
Setelah menerima telphone dari Safia suasana hati Arkha begitu baik menjadi lebih semangat, entah sihir apa yang dimiliki Safia sehingga dirinya merasa sudah jatuh begitu dalam oleh pesona Safia.
huff kenapa malam terasa lama..Safia aku ingin ketemu dia...batin Arkha mengeluh
Arkha masuk kedalam cafe yang memang sudah di janjikan untuk mengajari dua teman yang selalu merecokinya walaupun begitu Arkha tidak merasa terganggu selagi mereka tidak melakukan hal yang mengusik hidupnya apalagi sekarang ada Safia yang harus dia jaga karena bagi Arkha hidup di dunia ini tidak perlu terlalu percaya kepada orang lain selain diri sendiri ya termasuk keluarganya yang pasti deretan pertama orang orang yang tidak ingin dia percaya.
saat sudah berada didalam Arkha mengedarkan pandangan untuk mencari dua teman yang membuat janji denganya.
" Arkha...!" panggil Reon saat melihat Arkha baru masuk kedalam cafe dan sepertinya sedang mencari keberadaan mereka.
" Arkha urusanya udah selesai..." tanya angel saat Arkha sudah duduk di kursi depanya dia senang bisa di ajari oleh Arkha karena dengan begitu dia bisa lebih dekat dengan cowo yang paling dia sukai.
" sampai mana...?" tanya Arkha karena tidak berniat menjawab pertanyaan angel karena tidak penting menurutnya.
Angel yang tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaanya hanya bisa menghela nafas kecewa.
selalu begitu..kenapa sih kamu begitu menutup diri sehingga aku susah menembus hatimu Arkha...aku cinta kamu Arkha..batin angel seraya masih menatap Arkha yang sedang mengoreksi hasil kerja mereka tadi dengan sendu.
" loe ga mau pesen minum atau makan dulu Kha..?" tawar Reon karena melihat Arkha langsung memeriksa hasil kerja dia dan angel sebelum Arkha datang.
" ngga.." jawab Arkha singkat tanpa mengalihkan pandangan dari kertas tugas mereka agar cepat selesai dan dia bisa cepat pulang karena memang ada kerjaan yang harus dia selesaikan.
setelah 20 menit dia mengoreksi dan menjelaskan kesalahan dari tugas yang temanya buat akhirnya semua selesai dan itu membuat Angel dan Reon semakin kagum akan kecerdasan Arkha yang notabennya memang beda jurusan dengan mereka tapi dengan mudah mengajari mereka bahkan dengan cara yang jauh lebih mudah untuk dipahami oleh otak mereka.
" Ok..! setelah Arkha memeriksa tugas yang mereka kerjakan untuk yang terakhir kalinya memastikan semuanya sudah benar.
tanpa kata dan tanpa basa basi Arkha langsung merapihkan barangnya yang memang sempat dia keluarkan dari tasnya tadi.
" Arkha setelah ini kamu mau kemana.?" tanya angel basa basi.
" pulang..." Arkha heran kenapa Angel selalu ingin tau apa yang akan dia lakukan karena menurutnya itu ga penting dan dia tidak suka.
dan tanpa kata lagi Arkha langsung beranjak dari duduknya dan langsung pergi namun sebelum jauh dari tempat dia duduk tadi suara Reon terdengar olehnya.
" thank bro..." ucap Reon sedikit keras yang di jawab acungan jempol oleh Arkha tanpa menengokan kepalanya.
Angel yang melihat itu tersenyum kecil karena dia sedikit kecewa niatnya dia ingin meminta Arkha untuk mengantarkannya pulang namun melihat jika Arkha sepertinya buru buru dia urungkan karena dia pikir mungkin Arkha ada urusan lagi yang lebih penting setelah ini.
" ckk kenapa dia bisa punya kecerdasan sebegitu mengagumkan seperti itu...sungguh membuat diriku merasa bodoh dan iri.." gumam Reon yang masih bisa didengar oleh angel membuatnya tersenyum bangga karena dia semakin kagum dan menyukai Arkha.
" ngel aku tau loe suka sama Arkha kan?.." tanya Reon tepat sasaran membuat Angel merona malu.
" entahlah rasanya susah sekali lebih dekat denganya seperti ada penghalang yang membuat aku susah menembusnya..." kata Angel sambil membayangkan wajah Arkha yang selalu terbayang olehnya.
" gue ga nglarang loe suka dia tapi saranku lebih baik loe cari tau dulu dia udah punya orang yang dia suka atau ngga dari pada loe tau saat loe udah semakin dalam suka sama dia.." Reon memberi saran karena memang Arkha orang yang sangat tertutup membuat apapun bisa terjadi siapa tau Arkha sudah mempunyai kekasih pikirnya.
setelah mendengar saran dari Reon membuat Angel tertegun kenapa dia tak pernah terpikir Sampai situ, bagaimana jika selama ini Arkha memang sudah memiliki kekasih.
ngga bisa Arkha hanya untuku jika ada wanita lain yang Arkha sukai dia akan aku singkirkan dan akan aku buat Arkha jatuh kepelukanku bagaimanapun caranya...batin Angel penuh keyakinan.
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Jam sudah menunjukan pukul 21.00 malam Arkha sudah menunggu didepan toko kue tepat Safia kerja. lumayan lama dia menunggu Safia keluar toko namun sampai setengah jam dia menunggu tapi Safia belum juga keluar pikirnya heran karena biasanya jam segini Safia sudah pulang.
