
**hallo jumpa lagi, typo masih bertebaran ya jadi harap maklum yang ngetik kan manusia, dukung aku juga ya jangan lupa like vote comen and share ya guys.. kasih tip juga boleh kok sekalian klik tombol favorit nya juga ya 😍😘😘..
lope lope you ..
maacihhh muaacchhhh...
happy reading guys**.....
ingin rasanya edward mengusir laura dari rumahnya, tapi jika ia melakukan hal itu akan semakin membuat laura bebas melancarkan rencananya , sedangkan mempertahankan laura agar tetap di rumah nya meski tidak satu atap akan sangat beresiko, bagai mana keadaan airin setelah ini... akhirnya edward tetap mempertahan kan laira di rumah nya agar tetap bisa memantau nya dari jarak dekat, dan sebisa mungkin menggagalkan rencana laura terhadap airin...
hari berganti hari, bulan pun kini sudah berganti,usia kandungan airin hanya tinggal menunggu kelahiran saja. bahkan segala rencana laura untuk airin pun tak bisa terlaksanakan, selalu saja dapat di gagal kan dengan cara apa pun, tapi hal itu tak membuat laura putus asa, ia akan mencari celah untuk mencelakai airin kapan pun.....
siang itu airin tengah bermain bersama ke tiga putra nya itu. mereka benar benar senang dan sangat menanti kehadiran adik perempuan mereka, jenis kelamin anak dalam kandungan airin memang sudah di ketahui oleh semua nya ..
tiba tiba airin merasakan kontraksi yang berlebihan, "momy basahh,,". adiva berteriak karna melihat air mengalir dari ************ momy nya itu..
edward yang memang hari itu tak pergi bekerja karna ia ingin menjadi suami siaga mendengar teriakan adiva langsung berlari ke ruang keluarga , ia tercengang panik melihat airin yang di basahi peluh sedang meringis kesakitan, wajahnya sudah pucat pasi..
"sayang,,, sakit" airin mengeluh saat melihat suami nya datang ..
edward langsung berteriak meminta supirnya menyiapkan mobil , sebenarnya saat itu anak anak ingin sekali ikut menemani momy nya tapi sama sekali tak di ijinkan oleh edward ..
"kalian tunggu saja di rumah ya, nanti kalo dedek nya udah lahir kalian boleh nyusul ke rumah sakit.". edward mencoba membujuk ketiga putranya itu, tapi masih tetap saja mereka tak mau, masih dengan keinginan mereka untuk ikut ke rumah sakit menemani momy, akhirnya edward pun mengijinkan mereka untuk ikut..
di rumah sakit ketiga putra nya duduk dengan tenang sedangkan edward tengah mondar mandir seperti strikaan karna dokter yang di dalam lama sekali .
"dad, kau membuatku pusing, bisakah kau duduk diam, kau seperti monyet yang kelaparan ". ucap devan, memang mulut nya sedikit tajam kalau berbicara, ..
edward menatap ketiga putranya itu dengan tajam , tapi adiva dan rafa hanya tersenyum, mereka tau dady nya sedang panik tapi tingkah dady nya sungguh membuah kepala pusing. sedangkan devan di tatap seperti itu hanya menatap datar tanpa ekspresi,,,. namun tiba tiba seorang perawat keluar dari ruang bersalin..
"anda suami nya pasien?"...tanya suster itu
"ya, saya suami nya".
"istri anda ingin di temani di dalam . mari masuk, tapi biarkan 3 anak ini tetap di luar"..
edward mendengar hal itu langsung masuk begitu saja, sedangkan ketiga putranya tengah cemberut , mereka tetap duduk di luar ruangan bersama beberapa bodyguard edward, .
di dalam ruangan yang edward lihat saat pertama kali masuk airin tengah meringis kesakitan , peluh membasahi wajah cantik nya yang kini berubah pucat pasi.. edward menghampiri airin dan menggenggam tangan nya, meski bukan kelahiran anak pertama tapi ini hal baru bagi edward dulu saat sandra melahirkan ia tak menemani nya karna sandra harus melakukan operasi saat melahirkan. sedangkan laura, jangan di tanya lagi, sudah pasti ia tak menemaninya, ia hanya mengirim sejumlah uang pada laura untuk mengurus semuanya..
