Sacrifice

Sacrifice
kehilangan



**hallo jumpa lagi , maap ya baru bisa up, jangan lupa like vote comen and share ya guys. klik tombol favorit nya juga ya biar nggak ketinggalan episode nya...


lope lope you


emuachh


makasihh..


happy reading guys**..


rara pun menutup buku diary sang momy, air matanya tiada henti menetes, sedangkan very masih terus saja mengusap dengan lembut bahu rara untuk menenangkan adik kecilnya itu..


rara benar benar tak menyangka kalau hidup momy ya benar benar menyedihkan,


"udah donk ra jangan nangis terus". ucap very yang masih berusaha untuk menenangkan kyara..


"hiks, hiks, momy kak , momy".


"rara harus kuat, biar momy nya rara di sana tenang dan bahagia, rara nggk boleh cengeng ya". bujuk very sambil memeluk tubuh kyara..


"tapi rara harus gimana kak, satu sisi rara pengen ketemu keluarga rara, di sisi lain rara takut kalau wanita yang bernama laura itu akan membunuh rara kak". ucap rara masih terus menangis di pelukan very..


"rara tenang aja ya, pokoknya kakak akan bantu rara buat ngungkap semuanya".


lain halnya dengan orang orang yang berada di New York, tempat tinggal momy airin dulu , 3 orang pria berperawakan tinggi tegap dan sexi, bahkan wajah mereka pun bagai seorang dewa yang di utus ke bumi, bagai mana tidak, hampir semua wanita yang melihat kehadiran mereka bertiga pasti akan seketika hilang kesadaran nya. siapa lagi kalau bukan ARAFA BROWN, ADIVA BROWN, juga DEVANKA BROWN. putra dari EDWARD BROWN namun dari wanita yang berbeda..


hari itu tepat di mana mereka sedang merayakan ulang tahun adik mereka yang telah lama mereka yakini sudah meninggal dunia, namun karna kasih sayang mereka pada sang adik membuat mereka masih menganggap sang adik mereka masih hidup dan sedang tertawa bahagia saat mereka setiap tahun merayakan ulang tahun nya..


sedangkan edward sendiri , selama ini semenjak kepergian sang istri juga putri nya yang baru beberapa hari lahir membuatnya menjadi orang yang tak bisa di singgung sedikit saja . bahkan laura pun tak bisa menyentuh keluarganya lagi, karna ia meyakini bahwa kebakaran di rumahnya dulu bukan lah suatu kecelakaan melainkan kesengajaan alias konspirasi dari laura..


flashback on..


saat itu edward tengah berada di kantornya , melakukan kegiatan sehari harinya ketika siang hari, namun tiba tiba ponselnya berbunyi , saat mengangkatnya ternyata itu adalah pihak kepolisian terdekat dari rumah edward yang mengatakan bahwa rumahnya telah terbakar beserta para maid dan penghuni lain nya.


seketika wajahnya memucat , "airin, kyara". tanpa sadar edward langsung berlari menuju mobilnya dan menjalankan nya dengan kecepatan yang begitu tinggi , bahkan ia pun tanpa sempat menjemput putra putranya dari sekolah mereka, pikiran nya kalut karna mendengar kejadian seperti itu, apalagi yang ia kuatir kan mengenai istri dan putrinya yang masih sangat baru berada di dunia ini..


"shit ". umpatnya karna ada sedikit kemacetan di depan nya, berkali kali ia membunyikan klakson mobilnya agar mobil yang di depan nya bergerak, namun naas kondisi jalanan seperti tak mengerti situasi edward sekarang ini,


"hallo lex , jemput anak anak ku di sekolah, aku sedang dalam perjalanan ke rumah". lalu ia mematikan telepon begitu saja setelah mengatakan hal itu.


ia sendiri yakin kalau asisten nya itu tau mengenai berita kebakaran rumah nya, bagaimana tidak, seorang yang di gadang gadang sebagai orang terkaya di New York tiba tiba rumahnya kebakaran, hal itu pasti akan langsung menjadi trending topik di media masa..


akhirnya jalanan kembali normal, edward pun langsung maljukan mobilnya dengan cepat, agar bisa sampai ke rumah, ia ingin melihat kondisi bayi dan istrinya. namun di benaknya ada yang mengganjal, bagaimana mungkin hampir semua anak buahnya ikut terbakar di dalam rumah beserta para maid di siang bolong begini, pasti ada yang tidak beres, dan kecurigaan nya mengarah pada laura..


saat edward tiba di rumah nya, yang ia lihat bangunan rumah yang sudah menghitam akibat terbakar. bagian depan pun sudah di beri garis polisi agar tidak ada yang masuk ke kawasan itu, dan masih dengan asap hitam nan tebal yang mengepul dari rumah yang menjulang tinggi itu


salah satu petugas yang memeriksa tempat kejadian pun menghampiri edward


"permisi mr, Edward , api baru saja selesai di padamkan, namun maaf,tak ada yang selamat dari kecelakan ini, kebakaran di sebabkan oleh ledakan dari dapur yang kemungkinan berasal dari kompor yang menyala, dan kondisi para korban pun sangat mengenaskan, kami tak bisa mengenalinya satu persatu, tapi di lantai dua terdapat jasat seorang wanita yang tengah menggendong seorang bayi, namun wajah mereka tak bisa di kenali karna rusak sangat parah akibat terbakar api" . begitulah keterangan dari salah satu petugas itu..


edward yang mendengarkan hal itu dengan seksama seketika tubuhnya terasa lemas lak berdaya, seperti ada ribuan jarum yang menusuk di dadanya, rasa sakit yang tak berdarah, dan percayalah, rasa sakit seperti itu bahkan tak ada obatnya.


"dad". teriak 3 anak laki laki yang terus berlari ke arah edward..


"apa yang terjadi dad, dimana momy airin dan beby kyara dad?" tanya ke tiga anak itu beruntun..


edward hanya menggelengkan kepalanya, ia masih berusaha mencerna setiap kejadian yang menimpanya, padahal baru tadi pagi ia masih merasakan kebersamaan dengan istri dan putrinya itu, namun tiba tiba takdir berkata lain.


hingga tiba tiba tubuh kokoh dan kekar itu ambruk tak sadarkan diri , "dad" teriak ke 3 anak itu saat mengetahui ayahnya pingsan..


hari terus berganti, semua anak buah edward ia kerahkan untuk menyelidiki kasus kebakaran rumah nya, namun naas , tak ada bukti yang mengarah pada kesengajaan di kebakaran tersebut, hingga kasus itu pun di tutup oleh semua pihak,


jasad yang mereka yakini sebagai airin dan juga kyara, mereka makamkan di pemakaman keluarga, mereka sama sekali tak melakukan pemeriksaan otopsi terlebih dahulu , dan itu lah yang jadi kebodohan mereka, andai saja mereka melakukan otopsi, sudah di pastikan kalau itu bukanlah jasad airin atau pun kyara, tapi karna emosi edward yang belom stabil membuatnya bertindak gegabah, ia hanya memikirkan supaya istri dan anaknya bisa istirahat dengan tenang di alam sana.


meski demikian ulang tahun putri nya terus selalu di rayakan meski dengan acara sederhana, hanya untuk mengenang kehadiran adik kecil mereka yang belum sempat merayakan kebahagiaan kehidupan di dunia .


**flashback off...


*******************


maap ya guys , up nya dikit dulu ya soalnya aku lagi sibuk nih, tapi insya Allah kalau yang like sama komentar banyak aku bakal lebih sempetin buat terus up


makasih semua**....