
" yanggg kamu selalu membuat aku selalu menginginkanmu..." desah Arkha tanpa melepas ciumannya dengan Safia.
semua mengalir begitu saja, ruangan yang tadinya terasa dingin kini berubah menjadi panas dengan kegiatan dua pasangan yang sedang berbagi kenikmatan dunia tanpa peduli ada gangguan yang bisa merusaknya.
" ahhh bbyy...!!!" ******* Safia ketika merasa dirinya akan mencapai puncak kenikmatan, setelah tau istrinya sudah ingin mencapai puncaknya Arkha mempercepat hentakan agar masuk lebih dalam membuat Safia semakin tak berdaya.
" aahhh..." ******* mereka keluar begitu keras menandakan jika mereka sungguh menikmati kenikmatan yang luar biasa setelah mencapai puncak bersama, tubuh Arkha masih berada diatas tubuh Safia dengan nafas tak beraturan dan tubuh penuh dengan keringat semakin terlihat seksi di mata Safia.
" I love you " ucap Arkha mencium kening istrinya lalu memindahkan tubuhnya berbaring disamping Safia.
" I love you too " balas Safia dengan mencium pipi suaminya.
setelah mendengar jawaban dari istrinya Arkha langsung membawa Safia kedalam dekapannya, menyalurkan seluruh perasaanya untuk perempuan berstatus sebagai istrinya dalam waktu singkat itu, melirik jam ternyata sudah malam dan mereka melewatkan makan malam karena kegiatan mereka.
setelah membersihkan badan dengan mandi bersama yang berakhir lama den berujung semakin telatnya mereka makan malam, akhirnya mereka dapat mengisi perut yang ternyata memang sudah keroncongan Karena tenaga yang terkuras banyak, memang makan malam sekarang maid yang menyiapkan karena memang saat tadi Arkha pulang sudah berpesan kepada maid di rumahnya.
" by besok aku mau kerumah bunda ya, tadi bunda telpon soalnya suruh aku kesana pengen masak bareng.." Izin Safia setelah dia selesai dengan makananya.
" jam berapa..? " tanya Arkha
" pagian kayanya sih kesana soalnya bunda bilang mau belanja bahan bahannya dulu.." Safia menjelaskan.
" ok.." jawab Arkha singkat
" ohia jangan lupa kamu pulang kuliah langsung kerumah bunda ajah kita makan malam disana..." Safia menambahkan setelah mengingat pesan bunda yang meminta mereka makan malam bersama.
" mM " Arkha hanya menjawab singkat. tapi Safia tak ambil pusing dengan jawaban yang di berikan suaminya itu karen memang sudah hafal dengan sifat suaminya yang irit bicara.
setelah selesai makan malam mereka kembali kekamar mereka karena memang badan yang sudah terasa lelah dan hari pun semakin malam, membuat mereka putuskan untuk tidur.
Safia mulai mengerjabkan matanya, melihat jam yang menunjukan pukul 6 pagi di alihkanya pandangan ke sebelahnya dia melihat suami yang masih memejamkan mata dengan nafas teratur, dia putuskan untuk bangun dan mandi dia berencana ingin memetik sayuran dan buah untuk di bawa kerumah bunda, lalu menyiapkan sarapan untuk suaminya karena Arkha ada kelas pagi untuk hari ini.
setelah selesai memetik sayur dan buah dan di masukan kedalam kantong plastik dengan rapih, dia bergegas kedapur untuk membuat sarapan.
" iih kamu bikin kaget aja sih by.." keluh Safia dengan mengusap pelan tangan Arkha yang berada di perutnya.
" masak apa..? " tanya Arkha tanpa menghiraukan kulihan Safia.
" nasi goreng buat sarapan...terus buat bekal kamu aku masakin cumi cabe hijau, sama goreng tahu tempe, ga papa kan by menunya itu aja atau kamu mau apa lagi biar nanti aku bikinin...!!" jawab Safia panjang lebar.
" cukup..." singkat Arkha
" ya udah kamu nunggu di meja makan bentar lagi aku selesai, jangan ganggu..." seraya mendorong pelan tubuh Arkha menyuruh Arkha untuk menggunya di meja makan.
tak lama sarapan selesai Safia masak, semua sudah tertata rapih di atas meja makan begitupun bekas yang sudah di siapkan di tas bekal milik Arkha, setelah mengambilkan sarapan untuk suaminya giliran Safia mengambil untuk dirinya sendiri, dan mereka makan dengan hikmat.
setelah selesai sarapan Safia mengantar suaminya untuk pergi ke kampus sampai depan rumah .
" kerumah bunda jam berapa..?" tanya Arkha setelah istrinya mencium tangannya, seraya mengelus halus pipi istrinya.
" bentar lagi by...sudah sana kamu berangkat sudah siang juga nanti telat lagi..aku juga mau ganti baju terus siap siap mau ke rumah bunda..." kesal Safia entahlah kenapa Arkha suaminya itu menanyakan hal itu sudah berulang kali membuat dirinya sedikit kesal.
tanpa berkata apapun Arkha langsung menaiki motor dan berangkat menuju kampusnya, setelah tak melihat sosok suaminya yang sudah keluar dari gerbang rumah mereka, Safia masuk ke dalam rumah untuk siap siap pergi kerumah bunda.
Dan disinilah Safia di dalam mobil dalam perjalanan menuju rumah bunda sambil menerima telpon dari sang empunya rumah yang akan dia datangi.
" ya bunda ini Safia lagi di jalan bentar lagi nyampe ko.."
" iya Safia di antar pak man ko..bunda tenang aja..."
" bunda tenang yah bentar lagi nyampe..." Safia menjawab dengan sabar bunda yang menghawatirkan dirinya entah kenapa tak biasanya bunda katanya perasaanya ga enak mencemaskan dirinya.
setelah telpon di matikan oleh bunda Safia melihat jalanan yang di lewati, entahlah di agak sedikit pusing kalau tidak melihat keluar. tak berapa lama ada mobil dari arah berlawanan tiba tiba menabrak mobilnya dengan kencang membuat tubuh Safia membentur bagian kaca samping.
" pak maann..." panggil Safia di sisa kesadarannya , dia melihat darah yang menetes dari bagian depan kepalanya diapun merasakan semakin sakit dan pusing samar samar dia mendengar supirnya memanggil namanya dengan panik hingga semuanya gelap.