Sacrifice

Sacrifice
lelah



jangan lupa like vote comen and share ya guys klik tombol favorit nya juga ya biar nggak ketinggalan episode nya..


lope lope you


makasih...


emuachhhh..


happy reading guys....


"kyara?". potong ibu Nuri. seketika Devan pun langsung senang, hampir saja dia melompat saking senangnya . berarti kali ini dia tepat sasaran..


"i.. ibu tau?".


"ah, syukurlah akhirnya kalian datang , dulu sebelum Airin pergi dia berpesan jika ada yang mencarinya dengan nama belakang brown maka mereka adalah keluarganya. dan Airin sudah mewanti wanti agar ibu memberi tahukan keberadaan nya. tapi setelah sekian lama belom ada yang menanyakan keberadaan nya , hingga hari ini kalian datang. terimakasih Tuhan engkau maha baik" ucap wanita itu..


"jadi benar momy Airin di sini, mana dia bu , mana?". tanya Devan yang sudah tidak sabar.


"dengarkan dulu. Airin tidak tinggal di sini. dia berada di Bali bersama dua sahabatnya yang sudah menikah, tapi ibu lupa alamatnya di mana".


"Bali?".


"iya."


"Bali pulai dewata ?".pertanyaan bodoh macam apa itu yang keluar dari mulut Devan. anak buahnya hanya cekikikan kaya kuntilanak di sebelah Devan, tapi terdiam seketika ketika melihat mata bos nya itu melototi mereka dan sudah seperti mau keluar dari tempatnya


"iya lah, kau pikir Bali yang mana lagi". jawab ibu Nuri dengan nada bercanda..


"tapi, apa ada informasi lain, seperti nama orang , atau apa lah yang penting mempermudah kami untuk mencari momy dan adik saya".


"em, tunggu sebentar. kalau tidak salah namanya Liana, iya Liana terus suaminya namanya Tio, Tio siapa ya, lupa sebentar maklum sudah tua. oh iya , Tio Orlando, katanya sih dia seorang pengusaha yang cukup besar di Bali".setelah sempat berfikir keras akhirnya wanita tua itu berhasil mengatakan hal yang benar


"ibu yakin?".tanya Devan..


"iya sangat yakin, soalnya Tio itu dulu sering mengirim uang untuk membantu kita di sini, tapi hanya bertahan 4 tahun setelah kepergian Airin dari tempat ini, sudah tidak ada kabar lagi dari mereka, entah apa yang terjadi".


"jadi sudah lama sekali bu?".


"iya".


"apa ada petunjuk lain?".


"baiklah kalau begitu bu, ini, sedikit rezeki untuk ibu dari kami". ucapnya sambil menyodorkan sebuah amplop tebal berwarna coklat kepada ibu Nuri.


"wah. terima kasih banyak ya nak Devan, ibu doakan kalian biasa cepat bertemu dengan Airin dan Kyara ya nak, sampai kan salam rindu dari ibu pada mereka."


"baik bu , sekali lagi terima kasih, kalau begitu kami pamit dulu, kami harus segera mencari keberadaan adik dan momy saya".


setelah dari RUMAH MATAHARI panti asuhan tempat momy nya berasal, akhirnya mereka memutuskan kembali ke hotel untuk merencanakan apa yang akan di lakukan selanjutnya..


setelah sampai, mereka langsung merebahkan tubuhnya di kamar masing masing, meski hari masih siang tapi selain lelah, hari itu juga cukup panas dan menguras energi mereka waktu di perjalanan.


"halo, cepat pesan tiket pesawat ke Bali, dan suruh teman mu itu cari tau tentang Tio Orlando , secepatnya dan ingat jangan sampai ada yang terlewat ataupun salah orang". ucap Devan pada orang di sebrang telepon dengan posisi masih berbaring di atas kasur.lalu memutus teleponnya begitu saja tanpa menunggu jawaban apapun


padahal di kamar sebelah tempat orang suruhan nya itu , dua orang itu sedang menggerutu kesal, pokoknya kalau nggak inget soal bayaran dan bonus dari Devan kalau rencana dan misi nya berjalan baik itu begitu banyak , bahkan lebih banyak dari orang lain ketika membayar mereka, sudah pasti ke dua orang itu menyerah di tengah jalan..


(orang kaya mah bebasssss).


tanpa menunggu lama , mereka melakukan apa yang di perintahkan bos mereka itu , memesan tiket dan mencari informasi sedetail detailnya. ternyata tidak sulit menemukan profil seorang Tio Orlando di situs para pengusaha meski tidak terlalu lengkap, tapi setidaknya sedikit dapat membantu. lalu mereka beristirahat terlebih dahulu. karna besok barulah mereka akan terbang ke Bali untuk bertugas lagi..


************


New York.


seorang gadis cantik tengah berjalan menyusuri jalanan di sekitar apartemen yang dia sewa selama 2 minggu untuk mencari makanan. setidaknya untuk mengganjal perutnya yang sudah mulai terasa lapar . akhirnya Kyara menemukan tempat makan yang terlihat cocok dengan selera makan nya.


menikmati makanan seorang diri di kota kelahiran dan untuk pertama kalinya dia menginjakkan kakinya di tanah itu membuatnya merindukan sosok momy yang telah pergi jauh.


setelah makan, ia pun mencari supermarket terdekat untuk membeli keperluan nya selama di New York, seperti bahan pangan instan, telur susu roti tidak lupa beras, karna dia sendiri tak pernah melupakan makanan pokok negara tempat dia di besarkan selama ini..


namun betapa terkejutnya gadis itu ketika melihat poster yang tertempel hampir di setiap sudut di pinggir jalan. bukan mengenai wajah poster itu yang membuatnya terkejut, melainkan nama yang tertera di sana, Edward brown.


"kenapa orang ini di cari oleh Edward brown, apa Edward yang di maksud adalah dady ku, lalu siapa wanita yang sedang di cari olehnya yang di sebut buronan, apa dia Laura? ya tuhan, sebaiknya aku catat saja nomor ini, kali aja bisa aku hubungi". ucap Kyara dalam hati sambil mencatat salah satu nomor yang tertera di sana. yang satu nomor kantor polisi dan yang satunya sudah di pastikan nomor Edward atau paling tidak orang yang berhubungan dekat dengan nya..


Kyara ingin sekali menghubungi nomor tersebut. tapi ia harus memikirkan nya matang matang, dia juga harus memastikan nya terlebih dahulu, jangan sampai wanita yang bernama Laura itu menemukan dirinya terlebih dahulu sebelum ia bertemu dengan dady nya karena terlalu buru buru.


apalagi, jika benar itu adalah wanita yang ada di poster itu adalah Laura, berarti wanita itu sedang berkeliaran di kota ini, dia harus lebih berhati hati terhadap siapapun, Kyara juga memperhatikan dengan seksama gambar Laura yang ada di poster itu. siapa tau dia bertemu atau melihatnya, maka dia harus menghindar secepat mungkin, jangan sampai mereka bertemu. meski belom ada yang tau identitasnya , setidaknya untuk jaga jaga saja.


setelah menata semua belanjaan nya di lemari pendingin, dia akhirnya merebahkan tubuhnya untuk beristirahat rahat , karna sejak turun dari pesawat, dia belum sempat sama sekali istirahat.


bagaimana kelanjutan nya? ikuti terus setiap episode nya. gimana ya kalau Edward ketemu Kyara secara tidak sengaja? akan kah dia tau itu putrinya atau tidak, secara kan wajah dan segala yang melekat di tubuh cantik kyara itu sangat mirip dengan Airin. 😍😍😍😘