Sacrifice

Sacrifice
kisah airin(kematian sandra).



**jangan lupa like vote comen and share ya guys,,, kasih tip juga boleh kok,,, sekalian klik tombol favorit nya juga ya,, yang penting dukung aku , kritik dan saran aku tunggu ya,,,..


lope lope you....


maacihhhh....


happy reading guys 😍😘**...


hingga hari itu tiba tiba seorang wanita datang ke rumah edward bersama 2 orang anak laki laki kembar. semua orang kaget ,sandra benar benar marah pada suami nya, kenapa ia begitu tega bersama wanita ular itu,,..


"laura?". ucap edward yang masih kaget. ia benar benar tak menyangka bahwa wanita itu akan datang ke rumah nya, padahal uang yang ia berikan padanya untuk mengurus sua anak itu sudah lebih dari cukup , tapi kenapa wanita itu datang lagi di hidupnya..


"ngapain kamu ke sini wanita tak tau diri?". teriak sandra..


"harusnya yang kau bilang wanita tak tau diri itu , wanita itu, istri muda suami mu". jawab laura sambil menunjuk ke arah airin..


"aku?? kenapa aku?".. arin bingung kenapa ia menjadi sasaran wanita yang sama sekali tak pernah ia kenal..


"karna seharusnya aku yang bersanding di pelaminan bersama suami mu , bukan kau". bentak laura , ia benar benar tak terima akan hal itu .."aku bahkan melahir kan 2 putra untuk edward tapi ia sama sekali tak menikahi ku, tapi malah menikahi perempuan ****** ini". tambah laura.


"jaga ucapan mu itu Laura, apa uang yang kau terima itu masih kurang hah, setiap bulan ku beri kau uang yang lebih dari cukup untuk berfoya foya agar kau tak pernah mengganggu kehidupan ku lagi, soal anak itu, bukan kah kau sendiri yang menjebak ku, lalu apa?". edward benar benar sudah marah, ia tak bisa lagi bersikap lembut pada laura sama seperti sebelumnya..


"tapi ed mereka putra mu juga". ucap laura..


"baiklah mereka akan tinggal di sini bersama ku , tapi aku tak pernah akan menikahi mu sekali pun". ucap edward ..


"apa, tidak bisa. aku ibu nya aku harus tinggal bersama mereka".


"ed, sampai kapan pun aku tak kan pernah mengijinkan kau menikahi wanita ular ini, meski aku mati restu ku tak kan pernah kau dapatkan.. dan.........." ucapan sandra tak terselesaikan , tiba tiba dia pingsan..


"sandra". teriak alisya yang melihat sandra sudah berbaring di lantai. edward pun menoleh ke arah teriakan tertuju.. edward langsung memeluk tubuh sandra dengan sangat erat. saat dia memeriksa nadinya , sandra sudah tiada. "tidaaakk, sandraaa, maaf kan aku, harusnya wanita itu tak pernah datang di hidup ku". tangis edward pecah karna bagai mana pun sandra adalah orang yang sangat ia cintai.


"sandra hiks hiks.. kau pergi meninggalkan ku sandra, ". airin langsung memeluk ke dua tubuh di depan nya itu..


"ini semua karna mu laura, jika kau tak datang hari ini sandra tak mungkin mati, kau penyebabnya." bentak edward, tapi laura sama sekali tak bergeming, ia benar benar senang, salah satu tujuan nya telah tercapai , yaitu kematian sandra, sekarang giliran menyingkirkan istri muda edward..


"kau harus menikahi ku ed, supaya anak anak ku punya dady , dan tumbuh seperti putra pertama mu itu yang hidup serba mewah,"..


rafa yang mendengar suara keributan dari arah ruang tamu, ia pun akhirnya turun, yang ia lihat dua orang yang ia kenal menangis memeluk seseorang..


....****************************.


setelah pemakaman selesai, edward kembali kerumah nya bersama airin dan juga rafa , ia benar benar masih berduka, tapi ia harus kuat , masih ada rafa yang harus ia jaga. ia akan memenuhi permintaan sandra, tak kan pernah ia menikahi laura meski ia akan mengijinkan laura tinggal di rumah nya bersama dua anak kembarnya. ADIVA BROWN, dan DEVANKA BROWN. putra kembar dari laura...


empat tahun kemudian..


sudah sekian lama airin menikah dengan edward tapi ia belom sama sekali merasakan tanda tanda kehamilan, apa lagi kalau bukan ulah laura yang memasukan obat pada setiap masakan yang di makan airin secara diam diam, hingga keajaiban dari tuhan pun datang, airin merasakan mual dan pusing yang berlebih ketika mencium mau yang menyengat di hidungnya .bahkan kini ia menyadari bahwa ia telat datang bulan selama hampir 3 bulan ini.. untuk memastikan semuanya ia pun membeli tespeck, dan memeriksa nya sendiri,. betapa terkejutnya airin, garis merah dua yang menunjukkan bahwa ia positif..


hari ini adalah ulang tahun edward , airin berencana memberikan hasil tespeck nya untuk kado ulang tahun suami nya..


laura selama ini memang tinggal bersama edward namun ia di tempatkan di rumah yang berbeda , ed sengaja membangun rumah di dalam pekarangan sebelah rumah nya. ia tak sanggup tinggal satu atap dengan orang yang menyebabkan kematian sandra..


rafa tubuh bersama kedua adik kembarnya itu, mereka seperti tak bisa terpisahkan. bahkan ke tiganya lebih menyayangi airin ketimbang dengan laura yang notabenya ibu kandung adiva dan devan . selama empat tahun airin lah yang mengurus mereka bertiga hingga tak heran mereka bertiga menyayangi airin. namun hal itu lah yang membuat laura benar benar merasa geram.


selama ini laura memang cuek terhadap anak anak nya. ia tak memperdulikan mereka karna ia masih tetap dengan ambisi nya, menyingkirkan airin dari hidup edward dan menjadi wanita satu satunya di hidup edward.


saat edward masuk ke kamarnya dan airin, setelah pulang kerja, airin sudah menunggu di tepi ranjang dengan tersenyum..


"ada apa dengan senyum mu itu sayang?. ". tanya edward lalu duduk di sebelah airin ...


"happy birthday honey". ia memeluk edward .. "maaf tak ada kue ulang tahun, tapi aku ada sesuatu untuk mu".


"apa itu?". tanya edward penasaran..


airin menyodorkan benda kecil yang ia pegang dari tadi.. "ini??". tanya edward dan airin mengangguk, "terimakasih sayang, aku benar benar bahagia, apa kau sudah periksakan ke dokter kandungan?". tanya edward..


"belom, aku baru mengetahuinya tadi pagi".


"baiklah besok ku antar kau ke dokter, kau jaga kesehatan mu, jangan terlalu lelah mengurus ke tiga putra ku".


"mereka juga putra ku ed, putra kita, ".


"ya ya , kau memang wanita baik sayang, aku akan selalu memberi kebahagiaan untuk mu sayang, sandra memang tak pernah salah dalam memilih"..


"dia memang wanita yang sangat baik sayang, aku beruntung pernah bertemu dan berteman dengan nya".