
******jangan lupa like vote comen and share ya guys, klik tombol favorit nya juga ya biar nggak ketinggalan episode nya...
lope lope you
makasihhhh
emuachh...
happy reading guys****.....
namun entah itu suatu kebetulan atau memang takdir dari tuhan hans masih berada di dalam rumah laura dari tadi siang,
saat rumah laura di ketuk pintunya, orang yabg pertama kali membukakan pintu adalah hans, seketika wajahnya terlihat pias karna kedatangan dua orang polisi di depan rumah kekasihnya itu..
"maaf tuan hans, anda kami tahan". ucap salah satu polisi itu.
hans benar benar terkejut akan kedatangan polisi yang tak terduga itu. seketika saat hans hendak berlari dan menutup pintunya salah satu polisi itu mengunci pergerakan hans hingga tak bisa melarikan diri.
sedangkan laura yang mendengar keributan dari luar , ia mengintip sejenak ke arah pintu dan matanya seketika terbelalak, untuk apa polisi datang ke rumah nya, namun belom sempat laura melarikan diri salah satu polisi itu menyadari kehadiran wanita yabg mereka cari langsung mengejarnya.
"percuma anda melarikan diri nyonya laura, rumah ini sudah di kepung aparat keamanan". ucapan polisi itu langsung membuat laura terdiam. polisi langsung memanfaatkan situasi dan mengunci tangan laura lalu memborgolnya.
"apa salah ku, hey jangan asal tangkap saja"
"ada yang melaporkan tindak kejahatan anda 20 tahun yang lalu".jawab polisi itu lalu membawa laura ke dalam mobil polisi menyusul hans yang sudah di bawa masuk..
"kenapa ini hans?".
"aku tak tau".
sampainya di kantor polisi laura begitu terkejut karna melihat keberadaan 4 orang pria yang sangat ia kenali berdiri tegak dengan senyum sinis di bibir mereka.
"devan , adiva, kenapa ini?". teriak laura.
"maaf, aku mendengar semua pembicaraan kalian, dan kebetulan aku merekamnya, " ucap adiva dengan santai..
"anak kurang ajar, tidak tau diri, aku yang melahirkan mu, dan kau malah memenjarakan ku".
"apa kau lupa momy, oh bahkan untuk memanggilmu dengan sebutan momy sangat tidak pantas, kau dari dulu hanya memikirkan dirimu saja tanpa memperhatikan kami, kau juga tak pernah menyayangi kami seperti momy airin".
"hey dia bukan momy mu ,aku lah momy kalian, dan kalau kalian sudah tau berarti baguslah , kalian bukan anak edward, jadi bebaskan aku dan berpihaklah pada ku".
"tapi maaf, aku lebih menyayangi dady edward di bandingkan dirimu" ucap adiva lagi..
"dan kau dengar , meski kau wanita yang melahirkan kami, tapi tak pernah kalian menyayangi kami, jadi jangan pernah berharap kalau kami akan berpihak pada mu". timpal devan yang sudah sangat geram..
"devan , kau jangan bercanda dengan hal itu".
karna waktu yang sudah semakin larut maka para polisi mengatakan untuk menyudahi acara kunjungan dan bisa di lanjutkan lagi besok..
"edward awas kau, istri dan putrimu tak akan pernah hidup bahagia, aku akan hancurkan kalian semua, camkan itu" teriak laura saat di tinggal pergi oleh putra putranya yang lebih memilih bersama edward.
"sudahlah laura, percuma kau teriak teriak, pusing nih kepalaku, bagaimana kau mendidik anakmu hingga bisa jadi pembangkang seperti itu hah?". ucap hans yabg sedari tadi hanya terdiam menyaksikan perdebatan sengit itu..
"kenapa kau menyalahkan ku hah? tanyakan saja pada dirimu sendiri, kau bahkan tak pernah menyentuh putra putramu ********" balas laura yang tak terima jika di salahkan oleh hans.
polisi yang melihat pertengkaran di depan mata mereka langsung menyeret ke dua tersangka yang belum resmi jadi tahanan itu agar terpisah..
"habislah aku, edward tak akan pernah melepaskan aku, lagi pula dari mana aku akan mendapat jaminan kebebasan ku, putraku saja lebih memilih pria itu dari pada aku ibunya sendiri, benar benar kurang ajar" ucap laura dalam hati ketika sudah masuk di dalam sel tahanan sementara
sedangkan di tempat lain, di Bali Indonesia seorang gadis cantik tengah menggendong ransel yang cukup besar di balik punggungnya sedang menunggu seseorang di balik pintu kamar yang masih tertutup .
"kak very, ayolah , kita hampir terlambat, " . teriak rara yang sedari tadi menunggu kakaknya, siapa lagi kalau bukan very.
"tunggu sebentar lagi, aku masih harus membawa barang lain".
"cih , kau bahkan lebih lambat dari seorang wanita yang kau bilang super duper rempong". gerutu rara saat very keluar dari kamarnya menenteng tas ransel yang sama besarnya sepeti punya rara.
sedangkan yang di tunggu sama sekali tak merasa bersalah, dia hanya tersenyum tipis dan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf v .
ya hari itu very dan rara akan mengikuti kegiatan muncak bersama dengan para remaja di sekitar komplek perumahan mereka.
Gunung Merbuk adalah gunung berapi di Bali, Indonesia yang memiliki tinggi 1,386 meter. Gunung merbuk ada di kabupaten jembrana berdekatan dengan gunung mesehe. itulah gunung yang jadi tujuan mereka...
dengan kondisi cuaca yang sangat mendukung saat ini membuat mereka semakin bersemangat untuk mendaki gunung.
hal itu merupakan kebiasaan para remaja di komplek tempat tinggal very dan kyara, karna hal itu dapat mempererat tali persaudaraan di antara para tetangga karna kesibukan masing masing dalam pekerjaan maupun pendidikan mereka.
jadi dengan cara berlibur dengan bentuk tim seperti ini akan membuat mereka semakin dekat, kadang mereka melakukan tour keluar pulau , kadang hanya sekedar mengadakan pesta kecil di pinggir pantai, atau acara mendaki seperti saat ini..
"kenapa lama sekali?" tanya kevin, salah satu tetangga mereka yang paling dekat dengan very karna mereka merupakan teman sejak kecil apalagi mereka memang seumuran..
"biasa gadis Maco ini terlalu lamban ". sindir kyara dengan nada begitu santai..
"what,!? gadis Maco? ". ucap kedua pria itu dengan kagetnya.
"ya memang gadis, tapi kau tak tampak seperti gadis kak, kau bahkan melebihi diriku saat bersiap siap". ucap kyara tanpa rasa bersalah.
sedangkan kevin yang mendapat penjelasan itu dari kyara langsung tertawa terbahak bahak hingga tubuhnya pun terguncang..
"ya tuhan, kalian ini,, sudahlah kita berangkat saja, yang lain sudah menunggu di depan komplek" ucap kevin yang melerai perdebatan kakak beradik itu..
saat sampai di depan komplek, memang benar di dana sudah ada sekitar 20 remaja , laki laki dan perempuan tengah menunggu, memang tidak banyak, karna komplek itu memang perumahan elit bagi para orang yang memiliki banyak uang, jadi tidak heran jika mereka juga bergaya elegan seperti anak konglomerat , meski demikian adat tetap menjadi nomor satu bagi para remaja itu, sopan santun adalah hal yang paling utama di antara mereka..