"jika tau melahirkan sesusah ini, lebih baik aku suruh saja airin dari awal untuk operasi sesar, tak tega aku melihat nya, setelah ini aku janji akan membahagiakan mu sayang". ucapnya dalan hati sambil mengecup kening airin.
"tarik nafasnya bu keluarkan pelan pelan tarik lagi, lalu mengejan ya bu, jangan terlalu di paksakan , kalau lelah ibu bisa istirahat sebentar setelah itu kita bisa mulai lagi".itu lah instruksi dari dokter yang menangani airin..
"oeeekkkk,, oeekkkkk,,, ".
"selamat mr and mrs ,bayinya perempuan dan lahir dengan selamat tanpa kurang suatu apapun.". ucap dokter yang tengah mengangkat bayi yang baru lahir itu..
kebahagiaan terpancar dari wajah airin dan juga edward, rasa sakit yang sedari tadi airin rasakan kini hilang seketika, berubah menjadi kebahagiaan..
"kamu hebat sayang, aku mencintai mu, terimakasih telah melahirkan seorang putri yang cantik di hidup ku". berulang kali edward mengecuk pipi kening hingga bibir airin,. airin hanya terkekeh melihat tingkah bodoh suami nya itu .
saat airin melihat genggaman tangan nya ia melihat beberapa Luka di lengan edward.."ini?". tanya airin sambil menunjuk luka itu, luka yang masih baru akibat cakaran airin dari tadi, tidak hanya di tangan, bahkan airin menjambak rambut edward hingga ada beberapa yang rontok, tapi edward sama sekali tak marah ia tau rasa sakit yang ia rasakan tak sebanding dengan rasa sakit yang airin rasakan..
"tak apa, hanya luka kecil, ".
"maaf". ucap airin, ia menyesal tak bisa mengontrol emosinya hingga melukai suami nya itu..
"hai ini tak sebanding dengan rasa sakit mu, oh ya anak anak menunggu di depan, apa kau mau menemui mereka?".tanya edward mencoba mengalihkan perhatian airin dari luka nya .
airin mendengar hal itu pun langsung tersenyum dan mengangguk.. edward langsung keluar ruangan menghampiri ketiga putranya yang sudah terlihat tak sabar itu..
"momy sudah selesai , dedek nya lagi di mandiin sama suster, dan momy pengen ketemu kalian , jadi kalian.....".ucapacan nya tak terselesaikan karna ke tiga putranya langsung meninggalkan edward. hal itu membuat edward melotot
"boleh nggk sih aku karungin tuh anak anak, nyebelin banget, maaf sandra jangan marah ya, tapi tingkah anak mu itu benar benar membuatku jengkel, main pergi pergi aja". ucap edward dalam hati sambil terkekeh...
saat edward hendak mendekati airin, dia langsung di cegah oleh anak anak nya,.
"dady nggk boleh deket deket momy". ucap rafa..
"kenapa? momy airin kan istri dady".
"pokoknya nggk boleh, gantian dong tadi aja pas di rumah kita hampir nggk boleh ikut , jadi dady nggk boleh deket deket sama momy sama dedek juga...".ucap devan kali ini
"what!?". sedangkan airin hanya tersenyum melihat tingkah suami dan anak nya. hingga seorang perawat membawa bayi masuk kedalam ruangan itu dan memberikan nya pada edward.. edward dengan hati hati menerima bayi cantik mungil itu dalam gendongan nya..
"cantik sayang, seperti mu". ucap edward sambil terus menciumi bayi mungil. "AINA KYARA BROWN, welcome to word,,".
"dad mau liat, sini". adiva nggk sabar ingin melihat adek bayinya itu..
"no , big no, kalian masih terlalu kecil untuk menggendong kyara, "...
"yah dady nggk asik ah"....
begitu lah mereka saling mengejek tertawa satu sama lain,,