
**jangan lupa like vote comen and share ya guys klik tombol favorit nya juga ya biar nggak ketinggalan episode nya...
lope lope you
makasih..
emuachhh... calam cayang..
happy reading guys**....
hari ini adalah hari di mana Kyara akan pergi ke New York selama dua minggu. sebenarnya bagi Tio dan Liana melepas kepergian anak gadis sahabatnya kali ini sangatlah sulit. sebenarnya sudah biasa Kyara pergi sendiri saat liburan semester. tapi kali ini berbeda, jelas jelas tujuan nya untuk mencari keluarganya. bagaimana jika wanita iblis itu tau identitas Kyara yang sebenarnya. bagaimana , dan bagaimana , pertanyaan sangat lah banyak di benak mereka. kekhawatiran pun tak bisa lagi di sembunyikan..
"kenapa kalian murung , ayolah, aku hanya pergi sebentar. tidak untuk selamanya, kak, tante om. come on. plies". ucap Kyara saat sudah berada di bandara.
"berjanjilah untuk selalu menghubungi tante ya sayang" . ucap Liana lalu memeluk tubuh Kyara dengan begitu erat..
"siap tante. mau petuah apa lagi yang kalian sampaikan, bahkan sudah dari semalam kalian menasehati ku ini itu sampai sekarang pun masih begitu. ".
"itu karna kami menyayangimu , dasar , lama lama ku kurung juga kau" . ucap Very gemas. sambil mengacak rambut Kyara..
"iya iya, aku tau, ".
namun obrolan harus terhenti karna suara pemberitahuan bahwa pesawat yang akan di naiki oleh Kyara akan segera take-off.
"sudah di panggil tuh, tante , om , kakak, aku pergi dulu ya, dah".
"dah sayang, ingat hanya 2 minggu, 2 minggu". teriak Liana tanpa malu sambil menekan kata 2 minggu yang berarti tidak boleh lebih.
sebenarnya berat bagi Kyara meninggalkan keluarga yang sudah membesarkan nya itu, tapi keadaan yang harus membuat dia kuat. dia harus bisa menemukan jati dirinya, bertemu keluarganya, entah di terima atau tidak itu urusan belakang..
dan di sini lah awal mula perjuangan Kyara nanti . hidup seorang diri harus bisa bertahan dan sebisa mungkin mencari keluarganya.. tanpa terasa air matanya mengalir meski hanya setetes tapi buru buru dia menghapusnya, pokoknya dia harus kuat..
di Jogja. sejak pagi pagi buta, 3 orang pria berwajah cukup tampan mulai menyusuri pinggiran kota untuk menemukan 2 panti asuhan yang lain nya. memang yang letaknya cukup jauh dari ke 13 panti asuhan lain nya , belom lagi Devan yang salah memilih hotel tempat menginapnya karna letaknya benar benar jauh dari tujuan nya kali ini.
(bukan salah pilih sih, cuman kan Devan pilih hotel yang paling mewah dan nyaman, ya otomatis letaknya di pusat kota Jogja. nah yang di cari di pinggir kota, entah yang mana lagi, ).
hingga tibalah mereka di salah satu panti asuhan tujuan mereka. bertuliskan RUMAH MATAHARI namun tulisan itu sudah sangat usang, bangunannya pun jika di lihat sudah tidak layak pakai, tapi masih terlihat terawat.
baiklah , langkah demi langkah mereka memasuki halaman yang cukup luas di depan area itu.. terlihat beberapa anak kecil tengah berlairan kejar kejaran. karna ini weekend. jadi semua anak panti pun libur dan tengah berkumpul , ada yang membantu membersihkan rumah. dan masih banyak lagi pokoknya saling membantu satu sama lain.
senyum tipis dari bibir Devan cukup terlihat, karna melihat pemandangan yang indah baginya. bahkan sedikit terlintas bayangan masa kanak kanaknya dengan sang momy Airin.
"om om , cari siapa". tanya seorang bocah perempuan yang berusia sekitar 5 tahunan..
