
" masuk.." perintahnya singkat dan tak lupa wajah yang datar seperti biasa karena wajah hangat dan sedikit banyak bicara hanya berlaku untuk istri tercintanya saja.
" ckk udah punya istri tapi masih aja datar gitu kaya mau makan orang..." decak Erik saat melihat ekspresi Arkha saat melihat ekspresi Arkha.
setelahnya Erik langsung masuk ke apartemen dan melihat Safia yang sedang asik menonton tv. Safia masih terlalu fokus membuat dia tidak menyadari jika tamu mereka sudah masuk dan sedang berdiri disamping sofa yang diduduki Safia.
" hai Safia kita ketemu lagi yah..." sapa Erik sok dekat dengan senyuman menyebalkan menurut Arkha membuatnya jengah..."
" haai.. ya.." sapa Safia canggung karena belum terlalu dekat dengan teman kerja suaminya itu. berdiri dan menyalami tamu suaminya itu memang sudah menjadi kebiasaan Safia dari dulu.
Erik yang memang mereka berkenalan pas mereka akad kemarin, menurut Safia Erik sedikit lebih friendly dan lebih cerewet dibandingkan suaminya dan Rey yang pribadinya tidak jauh dari suaminya pendiam, terkesan misterius tidak mudah di tebak apa isi pikirannya. mereka tidak sempat ngobrol banyak karena kesibukan mereka yang tidak bisa ditinggalkan saat akad kemarin.
" jangan ganggu istriku..." saat mendengar sapaan Erik pada istrinya membuat dia panas. dia ga mau istrinya bersikap malu malu kepada pria lain karena disaat malu istrinya akan terlihat menggemaskan istrinya memang terlalu imut membuat siapa saja yang melihat akan tertarik.
" ckk bocah kenapa kau menikah terlalu cepat...!" Erik merasa kalah dengan bocah yang sialnya menjadi bos sekaligus sahabat sejatinya itu.
" loe ga laku..." ejek Arkha membuat Erik mengumpat dalam hati. sambil berjalan masuk ruang kerja Arkha sambil menggerutu.
" by mau dibikin minum apa..?" tanya Safia setelah melihat perdebatan suaminya dan teman kerjanya yang terasa sedikit kasar dan blak blakan.
" kopi hitam aja yang...kayanya sampai larut." Jawab Arkha sambil mendekat ke istrinya yang masih berdiri di dekat sofa.
" nanti langsung tidur yah.." lanjutnya dan mencium kening dan bibir istrinya singkat lalu meninggalkan istrinya menyusul Erik.
" bagaimana semua beres.." tanya Arkha langsung sesaat baru masuk ruang kerja.
" tok tok."
sebelum Erik menjawab pertanyaan Arkha terdengar ketukan pintu dari luar, mungkin Safia mengantarkan minuman untuk mereka.
Arkha langsung membukakan pintu untuk istrinya.
" by minumnya.." kata Safia saat melihat Arkha yang membuka pintu untuknya. dia masuk dengan nampan berisi satu gelas kopi hitam dan satu gelas susu putih serta satu piring potongan brownis coklat. Safia melihat kernyitan di wajah suaminya langsung mengatakan apa yang menjadi pertanyaan suaminya.
" ini udah malam by, jadi kamu minum susu aja yah..kopi ngga baik buat lambung kamu.."
" ini buat mas Erik..ya udah silahkan di lanjut.." tawar Safia kepada Erik dan langsung pamit ingin langsung ke kamar.
" terimakasih Safia.." ujar Erik sedikit menujukan senyuman lebarnya kepada Safia.
" ya.."
setelah Safia keluar meminum minuman yang di antarkan Safia untuk mereka setelah itu mereka melanjutkan pembahasan mereka yang terpotong tadi karena kehadiran Safia.
" semuanya sudah beres REXA mall sudah ditangan kita walaupun kita harus merombak semua sistem dan kinerja seluruh pekerja tapi semua sudah terkendali, sedang PT. Angkasa sedikit melawan tapi Rey bisa membuat mereka jera dan akhirnya menyerah..." jelas Erik
" apa Rey masih belum berhasil mengambil alih A.W company..?" tanya Arkha memastikan karena itu adalah perusahaan milik kakek Rey yang di ambil alih dengan paksa oleh adik dari kakeknya dan sekarang Rey sedang berusaha merebutnya kembali karena itu adalah peninggalan dari kakek dan kedua orang tua Rey yang sekarang sudah tiada.
" sepertinya dia masih berusaha karena William agak licin..itu sedikit membuat Rey kesal..." terang Erik tentang Rey yang sekarang sedang berada di Eropa untuk perjalanan bisnis.
" apa perlu bantuan..?" tanya Arkha mungkin jika dia membantu itu akan selesai dalam dua hari atau paling lama seminggu pikirnya.
" jangan ganggu kesenangannya dia sangat menikmati proses kehancuran William Wijaya dengan perlahan..." Erik melarang karena itu bakal membuat Rey ngambek kesenangannya di ganggu.
" nih semua sudah kelar...rincianya udah gue kirim lewat email " sembari menyodorkan setumpuk dokumen kepada Erik dan di terima.
" bagaimana dengan Digantara group yang mengajukan proposal kerjasama dalam pembangunan resortnya..?" Erik menanyakan kerjasama yang di ajukan oleh Dirgantar group kemarin lusa, menurutnya sangat menguntungkan jika di lihat dimana tempat akan di bangun Resort tersebut tapi terkadang Arkha lebih mengetahui dari apa yang dia tau.
" terima dengan pembagian 60/40 kepada mereka jika mau lanjut jika tidak batalkan.." putus Arkha tidak bisa di tawar.
setelahnya mereka fokus dengan pembahasan lainya hingga tak terasa jam sudah menunjukan pukul 12 malam akhirnya Erik pamit pulang.
Arkha langsung berjalan menuju kamar dia segera ingin membersihkan tubuhnya karena terasa lengket membuatnya tidak nyaman, di ranjang dia melihat Safia sudah tertidur dengan posisi meringkuk seperti bayi.
setelah selesai mandi dan merasa segar Arkha membaringkan tubuhnya di samping Safia dan memeluknya dan tak lama diapun menyusul Safia terlelap.
sudah selesai part 15,,, aku usahain bisa up setiap hari tapi jika tidak bisa ya harap maklum karena kegiatan juga kadang membuat tak bisa meluangkan waktu buat nulis karena sudah terlalu capek...jadi jangan bosen baca lanjutannya yah....sampai jumpa part selanjutnya.