
Hari libur bagi Safia adalah dimana hari untuk bersih bersih rumah dan merawat semua tanamanya. karena kebetulan hari ini Safia juga libur kerja di tempat Bu Retno karena sedang ada acara lamaran anaknya jadi disuruh libur dulu.niatnya Safia ingin belajar untuk membuat Brownies farian baru dan rencananya Safia ingin membuatnya bareng Resta tapi sudah jam 11.00 siang belum ada kabar dari Resta jadi atau tidaknya dia kerumahnya.
mana sih si Resta jam segini belum nongol juga...sambil melihat jam yang sedang dia pakai Safia mengrutu.
"dertt dertt dertt..." bunyi getar handphone menghentikannya dari kegiatan mengganti sayuran yang memang sudah perlu di ganti.
"ya Res..." jawabnya saat melihat nama yang tertera di layar handphone.
"oooh.. ya udah ga papalah Res kan bisa lain kali aja kita bisa bikin bareng.." jawabnya saat mendengar Resta membatalkan janjinya karena Riko kekasihnya ingin di temani ke rumah tantenya.
"iya Resta ga papa..yaaa byeee..!" helaan nafas Safia hembuskan tanda bahwa dia sedikit kecewa karena Resta batal menemaninya bikin brownies.padahal Safia sangat senang saat Resta menawarkan diri menemani membuat brownies berati dia tidak merasa hidup sendiri di dunia dan merasa memiliki teman memang tidak di pungkiri terkadang Safia merasa sangat kesepian merasa bahwa dia sudah tidak punya siapa siapa lagi untuk dia bersandar dikala lelahnya.
"hufff kenapa jadi sedih gini sih....semangat Safia tetap tersenyum...!" teriaknya menyemangati dirinya sendiri.
ayah bunda Safia kangen kalian,semoga kalian bahagia diatas sana yah...doakan Safia biar tetep semangat kuat dan bahagia...katanya dalam hati seraya melihat langit yang memang sedang suana cerah.
setelah beberapa saat Safia berkutat dengan tanah dan bibit tanaman serta memanen sayuran yang memang sudah siap panen akhirnya Safia berdiri di sini dimeja ruang tengah mulai berkutat dengan peralatan dan bahan brownies yang ingin dia buat. saking fokusnya Safia tidak mendengar bahwa ada seseorang yang masuk tanpa permisi dan melihatnya dengan intens.
Arkha melihat Safia begitu fokus dengan apa yang dilakukanya sehingga lupa menutup pintunya. seulas senyum terbit di bibir Arkha saat melihat Safia begitu cekatan mengerjakan pekerjaannya yang Arkha bisa tebak sedang membuat kue.
saat sedang fokus dengan adonan brownies yang telah jadi dan tinggal dituangkan di loyang untuk di kukus.tiba tiba ada tangan melingkar di perutnya membuat tubuhnya tegang dan reflek ingin berbalik untuk melihat siapa yang begitu kurang ajarnya memeluk dirinya tanpa izin namun tak bisa karena ditahan oleh orang itu.
OMG...siapa yang meluk aku sembarang nih..pikir Safia waspada sambil terus berusaha membalikan badannya yang masih ditahan oleh orang tersebut.
"kenapa pintunya tidak ditutup sayangg..." bisik Arkha seraya memberikan kecupan kecil ditelinga Safia menyalurkan kerinduannya dengan gadis yang dia klaim sebagai miliknya.
mendengar suara itu Safia langsung tau siapa pelakunya yaitu berondong yang memaksanya untuk menjadi kekasihnya,tapi apa yang dilakukan oleh Arkha terhadapnya membuatnya merinding dan merasakan gelenyar aneh yang menjalar dalam inti tubuhnya membuatnya tak bisa berfikir jernih.
"Arkha lepass.."ucapnya seraya melepaskan diri dari cumbuan Arkha tubuhnya yang dirasa sudah mulai merambat ke bagian paling sensitifnya.
denga nafas terengah engah Arkha menempelkan dahi mereka dan menatap manik mata Safia yang juga sedang dikuasai gairah sama seperti dirinya.
" aku sungguh mencintaimu Safia Ayu...sungguh cinta.." katanya tulus seraya membawa Safia kedalam pelukanya.
sedangkan Safia masih menetralkan detak jantung yang menggila karena ciuman yang panasnya dengan Arkha.
ya Tuhan kenapa bisa aku hilang kendali seperti ini...kau begitu lemah di hadapan seorang Arkha Safia. dengan pipi yang masih merona Safia membatin.
"aku tau semuanya begitu terasa cepat menurutmu namun percayalah bahwa cintaku tulus padamu dan jangan pernah ragukan itu..." lanjut Arkha setelah melihat tidak ada jawaban dan melihat pula masih ada keraguan di mata wanita yang dia cintai ya.
eh ternyata seorang Arkha bisa bicara panjang juga..pikir Safia
"entahlah banyak yang membuat aku menjadi ragu kepadamu tentang, umur , status sosial kita begitu jauh membuat aku merasa tidaklah pantas untukmu, karena kita begitu berbeda..." sambil menerawang Safia menjelaskan kegundahan hatinya terhadap Arkha.
" tetapi terkadang aku merasakan apa yang namanya di sayangi di perhatikan yang selama ini memang selalu aku impikan itu aku rasakan darimu..." lanjut Safia berusaha jujur pada hatinya sendiri bahwa diapun mulai luluh oleh perlakuan Arkha yang selalu memaksakan rasa yang selama ini hanya sebatas bayangan saja membuat Safia isulit untuk menampik perasaan itu.
Arkha masih setia mendengarkan apa isi hati dari wanita yang dia amat cintai dengan waktu yang begitu singkat.
"Arkha entahlah apa yang kamu rasakan itu memang tulus ataupun itu hanya perasaan sesaat seorang remaja yang bisa hilang suatu saat karena bosan...jeda Safia sambil meyakinkan hatinya akan keputusan yang dia akan ambil untuk hatinya.
" tapi aku ingin mencoba untuk percaya kepadamu apapun resikonya walaupun hatikulah yang menjadi taruhanya tapi aku mohon jujurlah jika kamu telah kehilangan rasamu terhadapku dan menemukan orang lain untuk pelabuhan terakhirmu, karena disaat itu tiba aku akan mundur dan menjauh darimu..." tutupnya sambil menatap manik hitam Arkha yang membuatnya selalu terpesona berkali kali.
" tidak akan aku biarkan kamu menjauh apalagi pergi dariku..." janji Arkha serius dan membawa Safia kedalam pelukannya meyakinkanya jika Arkha tidak akan membiarkan Safia pergi darinya.
akhirnya bisa update lagi setelah beberapa hari diem tidak melakukan apapun karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk menulis dan otak belum bisa konsen karena kepala juga pusing buangettt jadi ga bisa mikir ide juga mentok akhirnya bisa selesaikan part 7 ini sedikit demi sedikit ya dengan kondisi masih banyak kekurangan dimana mana tapi gapapa lah ya yang pentingkan udah berusaha masalah disukai apa tidaknya pikirin nanti ajalah ye.namanya juga belajar ya gitu mencoba baru tau kesalahannya dimana yang penting semangat tetep semangat , tetep belajar jangan takut mencoba. dan yang masih mau baca aku ucapin terimakasih yang tidak ya tidak apa apa karena semua itu terserah tidak ada paksaan...ok samapai jumpa part selanjutnya.