SAFIA

SAFIA
part 24



Setelah urusanya dengan seseorang yang dia anggap musuh terbesarnya yang sialnya lagi dia adalah Dadynya sendiri seseorang yang darahnya mengaliri darah yang sama dalam tubuhnya membuat Arkha berfikir itu adalah hal terburuk dalam hidupnya, akhirnya dia putuskan pulang kerumah dilihat pun hari sudah mulai sore dia sungguh merindukan istri cantiknya.



tak berapa lama mengendarai mobil menuju rumah yang selama dua bulan ini dia tempati dengan istrinya, istana yang sengaja di buat untuk keluarga kecilnya akhirnya Arkha kini telah sampai di depan rumah dan memarkirkan mobilnya di garasi samping rumah, tanpa menunggu lama Arkha bergegas masuk ke dalam rumah dan bergegas mencari keberadaan istri cantiknya.



Arkha langsung berjalan ke bagian belakang rumah setelah melihat istrinya tidak berada di dapur dia pikir sekarang istrinya sedang ada di halaman belakang sedang berkutat dengan semua tanamanya, Arkha sudah hafal dengan jelas hoby istrinya yang satu itu, entahlah menurut Arkha istrinya begitu berbeda dengan perempuan lainya yang memliki banyak uang mereka akan dengan senang hati berfoya menghabiskan uang para suaminya untuk hal yang bahkan terkadang tak terlalu penting hanya untuk memenuhi gengsi pada dirinya dan menunjukan betapa kaya para suami mereka.



tapi istrinya sungguh sangat jauh berbeda bahkan kadang Arkha bingung untuk apa dia bekerja keras menghasilkan uang yang banyak kalau istrinya jarang memakainya kalau tidak dia suruh atau dia paksa, sekalinya istrinya pakai uang hanya untuk membeli bibit sayur dan buah yang sekarang memenuhi halaman depan dan belakang rumahnya, setiap Arkha komplen kenapa istrinya tak mau shoping seperti istri diluaran sana selalu ada jawaban yang membuat Arkha merasa menjadi laki laki beruntung di dunia karena memiliki istri seperti Safia.



" *by dari pada aku pergi keluyuran ngabisin uang kamu untuk hal menurut aku ga terlalu penting mendingan aku ngabisin uang kamu untuk beli bibit sayuran dan buah lebih banyak manfaat dan juga itu hoby yang buat aku selalu happy, dan nantinya hasil dari tanaman yang aku tanam sekarang di rasakan bukan hanya sama kita saja by tapi anak anak kita pun bakal rasain itu lebih bikin aku senang, uang kamu yang banyak itu mending di tabung buat anak kita nanti*"



" yang kangen...." ucap Arkha pelan di ceruk leher istrinya membuat gelenyar aneh Safia rasakan


" astaga by bikin kaget aku aja sih, maaf ya aku ngga tau kamu pulang cepet, biasanya juga pulang malem kan...??" saut Safia setelah sadar dari gelenyar yang di timbulkan oleh bisikan Arkha di ceruk lehernya, entah lah setelah menikah dengan Arkha dia tak bisa menahan godaan barang sedikit pun apalagi sekarang ada hormon kehamilan yang membuatnya semakin menjadi.


" yang aku kangen..." bisik Arkha sekali lagi dengan kecupan kecil di leher dan telinga Safia membuat ******* lolos dari bibir tipis Safia


" by aahh..jangan begini nanti ada yang liat malu.." ucap Safia seraya menahan ******* yang akan keluar dari bibirnya.


tanpa membalas teguran istrinya Arkha menggendong istrinya gaya bridal style dengan langkah lebar menuju kamar mereka, setelah sampai langsung Arkha baringkan istrinya di atas tempat tidur dengan bibir yang saling bertaut tanpa jeda.


" yanggg kamu selalu membuat aku selalu menginginkanmu..." desah Arkha tanpa melepas ciumannya dengan Safia.