Sacrifice

Sacrifice
kisah airin(Bali)



****hallo guys, maap ya baru bisa up, soalnya masih sedikit sibuk sih, maklum lah aku kan masih remaja SMA aja baru lulus tahun ini, jangan lupa like vote comen and share ya guys, klik juga tombol favorit nya biar nggk ketinggalan episode nya..


makasihh...


lope lope you dah pokoknya..


emuaachhh...


happy reading guys****...


"hallo , ini aku airin". sapa nya saat sambungan telepon terhubung..


"(ya ampun , ini beneran kamu rin, gimana kabar kamu)" . tanya orang yang di sebrang telfon, karna saat itu yang mengangkatnya liana..


"aku baik, sekarang aku ada di jogja, kamu bisa dateng ke sini nggk lia? " . lia adalah panggilan sayang bagi orang orang yang ada di dekatnya


"(oke aku ke jogja secepatnya, aku ngomong dulu sama tio, kamu kasih aja aku alamat nya sekrang)".


"aku tinggal di panti , tempat aku di besarin dulu, kamu tau kan?".


"(ya aku tau, kamu tenang aja, aku bakal ke sana secepatnya)".


"aku tunggu lia, sampai jumpa". lalu sambungan telepon terputus. airin menghela nafasnya dengan kasar.


"ya tuhan akan kah aku sanggup bertahan bersama putri ku, aku kehilangan semua yang aku punya, suami , anak anak ku, hanya tinggal kyara yang bersama ku, sandra maafin aku, aku nggk bisa jalanin amanat kamu dengan baik". tak terasa air mata jatuh begitu saja membasahi pipi airin.


mengapa airin menghubungi sahabatnya? karna dia tak ingin menyusahkan panti asuhan itu lagi, ia tak ingin menjadi beban , jika dia bersama sahabatnya , dia bisa bekerja juga untuk memenuhi kebutuhan nya lagi pula edward juga tak akan menyangka jika dia berada di Bali, jika suatu saat nanti edward menyadari kalau kepergian nya bukan karna kematian melainkan menyelamatkan putrinya..


ia tak mengetahui kabar suami dan putra putranya, yang ia yakini sekarang mereka pasti mengira bahwa dia dan putrinya sudah meninggal akibat kebakaran yang laura buat..


hingga dua hari berlalu,


kedatangan liana dan juga tio yang sudah ia tunggu sejak terkhir kali ia menelfon membuatnya senang dan bahagia, airin juga sempat mengutarakan niatnya untuk ikut bersama sahabatnya dari pada menyusahkan keluarga panti, dia juga berjanji kalau akan sering berkunjung dan memberi bantuan pada panti tempat dia di besarkan..


saat liana dan tio datang , mereka langsung di persilahkan duduk di ruang tunggu panti asuhan itu oleh beberapa anak kecil yang tinggal di sana, lalu salah satu dari mereka juga pergi memanggil airin dan memberi taukan kalau tamunya sudah datang..


saat melihat ke dua sahabatnya yang sangat ia rindukan ia menangis terharu sambil memeluk tubuh liana.


"hey kenapa kau cengeng sekarang". ledek tio untuk mencairkan suasana haru sedari tadi..


"sayang jangan begitu". ucap liana sambil melepaskan pelukan nya pada airin..


setelah itu mereka duduk bersama, pandangan tio dan liana sedari tadi menatap dan memperhatikan tak ada yang luput di tubuh airin dari pandangan mereka. tubuh yang semakin kurus, kantung mata yang cukup terlihat, kegelisahan juga ketakutan tergambar dari wajahnya..


"apa yang sebenarnya terjadi?". tanya tio . sedangkan liana masih terus mengusap lengan sahabatnya itu


"sebenarnya ...." airin pun menceritakan secara detail peristiwa yang menimpanya, hingga niatnya untuk ikut bersama ke dua sahabatnya..


"kami sangat senang jika kau mau ikut bersama kami, tapi bagaimana jika edward mencarimu, ". tanya tio..


