SAFIA

SAFIA
part 29



" hei tenang sayang,,,tidak akan terjadi apapun pada kita..aku akan lindungi kamu dan anak kita, kamu percaya sama aku.." Arkha dengan lembut berusaha menenangkan Safia. setelah melihat istrinya mengangguk Arkha membawa Safia kedalam pelukannya, dia berjanji tidak akan pernah biarkan siapapun mengusik keluarganya terutama istri dan anaknya.


" kita pulang sekarang..?" Safia hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


Akhirnya mereka melanjutkan langkah menuju mobil untuk pulang kerumah karena bunda dan yang lainya sudah menunggu mereka dirumah, bundanya ingin merayakan kepulangan Safia dan kehamilannya dengan makan bersama, semuanya sudah disiapkan oleh bundanya.


Setelah menempuh perjalanan dari rumah sakit sekitar dua puluh menit mereka telah sampai di depan gerbang kediaman mereka, memang jarak antara rumah dengan rumah sakit tidak terlalu jauh apalagi jalanan sedang tidak macet.


"titt tittt..." supirnya membunyikan klakson meminta penjaga gerbang untuk membukakan pagar agar mereka bisa masuk, setelah mobil mereka bisa masuk terlihat pak Tono memberi salam dengan mebungkukan badanya saat mobil tuanya memasuki halaman rumah dengan pelan.


setelah sampai depan rumah mobil berhenti, terlihat ada bunda dan yang lainya berdiri di teras rumah untuk menyambut mereka dengan senyuman lebar.


" hallo menantu bunda yang cantik, akhirnya pulang juga..." sambut bunda saat melihat Safia turun dari dalam mobil dan langsung memeluknya dengan erat.


" terimakasih bund..." jawab Safia saat menerima pelukan hangat dari mertuanya, tak lupa senyuman yang mengembang.


" ya udah ayo masuk, tuh semua sudah nunggu kamu dari tadi..." lanjut bunda sambil menuntun Safia menuju rumah.


" hallo fii syukurlah kamu sudah boleh pulang..." sambut Resta memeluk Safia dengan erat. ya Resta memang di undang oleh bunda untuk datang kerumah Safia, kemarin saat Safia di rawat memang Resta sempet menjenguk sahabatnya itu dan bertemu dengan bundanya Arkha dari situ mereka dekat.


"makasih ya Res, kamu memang teman terbaik yang aku punya..." gumam Safia dekat telinga Resta yang sedang memeluknya, dia sangat bersyukur memiliki teman seperti Resta yang selalu membantunya dulu jika dia sedang ada masalah apapun.


" kamu juga teman terbaikku Safia..." balas Resta sambil melepas pelukannya dari Safia.


" eh ka Erik kapan pulang...?" kaget Safia saat melihat ada Erik diantara mereka, setau Safia Erik sedang bekerja di luar negri tapi sekarang dia ada dirumahnya dan ikut menyambut dia pulang dari rumah sakit. kapang pulangnya ko Arkha tak ngasih tau pikir Safia.


" haii adik ipar lama ga ketemu yah, maaf kemarin tidak sempat jenguk di rumah sakit soalnya Kaka baru bisa pulang tadi pagi.." balas Erik,memang terakhir mereka bertemu dua bulan Yang lalu saat Safia masih tinggal di rumahnya yang dulu setelah itu Erik harus pergi ke luar negri karena ada kerjaan dan baru bisa selesai kemarin dan langsung putuskan pulang karena sang bunda mengabari kalau adik iparnya masuk kerumah sakit karena di culik.


setelah selesai dengan acara sambutanya mereka putuskan untuk masuk kedalam agar bisa melanjutkan obrolan didalam sambil duduk santai sambil makan siang bersama yang sudah di siapkan oleh bunda.


"Ting Ting.." Suara dentingan yang berasal dari bunda yang mengerikan sendok kegelasnya, hingga atensi semua orang yang ada di meja makan mengarah padanya.


semua yang hadir di meja makan memandang tak percaya dengan kabar yang baru saja mereka dengar, pasangan muda itu akan memiliki bayi yang lucu.


" wahh selamat yah Safia Arkha, ya ampun aku bakal jadi Tante...pasti anak kalian bakal lucu banget deh.." heboh Resta setelah tau sahabatnya tengah mengandung sekarang.


" selamat brother akhirnya loe bakal jadi ayah, perasaan kemarin loe masih bocah sekarang udah mau punya bocah aja...ckkk" ucap Erik setengah tak percaya tapi tak urung dia bersyukur akhirnya dia akan punya ponakan.


" thank.." balas Arkha singkat


" kamu kapan Erik...bunda juga pengen punya cucu dari kamu, lagian umur kamu udah lebih dari cukup buat punya anak..." sambar bunda menuntut untuk segera menikah.


" ya elah bunda, nanti kalau Erik sudah Nemu perempuan yang pas bakal Erik kasih cucu banyak buat bunda..." balas Erik sebal dengan bundanya yang selalu menuntutnya menikah cepat. sedangkan yang lain hanya tertawa kecil dengar perdebatan ibu dan anak itu.


" Arkha cariin tuh kakamu perempuan yang mau jadi istrinya..biar cepet nyusul kamu, kamu aja mau punya anak masa kakaknya pacar aja ga punya gimana sih.." celetuk bunda kepada Arkha.


" ngapain nyari Bun, itu Resta ada..." Arkha menjawab dengan santai sambil memainkan jari jari tangan Safia yang berada di atas meja.


"hukk hukk.."


mendengar jawaban Arkha Resta tersedak kebetulan dia sedang minum, sedangkan Erik melempar tatapan sebal kepada Arkha.


obrolan terus berlanjut dengan Resta dan Erik sebagai bahan perjodohan oleh bunda yang di tanggapi pasrah oleh mereka sedangkan Arkha penyebab perjodohan palah asyik tiduran di pangkuan Safia menciumi perut istrinya yang sedang mengusap lembut rambutnya membuatnya merasa nyaman, tidak peduli dengan sekitar. suasana begitu hangat canda tawa begitu membahagiakan, Safia bersyukur setelah sekian lama dia hidup sendiri bertemankan sepi sekarang merasakan hangatnya keluarga setelah menikah dengan Arkha.


sedangkan di lain tempat tepatnya di dalam penjara khusus perempuan Angel berteriak seperti orang gila, penampilannya yang dulu begitu cantik dengan kulit putih, rambut coklat yang terawat, serta pakaian yang modis sekarang layaknya orang gila yang tak terurus.


" hei lepaskan gue, gue gak bersalah..." teriaknya namun tak ada yang menghiraukanya.


" sialan wanita kampung itu, gara gara dia gue jadi seperti ini keluarga gue hancur...awas kalau gue keluar dari sini habis loe sama gue..." ancamnya dengan tangan terkepal dan sorot mata yang sarat akan dendam yang begitu besar.