"mau ketemu sama pemilik panti ini, ada nggk dek". ucap Devan begitu lembut hingga membuat dua orang bayaran nya terheran heran. sering mereka di tugaskan bos mereka untuk membantu Devan dengan bayaran tinggi tapi tidak pernah sekalipun dia tersenyum, jangankan senyum bersikap lembut pun tak pernah. nah ini, dia lembut dan senyum? dunia mau kiamat😂.
"ada ,yuk ke dalem, ".lalu anak kecil itu menarik jari Devan dengan tangan mungilnya itu..
"oh iya dek, nama adek siapa?". masih terus berjalan dengan di gandeng bocil itu..
"Dini om" . jawab bocah itu dengan ceria..
"wah nama yang bagus, cantik seperti wajah kamu,".
setelah membawa 3 orang itu masuk dan duduk, bocah kecil yang bernama Dinda itu langsung lari menuju dapur..
"bu, ibu,, ada tamu tuh". ucap bocah kecil itu pada seorang yang sudah tua sekitar yah 40 tahunan..
"siapa tamunya?".
"nggk tau, tapi ada tiga orang om om".
"oh ya udah, ibu temui dulu, kak Silvi, buatkan minum untuk tiga orang ya, bawa ke depan". ucap wanita itu pada seorang anak yang paling besar yang tadi membantunya meracik beberapa bahan masakan..
"permisi bapak bapak, ada perlu apa ya?". wanita itu melihat dengan penuh seksama penampilan dan wajah ke 3 nya. dapat di tebak kalau mereka bule. bukan asli orang Indonesia.
"begini buk, kita mau nanya pemilik panti ini siapa yah bu?". tanya Devan dengan nada lembut..
"oh pemilik panti ini masih atas nama ibu saya, cuman dia sudah tua jadi ya saya yang mengurus semua keperluan di sini".
"kalau boleh tau namanya siapa ya bu?".
"nama saya apa ibu saya?".
"ke dua nya".
"nama saya Siti. kalau ibu saya namanya Nuri". mendengar hal itu mata Devan langsung berbinar , tapi dia harus memastikan nya terlebih dahulu. jangan sampai salah sasaran.
"begini bu, boleh kami bertemu dengan ibu Nuri?".
"boleh, tapi ada apa ya?".
"nanti kami jelaskan, ada yang harus kami pastikan terlebih dahulu".
"baiklah, tunggu sebentar". kebetulan saat itu Silvi pun keluar membawa minuman. " di minum dulu pak".
tidak berapa lama muncullah dua orang wanita, yang satu sudah di ketahui kalau dia adalah Siti. nah yang satunya lagi mungkin ibu Nuri. wanita itu sudah terlihat sepeti sekitar 60 tahun nan.
"ada apa ya mau bertemu dengan saya?". tanya wanita yang bernama Nuri itu..
"langsung saja ya bu, nama saya DEVANKA BROWN , putra dari EDWARD BROWN , kami ke sini dalam rangka mencari ibu saya dan adik saya yang menghilang sekitar 20 tahun yang lalu".
"20 tahun yang lalu? dari mana kalian berasal dan siapa nama orang yang kalian cari?".
"iya , 20 tahun yang lalu ibu saya pergi membawa adik saya karna ada sedikit musibah, nama beliau Airin bu, dan adik saya ...".
"kyara?". potong ibu Nuri. seketika Devan pun langsung senang, hampir saja dia melompat saking senangnya . berarti kali ini dia tepat sasaran..
"i.. ibu tau?".
"ah, syukurlah akhirnya kalian datang , dulu sebelum Airin pergi dia berpesan jika ada yang mencarinya dengan nama belakang brown maka mereka adalah keluarganya. dan Airin sudah mewanti wanti agar ibu memberi tahukan keberadaan nya. tapi setelah sekian lama belom ada yang menanyakan keberadaan nya , hingga hari ini kalian datang. terimakasih Tuhan engkau maha baik" ucap wanita itu..
"jadi benar momy Airin di sini, mana dia bu , mana?". tanya Devan yang sudah tidak sabar.
"dengarkan dulu. Airin tidak tinggal di sini. dia berada di..................