"sayang,,,". cegah liana karna ia tak enak hati pada airin, takutnya airin mengira bahwa dia dan suaminya menolak permintaan airin..


"mereka tak kan mencari ku, pasti mereka mengira aku sudah mati ikut terbakar bersama rumah ku". jawab airin..


"baiklah kalau itu memang mau mu, kau bisa tinggal di rumah ku bersama putri mu, putraku juga pasti akan sangat senang kalau tau dia punya seorang adik perempuan".


"terimakasih, aku tak tau harus berbuat apalagi, aku takut keselamatan kyara jadi taruhan nya, biarlah aku menderita menahan rindu ini sendirian asalkan putriku bisa hidup tenang," .


"lebih baik sekarang kau bersiap siap dan membawa putri bersama kami, aku akan pesankan tiket pesawat dulu untuk kita kembali". ucap tio yang langsung di angguki dua wanita di hadapan nya itu


meski sebenarnya airin tak mau menyusahkan siapapun lagi dalam hidupnya tapi ia tak punya jalan lain selain menyembunyikan diri bersama ke dua sahabatnya, itu akan jauh lebih aman dari pada di panti asuhan nya dulu.


setelah membereskan beberapa barang barang nya ia pun berpamitan pada seluruh penghuni panti sebelum ia pergi bersama putri kecilnya itu.


setelah melalui perjalanan sekitar 2 jam menggunakan pesawat menuju Bali, akhirnya mereka sampai di kediaman tio dan liana yang berada di Bali,.


"lia tio, entah bagaimana cara ku bisa membalas budi baik kalian pada ku dari dulu hingga sekarang, " ucap airin setelah tio menunjukan kamarnya.


liana dan tio pun langsung menatap sahabat baik mereka dengan tatapan yang tak bisa di artikan..


"kau ini bicara apa, sudah ku katakan bagiku kau lebih dari sekedar sahabat, bahkan putrimu pun akan jadi putri kami juga. jadi jangan pernah membahas hal ini lagi". tegas tio


"baiklah sekarang kau istirahat terlebih dahulu bersama putri mu, nanti saat makan malam baru lah kau turun , akan ku perkenalkan pada seluruh penghuni rumah, juga pada putra ku" ucap liana yang langsung di balas anggukan kepala dari airin...


saat makan malam pun tiba, airin telah selesai membersihkan dirinya juga putrinya, istirahatnya pun telah cukup.


di meja makan..


"dengarkan semuanya, ini airin sahabat kami dan juga putrinya, mulai sekarang dia akan tinggal bersama kami, hormati dia seperti kalian menghormati ku" ucap tio yang memperkenalkan airin pada seluruh penghuni rumah..


setelah para pelayan pergi , di meja makan hanya ada 3 orang dewasa 1 anak kecil berusia 5 tahun juga seorang bayi yang ada dalam gendongan airin.


setelah selesai makan mereka pun berkumpul di ruang keluarga


"mah itu siapa ?". tanya very putra liana dan tio sambil menunjuk seorang bayi dalam gendongan wanita yang katanya sahabat mama dan papanya itu


very memang penasaran sekaligus senang, karna dari awal ia ingin sekali punya adik tapi tuhan berkehendak lain, bahwa rahim liana bermasalah, jadi lah very anak tunggal keluarga orlando ,..


"sini nak, deket tante kalau mau liat adek nya" ucap airin .


dengan semangat 45 nya very mendekat..


"ini anak tante airin, namanya kyara usianya belom ada satu bulan sayang" ucap airin lagi..


"mah , ini boleh jadi adiknya very kan?". ketiga orang itu pun tertawa mendengar penuturan bocah 5 tahun itu..


"tentu, kyara bakal jadi adeknya very, pokonya adeknya harus di jaga ya". ucap airin lagi, sedangkan tio dan liana hanya memperhatikan raut gembira di wajah putra mereka..


"yey, very punya adek, manggilnya jangan kyara, rara aja ya, biar cantik , nanti kalo ada yang gangguin rara bakal kakak pukul pokoknya". ucap very dengan begitu bersemangat..