma dengan apa yang dia alami karena ulah angel.


" Arkha apa dia akan mencelakai kita..." tanya Safia dengan tubuh gemetar dan air mata yang mulai menetes, melihat istrinya yang sangat ketakutan hingga menangis seperti ini Arkha mengumpat dalam hati si Angga, dia berjanji akan menghancurkan mereka secepatnya.


" hei tenang sayang,,,tidak akan terjadi apapun pada kita..aku akan lindungi kamu dan anak kita, kamu percaya sama aku.." Arkha dengan lembut berusaha menenangkan Safia. setelah melihat istrinya mengangguk Arkha membawa Safia kedalam pelukannya, dia berjanji tidak akan pernah biarkan siapapun mengusik keluarganya terutama istri dan anaknya.


" kita pulang sekarang..?" Safia hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


Akhirnya mereka melanjutkan langkah menuju mobil untuk pulang kerumah karena bunda dan yang lainya sudah menunggu mereka dirumah, bundanya ingin merayakan kepulangan Safia dan kehamilannya dengan makan bersama, semuanya sudah disiapkan oleh bundanya.