
**hallo ketemu lagi sama aku,, maaf ya typo masih bertebaran.. jangan lupa like komen and share ya, kasih tip juga boleh kok,
sekalian klik tombol favorit nya juga guys biar nggk ketinggalan updetan nya ...
lope lope you...
maacih udah mampir
happy reading guys 😍😘**...
hari itu edward mengantar airin ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan nya... edward benar benar merasa senang, meski selama 4 tahun belakangan ini ia tak pernah mengharapkan lagi sosok anak dari airin, tapi ia benar benar merasa senang akhir nya bisa memiliki anak dari seorang wanita yang ia cintai di dunia ini..
"mr, and mrs, kandungan nya sangat baik, dan juga sehat, anda berdua hanya cukup memperhatikan pola makan , usia kandungan mrs.airin sudah memasuki 10 minggu. masih di masa masa rentan bagi seorang ibu hamil.dan saya akan memberi resep pereda mual serta vitamin penguat kandungan". ucap dokter setelah memeriksa airin.
"terima kasih dokter, saya akan sangat memperhatikan istri saya dok". ucap edward yang sangat bahagia. ia sudah tidak sabar memberikan kabar baik ini kepada ketiga putranya itu...
"kalau begitu saya permisi dulu dok, saya juga mengingin kan dokter, sebagai dokter kandungan pribadi istri saya, jadi kapan pun saya membutuhkan bantuan anda , anda harus siap". ucap edward lagi sambil menyodorkan sebuah kartu nama . dokter tersebut pun terbelalak kaget, pasalnya pasien nya hari ini adalah istri orang terkaya di amerika, siapa pun pasti kenal dengan seorang edward brown..
"dengan senang hati mr.brown. suatu kehormatan bagi saya bisa menjadi dokter pribadi istri anda". kata dokter tersebut lalu mempersilahkan edward keluar..
dalam perjalanan pulang senyum edward tak kunjung pudar dari bibir nya. edward tak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini semenjak laura maauk dalam hidup nya.
"aku harus melindungi nya dari laura, aku tak mau kejadian seperti sandra terulang lagi, dia wanita iblis yang berujud manusia, ". ucap edward dalam hati..
"sayang, apa bibir mu tak merasa pegal, dari tadi senyum mu tiada pudar setelah mengantar ku dari dokter."..
"tidak sedikit pun, terimakasih sayang , kau memberi ku kebahagiaan tiada tara, kau tau, ini sungguh tak terduga , setelah 4 tahun penantian kita akhirnya aku akan segera memiliki anak dari mu"..
edward teringat dengan ucapan putra sulung nya yang mengatakan kalau ia pernah melihat laura memasukkan sebuah obat ke dalam makanan yang akan di makan oleh airin saat siang hari, dan dia juga mendapatkan bungkus obat itu karna rafa secara diam diam mengambilnya dan memberikan nya pada edward.. setelah ia mencari tau obat apa itu, sungguh ia sangat kaget, obat itu adalah obat yang bisa membuat rahim seseorang menjadi rusak,. edward saat itu benar benar marah, tapi ia tak memberitahukan kepada siapapun akan hal itu terutama airin, ia hanya berusaha agar laura tidak kembali masuk ke rumah utama, bahkan penjagaan di rumah utama pun kini semakin di perketat setelah mengetahui kehamilan airin..
"kau memikirkan apa ed?". tanya airin, pasalnya pandangan edward memang ke depan tapi pikiran nya seperti tak menentu,..
"semua akan baik baik saja sayang, kau jangan khawatir."...
setelah sampai rumah airin dan edward masuk ke dalam ruang keluarga yang biasanya di gunakan ketiga anak nya untuk bermain.. dan benar adanya ke tiga putra nya itu tengah bermain bersama di sana,,.
"dady dari mana?. kenapa tadi di kamar kalian tidak ada?". tanya adiva, salah satu putra kembar nya yang memang sangat cerewet.
"oh, dady ada kabar baik untuk kalian bertiga,".
"waaah , apa itu dad?, apa kita mau liburan bersama lagi? tapi aku tak mau bersama momy laura , momy laura tak asyik suka nya marah marah terus". cerocos adiva yang membuat airin hanya tertawa..
"adiva nggk boleh ngomong kaya gitu, momy laura kan momy kandung kalian, jadi kalian harus menyayangi momy laura , jangan malah membencinya"..airin menasehati ke tiga putra sambung nya itu
"dan kabar baiknya apa dad?". tanya rafa, dia memang irit bicara sama seperti edward tapi dia tipikal orang yang penyayang, tegas berwibawa dan berkharismatik sama persis bagai duplikat edward...
"kalian akan punya adik dari momy airin".ucap edward yang membuat ke tiga putranya langsung berdiri.
"dad serius?". tanya devan yang memang tak suka basa basi, sedikit kasar ,tak bisa di bantah tapi dia siap untuk melindungi orang orang yang dia sayang, devan sosok anak yang kaku dan sulit untuk menunjukkan ekspresi bahkan saat ia senang sekali pun..
"tentu dad serius, tapi ingat jangan sampai momy laura tau tentang ini, dady nggk mau momy airin dalam bahaya".
"siap dad". jawab ke tiga putra nya dengan sangat kompak, meski adiva dan devan lahir dari rahim laura, tapi laura tak pernah menyayangi mereka, dan saat mereka haus akan kasih sayang seorang ayah dan ibu, airin lah yang merawat dan menyayangi adiva dan devan dengan sangat tulus. mereka bertiga juga tau kalau laura adalah orang jahat, bahkan adiva pernah hampir celaka gara gara laura dan laura sama sekali tak peduli. hal itu lah yang membuat ke dua anak kembar itu jauh dari ibu kandung nya sendiri...
hari silih berganti bulan pun telah berlalu, kini usia kandungan airin sudah mencapai 32 minggu, alias 8 bulan , bahkan sampai detik itu pun laura tak mengetahui perihal kehamilan airin .
hingga saat airin tengah mengirup udara segar di pagi hari di balkon kamarnya. laira melihat perut airin yang membuncit . ia membelalak kan mata nya, geram sekaligus tidak percaya..
"bagai mana mungkin ini terjadi , aku sudah memberinya obat yang dapat merusak rahim nya , lalu kenapa perutnya bisa buncit seperti orang hamil. kurang ajar , aku harus menyingkirkan wanita ****** itu secepat nya..". kata laura , dan ia membanting benda benda yang ada di sekitarnya. sudah sepeti orang yang tidak waras kalau melihat tingkah nya.. bahkan para maid yang di tugaskan oleh edward untuk membantu laura sekaligus memantau pergerakan laura pun ikut panik dan tak bisa menghentikan kegilaan laura..mereka juga mendengar apa yang di ucap kan oleh laura saat membanting barang barang itu. dan salah satu dari mereka menelpon majikan nya untuk memberi tau keadaan rumah laura dan perkataan laura..
edward yang menerima laporan itu menjadi kalang kabut, "bagaimana ini, laura sudah tau akan kehamilan airin, ia bisa mencelakai istri ku, aku harus berbuat sesuatu". lalu edward bergegas pulang memastikan keadaan airin baik baik saja...