Sacrifice

Sacrifice
pencarian 2



**jangan lupa like vote comen and share ya guys klik tombol favorit nya juga ya biar nggak ketinggalan episode nya..


lope lope you..


makasihhh..


emuachhhhh


happy reading guys**...


"kak. kakak!" teriak seorang gadis dari dalam kamar nya.


"iya ,iya , iya. bentar" . jawab very sambil lari tergopoh gopoh membawa komresan air es.


yah kenapa kompresan,? karna saat Kyara berjalan menuruni perbukitan , ia sedikit mengalami kendala hingga terjatuh , dan yah kaki nya cidera, karna letak lokasi itu cukup jauh dari rumah sakit, dan lebih dekat jika kembali ke rumah, akhirnya Very melakukan PPPK (pertolongan pertama paska kecelakaan) di rumah mereka..


mengompres dengan air es setidak nya cukup untuk mengurangi resiko patah tulang dan memar nya.


"sudah, sekarang yuk ke rumah sakit, semoga saja kaki mu tak apa apa". ajak Very sambil menggendong adiknya itu..


"lagian kamu sih tadi nggk hati hati banget, udah tau jalanan nya agak sulit, malah sambil ngobrol sama Shela, kan gini jadinya". timpal very lagi..


"dih, kalo nggk ikhlas bilang, nggk usah ngomel mulu, udah berapa kali coba kak Very ngomong kaya gitu, aku aja yang dengernya sampe bosen". gerutu Kyara..


"Rara , kalo di bilangin jangan ngejawab terus , kalo ini kaki sampe kenapa napa, terus pas besok mama papa nya kak Very pulang, yang kena imbasnya siapa coba".ujar Very tetap tidak mau kalah..


"iya ,iya, maaf. paling paling entar kaya biasanya. Very kamu apain adik kamu hah, kamu itu ya di suruh jagain adik kamu malah kamu lukain sampe kaya gitu, hahahah ngomongnya sambil ngejewer kuping kakak".


pletak'. jduek'. tanpa sengaja kepala Kyara kejedot pintu mobil yang sudah terbukak..


"kak Very, ini mah nyiksa aku namanya". teriak Kyara dengan suara 5 oktafnya yang bisa bikin kuping budek mendadak..


"aduh sakit yah".


"ya sakit lah kak".


"maaf. lagian sih kamu di gendong bukan nya diem malah ngeledek, sukurin tuh , itu namanya karma, durhaka kamu sama kakak sendiri kaya gitu".


"dasar kakak nggk pengertian, ".


"hahahha. udah udah , maaf deh,. mau lanjut ke rumah sakit apa nggk nih?". akhirnya Very mengalah, dia bener bener nggk sengaja bikin Kyara kejedot, tapi kalo udah kaya gitu nggk akan dia sia siakan buat ngeledek adik kesayangan nya itu.. jarak umur 5 tahun antara mereka membuat mereka semakin dekat. Very menjadi sosok seorang kakak yang siap melindungi dan menyayangi sepenuh hati dengan jiwa raga nya.


untunglah kaki Kyara hanya sedikit kesleo dan memar saja, tidak sampai terjadi hal hal yang tidak di inginkan..


dua hari kemudian , masih di Bali ya ini. kaki Kyara sudah tidak terlalu sakit jiga di gunakan berjalan, tapi juga dia tak bisa menggunakan sepatu yang bertumit tinggi.


hari itu Tio dan juga Liana baru pulang dari perjalanan bisnis mereka. melihat keadaan Kyara langsung membuat mereka ngomel habis habisan pada Very, hal itu sudah biasa baginya, jadi dia hanya cukup mendengarkan saja sampai nanti kalau Kyara mulai angkat bicara dan menghentikan omelan mereka barulah Very busa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"ma, pa, ini sebenarnya yang anaknya mama sama papa itu siapa sih, kok kayaknya lebih sayang sama Rara". ucapan itu biasa keluar dari mulut Very, dan semua orang tau kalau itu hanya gerutuan belaka tanpa ada keseriusan, hanya bercanda untuk mencairkan suasana.


"hahaha. kak Very iri sama Rara , kasian deh lo, ". ejek Kyara yang langsung mendapat pelototan mata dari Very..


"kalian berdua nih ya, ". gerutu Tio dan juga Liana secara bersamaan sambil tertawa..


"lupa tante, ". jawab Kyara sambil garuk garuk kepala yang sebenarnya tidak gatal .


"kok bisa sih, kamu kan harusnya semester 5 , bukan 7". selidik Liana lagi..


"soalnya pas Rara di tes sama beberapa dekan, Rara lolos dan bisa loncat semester tante. jadi ya nggk Rara sia siain dong, kesempatan nggk datang dua kali".


"kita semua bangga sama kamu sayang, kamu sama seperti momy mu, cantik pintar cerdas dan tegar. momy mu di sana juga pasti bangga sama kamu". ucap Liana sambil memeluk tubuh Kyara, dia merindukan sosok sahabatnya itu.


"udah donk ma, jangan bikin acara melow kaya gini, ". ucap Tio sambil sedikit menarik tubuh Liana ..


"hehe. iya iya, tante bawa oleh oleh nih, buka sekarang yuk".


"tante nggk capek , kan baru pulang?". tanya kyara..


"no, badan tante seger, ".jawab Liana dengan cepat


"gimana mau capek, orang di pesawat nih tante kamu tidur mulu". gerutu Tio yang langsung di sambut cubitan kecil di perutnya.. situasi pun kembali ceria karna ulah dua orang tua itu..


******************


di Jakarta, Devan tengah mencari informasi sendiri, yah ini kesalahan nya, sudah mengatakan libur satu hari untuk orang suruhan nya itu. dan ini lah resikonya mau tidak mau , dia harus terjun sendiri agar cepat selesai , akan terlaku lama jika nunggu esok..


setelah mendapat pesan lewat email dari sang dady. dia langsung mencari tau lewat internet indentitas Liana Angle. hanya tertera sedikit informasi di sana. alamat rumah lama yang tertera, dan seorang putri dari salah satu pejabat pemerintah di masa lampau..


meski sedikit , hal itu tak membuat devan putus asa, dia akan terus mencari demi menebus semua kesalahan yang momy nya lakukan pada orang orang terkasihnya..


saat dia mendatangi alamat yang tertera, bukan seorang yang ia harapkan yang menyambutnya, melainkan penghuni rumah itu yang sejak 20 tahun silam berada di sana.


namun karna sesi tanya jawab pada sang pemilik rumah, Devan sedikit mendapat petunjuk lagi.


"kalau dulu ada seorang wanita yang membawa bayi datang ke sini, tapi setelah itu katanya mereka mau pergi ke jogja" . kira kira seperti itu lah kata sang penghuni rumah pada Devan.


setelah menjauh dari rumah itu, ia pun menelfon dady nya lagi..


"hallo dad, ada info, katanya momy pergi ke Jogja , tapi kira kira ke tempat siapa dad , momy pergi ke sana?"...


"(panti asuhan di pinggir kota, pemiliknya ibu Nuri, itu kalau nggk salah)".


"dad, panti asuhan itu banyak, ".


"(kalau sudah tidak sanggup ya sudah, biar aku yang cari sendiri)".


"no dad, big no, biar aku yang nyari, dady tinggal terima informasi aja, nanti kalau udah pasti mereka dimana nya baru kalian semua nyusul aku ke sini".


"(oke, dady tunggu kabar baiknya lagi)".


sambungan telepon pun terputus,


"hufs, baiklah, momy airin aja kuat berjuang sendiri, aku juga harus bisa nemuin mereka secepatnya".