" baru dateng..?" tanya Safia setelah melihat Arkha berhenti di depanya sambil menjulurkan tangannya untuk memberi salam kepada Arkha, memang sejak pertama mereka resmi pacaran Safia selalu memberi salam kepadanya saat ketemu atau saat mau berpisah.
aku ingin terbiasa hormat sama kamu karena sekarang kamulah pacar aku dan jika kamu yang jadi imam aku kelak kan ngga kaget. itulah yang di katakan oleh Safia saat pertama kebiasaan itu dia lakukan dan itu membuat Arkha semakin tergila gila dengan Safia.
" yaa..pakai dulu" jawabnya seraya memberikan helm kepada Safia yang diterima dengan senang hati setelah selesai memakai helm Safia dibantu untuk menaiki motor karena Safia selalu kesusahan jika menaiki motor Arkha yang memang tinggi karena tubuh dia yang pendek.
" pulang ke apartemen.." beritahu Arkha kepada Safia jika dia ingin Safia pulang ke apartemenya.
" aku ngga bawa baju ganti, pulang dulu ambil baju yah.." pinta Safia karena memang tidak ada rencana untuk menginap di tempat Arkha.
" ngga usah ..." tolak Arkha dan langsung melajukan motornya ke arah apartment mewah yang selama ini dia tinggali karena rumah yang pertama Safia datangi itu adalah rumah kelurganya dia tidak tinggal disitu sudah lama kesana hanya jika ada keperluan yang memang penting.
tak ada obrolan saat di perjalanan menuju apartemen nya yang tidak terlalu jauh dari toko tempat Safia kerja.
setelah lima belas menit akhirnya mereka sampai di halaman luas tempat parkir di apartemen mewah tersebut Arkha memarkirkan motornya saat Safia sudah turun.
" ayo.." meraih tangan Safia dan berjalan beriringan dengan tangan yang saling bertautan masuk kedalam gedung apartemen dan menuju Lift yang ada di lantai satu untuk menuju ke lantai 15 dimana unitnya berada.
ya ampun mewah banget sih nih apartemen baru pertama kali aku masuk kesini...berasa pembantu di gandeng majikan...batinya saat masuk dan melewati bagian resepsionis di gedung tersebut.
setelah pintu lift terbuka masih dengan tangan yang bertautan mereka langsung masuk agar cepat sampai unitnya,lima menit lift berjalan naik akhirnya pintu lift terbuka mereka langsung keluar dan berjalan menuju dimana unit Arkha berada memang tak jauh dari lift itu.
disinilah Safia berada di apartment dimana sang kekasihnya tinggal terlihat begitu mewah besar dan nyaman sekarang Safia sedang menunggu di ruang keluarga yang berada di bagian tengah,ruangan yang terlihat lumayan luas hanya ada tv satu sofa panjang dan satu meja kecil simpel memang namun sangat terlihat mewahnya dilihat dari barang yang ada disitu. saat ini Arkha sedang mandi Safia memutuskan untuk menonton tv sambil menunggu Arkha selesai mandi.
" mandi..." perintah Arkha tiba tiba membuat Safia terkejut karena dia sedang fokus melihat acara kesukaannya di tv.
" bajuku gimana...?" tanya Safia karena memang dia bingung masa mandi tapi ga ganti kan sama saja ga nyaman.
" di lemari putih.." Arkha memberitahu.
" ok.." tanpa menunggu Safia langsung beranjak ke kamar yang memang sudah Arkha tunjukan tadi.
di apartment itu memang hanya ada satu kamar yang sangat luas didominasi warna abu dan king saize disebelahnya ada jendela besar dan tinggi yang memperlihatkan pemandangan kota.
tak lama Safia mandi karena memang dia harus masak untuk makan malam mereka, setelah selesai mandi di melihat lemari putih yang di maksud Arkha tadi saat dia buka dia terkejut disana penuh dengan dress rumahan yang terlihat sekali harganya yang mahal membuatnya bingung, mau pakai yang mana bingung Safia dan yang lebih mengejutkan lagi saat tanpa sengaja dia melihat disana juga terdapat banyak dalaman yang terlihat masih baru. apa Arkha yang menyiapkan semua untuku atau emang punya siapa?
astagfirullah sampai Daleman aja ada ko bisa dia tahu ukuran yang pas untuk aku pake..pikir Safia dalam hati merasa takjub dan heran juga.
setelah sekian lama mengagumi dan keheranan akhirnya Safia memilih dres simpel warna cream panjang selutut sangat pas di pakai di tubuh mungilnya. saat semua dirasa cukup dia memilih cepat keluar kamar akan langsung masak karena dia sudah merasa lapar dan dia pikir Arkha pun pasti lapar juga.
saat keluar dia melihat Arkha sedang duduk di sofa depan tv yang menyala namun bukanya menonton tapi dia palah sibuk dengan handphone nya.
." Arkha..." sedikit malu dengan penampilannya takut dia tak pantas memakainya.
saat mendengar suara lembut memanggilnya dia mendongakkan kepalanya untuk melihat wanitanya dan di saat itulah dia melihat keindahan yang sempurna baginya. melihat tatapan intens Arkha padanya membuat Safia salah tingkah.
melihat Safia malu malu saat dilihat olehnya membuat terlihat begitu menggemaskan bagi Arkha, beberapa saat dia menunggu Safia tak kunjung mendekat akhirnya Arkha mulai berjalan mendekat Safia yang masih berdiri didepan pintu kamar.
" sempurna..." katanya dan tanpa aba aba langsung menyergap bibir mung yang sudah sejak lama membuatnya selalu gagal fokus.
aduh akhirnya selesai part 10 semoga selanjutnya bisa cepet up-nya. jangan bosan menunggu yee...karena updatenya ga pasti berapa hari sekali karena seadanya waktu maklum lagi sibuk sibuknya...tunggu part selanjutnya yah bye..!!